Tuesday 26th September 2017,
Arielogis

Waria Warung Nasi

Ariel Kahhari 17/02/2017 Suara Langit No Comments

Satu siang di Mata Ie Aceh Besar. Deretan toko yang sebelumnya tutup karena shalat jumat, satu persatu mulai kembali buka. Satu diantaranya adalah warung makan langganan saya. Bila hari kerja saya memang jarang pulang untuk makan siang. Jarak antara kantor dan rumah relatif jauh. Kalau tidak bawa bekal, saya memilih makan di warung ini. Ukuran tokonya memang tidak terlalu besar. Gerobak ditempatkan di luar sedangkan kursi berwarna disusun rapi di dalam. Menu di warung ini terbilang lezat,  harganya pun juga murah.

Siang itu ada yang berbeda dengan suasana warung. Saat saya tiba ada dua orang waria yang ikut membeli nasi beserta lauk. Kawasan Mata Ie memang memiliki komunitas waria yang cukup ramai jika dibandingkan daerah lain di Aceh Besar maupun Banda Aceh. Ada beberapa usaha salon yang beroperasi di sini. Saban sore mereka duduk manis di kursi bambu. Bergincu tebal meski hanya memakai baju tidur. Rambut sengaja digerai sambil menghisap rokok. Pernah juga beberapa kali saya berpas-pasan dengan waria yang mengendrai sepeda motor. Kalau sedang hang out, penampilan mereka memang seronok. Tapi tidak dengan waria yang saya temui di warung ini. Baju mereka terbilang sopan. Lengan panjang dan bercelana jeans, Kelopak mata hanya diberi sapuan warna biru tipis. Kecuali bibir yang dipoles agak tebal. Baju dan celana super ketat membuat perut mereka meleber kemana-mana.

Saya sengaja masuk ke dalam, membiarkan mereka memesan terlebih dahulu. Di dalam warung bukan hanya saya saja. Ada seorang pria yang duduk di dekat gerobak. Pria itu sedang menyantap nasi dengan lahap. Tapi saya tau, dia sedang memperhatikan dua waria itu.

“Cantik kali hari ini” goda si tamu kepada dua waria tersebut.

Mereka yang disapa melirik manja dan membalas dengan senyum seadanya. Merasa enggan digoda, satu diantaranya langsung menarik selendang panjang yang sedari tadi menggantung di leher. Ia tutupi rambutnya dengan selendang hitam tipis. Ajaib, kini Ia berkerudung. Cantik?? Entahlah. Tetapi kejadian ini mengingatkan saya dengan salah satu scene di dalam film Tenggelamnya Kapal van der Wijck. Ketika Hayati bertemu Zainuddin. Hayati tampak malu-malu..

***







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

Leave A Response