Monday 20th November 2017,
Arielogis

What Does Travelling Means to Me?

Ariel Kahhari 08/10/2013 Melintas Batas 13 Comments
What Does Travelling Means to Me?

Judul diatas adalah tema TSBREAKAWAY kali ini. Tentu sangat menarik jika diurai menjadi sebuah cerita.

Memang travelling hanya sebuah kata yang sederhana. Namun sesungguhnya menyimpan makna yang luas.  Technically travelling adalah berpergian dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan berbagai cara.

Namun bagi mereka yang memiliki rutinitas yang menguras banyak waktu, travelling adalah sebuah mimpi. Meskipun mereka sadar jika travelling adalah kesempatan untuk menghimpun kembali semangat dan energi yang selama ini telah memudar.

Lalu bagaimana denganku?

Travelling memiliki banyak arti untukku. Sebagai seorang  jurnalis, travelling menjadi kesempatanku untuk menapaki banyak tempat, menikmati keindahan alam sekaligus belajar memahami keberagaman.

Oya namaku Ariel Kahhari. Aku seorang Presenter dan Reporter di Televisi Republik Indonesia TVRI stasiun Aceh. Tugasku menyampaikan berita dan mencari informasi yang terjadi di tengah masyarakat.

Aku memiliki sejumlah pengalaman travelling. Baik itu kudapatkan sebelum aku menjadi jurnalis atau setelahnya.

Bagiku Travelling adalah moment yang sekaligus menjadi peluang untuk memperkenalkan budaya negara ke kancah internasional. Menyampaikan kemajuan bangsa dan menjadi role model mewakili wajah Bangsa yang sebenarnya.

Saat melakukan perjalanan ke China pada 2004 silam, aku sadar bahwa ini bukan sekedar mengunjungi sebuah negara adidaya yang berada di timur jauh. Sebagai delegasi Indonesia untuk festival seni Asia aku memahami bahwa perjalanan ini adalah perjalanan memperkenalkan budaya bangsa.

Travelling seperti ini menuntut ku menjadi role model. Cara bertutur dan bersikap akan dianggap sebagai bagian dari kepribadian Bangsa.

Image

Menjadi duta Indonesia untuk festival seni asia di China 2004

Atau disisi lain travelling adalah saat yang tepat mengunjungi saudara jauh. Bertukar kabar dan cerita. Salah satunya seperti pengalamanku mengunjungi komunitas muslim yang ada di Kathmandu Nepal.

Image

Bersama Komunitas Muslim di Kathmandu Nepal

Bahkan travelling menjadi kesempatan untuk mengenal setiap perbedaan dan memahami keberagaman yang tersebar disetiap tempat.

Dalam rangkaian perjalananku ke Nepal pada April 2012 lalu, aku berkesempatan mengunjungi Stupa Boudhanath. Ini adalah salah satu stupa terbesar di dunia yang terletak di pinggiran kota Kathmandu. Lokasi ini menjadi pusat dari Buddhisme Tibet di Nepal dan para pengungsi asal Tibet yang telah menetap di wilayah ini sejak beberapa dekade terakhir

Memasuki komplek Stupa aku langsung disuguhi nuansa penuh spiritualitas. Bau dupa yang semerbak ditambah ritual para pendoa menambah kuat atmosphere bangunan yang didirikan pada abad ke 14 ini. Disini aku bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang yang memiliki latar belakang yang berbeda. Disini pula aku belajar bahwa hidup beranjak dari nilai dasar yaitu keberagaman.

Image
Bersama Biksu di Boudhanath, traveling sambil mengenal keberagaman

Ada satu makna yang sangat penting bagiku tentang arti dari sebuah travelling, yaitu kesempatan berkumpul bersama keluarga tercinta. Mengikatkan keharmonisan dan mengumpulkan puzzle masa lalu yang berserakan.

Keluarga adalah Istana yang paling indah. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain berkumpul bersama keluarga membicarakan banyak hal. Mulai dari obrolan yang mengundang decak tawa hingga yang menguras air mata.

Berkumpul bersama keluarga merupakan moment yang sangat bernilai.

Image

Traveling saat yang tepat berkumpul bersama keluarga

Sederhananya travelling adalah personal journey. Disadari atau tidak travelling akan menuntun kita menemukan hal yang baru. Pengalaman hingga cara pandang.

So jika travelling memiliki banyak arti untukku…., bagaimana dengan mu??

Yang mau ikut serta dan berbagi cerita tentang makna travelling silahkan kunjungi http://tsbreakaway.my/







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

13 Comments

  1. rambleandwander 13/10/2013 at 03:57

    Salam kenalan, Ariel :-) Nice write up. What a shame you didn’t get selected. Kalo tidak, mungkin udah bisa ketemu di Selangor nanti :-) Gimanapun mungkin kita masih ada peluang untuk ketemu bila-bila saya ke Aceh, which could be soon, insya Allah! ;-)

  2. thunis 11/10/2013 at 02:46

    Nice story bang, cuma terlalu pendek neh, ditunggu cerita lainnya bang…

    • arielkahhari 11/10/2013 at 04:26

      bongkar arsip bang hehhe.. banyak cerita lainnya juga :)

  3. Fahri 10/10/2013 at 08:41

    sesekali ke ethopia lah bg???? ngeliput atau israel boleh juga….

    • arielkahhari 11/10/2013 at 01:48

      pingin kali jalan jalan ke afrika. tapi kalo ke Israel ngak minat hehheh. serunya kalo ke negara berkembang itu kita bisa lihat kesederhanaan dan interaksi sosial yang masih erat. tapi kalo ke negara maju yang ramah itu kan tukang jual sovenir hehheh

  4. Citra Rahman 10/10/2013 at 05:33

    Semoga terpilih ya.. :)

    • arielkahhari 10/10/2013 at 05:38

      hahah kira kira gmn? cak lobi panitia dikit hahha

  5. Ihan 09/10/2013 at 04:31

    kok pendek kali ril

    • arielkahhari 09/10/2013 at 05:26

      kalo kepanjangan nnati malah susah dewan jurinya hahah

  6. Azhar Ilyas 08/10/2013 at 14:45

    Nice story … Sukses ya, Abang Penyiar … :-)

Leave A Response