Monday 20th November 2017,
Arielogis

Traveloka dan Cerita Rindu Seorang Ayah

Ariel Kahhari 01/06/2015 Fiksi 7 Comments
Traveloka dan Cerita Rindu Seorang Ayah

Ketika memutuskan hijrah ke pulau Jawa tepatnya di Yogyakarta, saya sadar akan merindukan banyak hal. Yang sudah pasti adalah kampung halaman di Banda Aceh sekaligus istri dan anak-anak yang harus tetap tinggal disana. Terakhir saya pulang saat liburan semester lalu. Setelah itu kami kembali berpisah dan ini sudah masuk hitungan bulan ke empat. Selama ini kami hanya bisa menyapa lewat udara. Bertukar kabar dan cerita. Dari istri saya tau anak-anak tumbuh dan berkembang dengan baik. Anak pertama Shumaila sebentar lagi akan berulang tahun yang ke tiga.  Dia sudah pintar berhitung dari satu sampai sepuluh, bernyanyi, menghafal doa-doa. Bahkan terakhir istri juga mengabarkan jika Shumaila pintar bercerita dari buku yang dipenuhi gambar. Saya bersyukur ia tumbuh dengan begitu cepat. Sedangkan adiknya Saiba sedang belajar duduk dan merangkak dengan tubuhnya yang semakin gempal karena asupan ASI.

Pernah suatu hari seorang teman bertanya, apakah saya rindu dengan keluarga. Berhadapan dengan pertanyaan itu maka saya menjawab “Apakah ada kata lain di atas kata rindu. Jikapun ada, itu tetap tidak bisa menggambarkan suasana hati saya”. Agak melankolis memang, tapi seperti itulah gambaran perasaan seorang Ayah yang jauh dari anak-anaknya. Jika ada kesempatan maka saya ingin sekali pulang. Memeluk anak-anak, mendengar celotehan Shumaila, menggendong Saiba bahkan mengajak mereka menikmati pasir putih pantai Lampuuk yang terkenal indah. Apalagi pertengahan Juni nanti akan masuk bulan puasa. Waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga. Tapi bukannya tiket pesawat semakin mahal mendekati lebaran. Jujur saja, saya sempat pusing memikirkan masalah ini.

Saban hari saya terus mengecek perkembangan harga tiket melalui applikasi traveloka dari handphone saya. Kenapa traveloka, karena hanya traveloka yang menyajikan harga tiket pesawat paling murah dengan cara yang paling mudah. Bahkan kombinasi penerbangan antar maskapai yang ditawarkan membuat pelanggan mudah untuk memutuskan terbang dengan pesawat apa.

Di tengah kekhawatiran saya, traveloka hadir membawa kabar gembira. Traveloka ternyata bukan saja menawarkan harga tiket murah tetapi juga tiket pesawat gratis. Ya gratis alias tidak perlu bayar! Traveloka memberikan 20 tiket gratis Citilink PP kelas ekonomi untuk sepuluh orang yang beruntung. Mereka adalah para pemenang lomba menulis dengan tema “Andai bisa terbang gratis, Aku akan menemuinya”.  Ini adalah lomba menulis yang dilaksanakan dari tanggal 25 mei hingga 8 Juni 2015. Jika anda tertarik untuk mencoba peruntungan silahkan berkunjung di sini untuk memperoleh info lengkapnya.  sedangkan contoh artikelnya dapat dilihat disini

Citilink di Bandara Sepinggan Balikpapan

Citilink di Bandara Sepinggan Balikpapan

 

Berbicara Citilink saya sudah beberapa kali terbang dengan maskapai ini. Terakhir saat saya berangkat dari Yogyakarta menuju Balikpapan untuk sebuah urusan. Dengan menggunakan pesawat baru jenis Airbus A320, satu jam perjalan menjadi sangat cepat karena rasa nyaman yang diberikan oleh maskapai berwarna hijau ini. Ditambah lagi awak kabin yang ramah serta pantun pada saat mendarat yang membuat para penumpang tersenyum bahkan beberapa tampak tertawa.

IMG_20150601_101526     IMG_20150601_114422     IMG_20150601_101235

Rencananya saya akan pulang pada Ramadhan ini karena ujian semester telah selesai. Tetapi saya tidak akan langsung ke Banda Aceh. Dari Yogyakarta saya akan mendarat di Medan. Berbelanja beberapa kebutuhan untuk lebaran nanti. Maklum di Medan harganya jauh lebih murah. Meski memiliki saudara di sana namun saya memilih untuk menginap di hotel.  Alasannya sederhana, saya tidak ingin membuat mereka repot. Saya akan menginap di Swiss BelInn Medan yang juga saya pesan dari applikasi traveloka. Kenapa Swiss BelInn, sebab biaya per malamnya sangat terjangkau. Padahal lokasinya berada di tengah kota sehingga mudah untuk kemana saja. Belum lagi lokasinya juga berada dekat dengan Merdeka Walk dan Stasiun Kereta.  Mereka yang pernah menginap di sana mengaku puas dengan pelayanan dan fasilitas yang tersedia.  Pengalama mereka tersimpan baik dalam review yang ada dalam applikasi Traveloka. Jika semua urusan di Medan selesai saya akan lanjut terbang ke Banda Aceh untuk bertemu keluarga tercinta. Melepas segala rindu dari seorang Ayah.

 ***







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

7 Comments

  1. Hafiizh Maulana 04/06/2015 at 16:24

    duhh serunya yang menanti kepulangan, ketemu keluarga tercinta nih.. Asikk, traveloka memang ngerti banget rindu ayah buat anak2nya. moga menang yahh, bawa segudang kerinduan ayah dengan terbang brsama citilink :D

    • Ariel Kahhari 05/06/2015 at 01:43

      HAhaha iya nih.kangennya udah sampe ke ubun ubun…

  2. dony prasetyo 04/06/2015 at 13:46

    Walaupun saya belum menikah.. tapi saya bisa merasakan “rasa” dari cerita bapak.
    Ceritanya tulus banget dan cinta kasih seorang ayah terpancar dr ceritanya. Semangat terus pak… semoga cpt merampungkan pasca sarjananya. Dan kembali “pulang”

    • Ariel Kahhari 04/06/2015 at 13:58

      Makasih dony sudah berkenan berkunjung…doakan semoga bisa pulang dengan citilink he he

  3. dj 04/06/2015 at 01:28

    tullisan yang menyentuh hati :’)

    • Ariel Kahhari 04/06/2015 at 01:40

      Ayah nya lagi curhat soalnya heheh.. makasih sudah berkunjung

  4. ummu shumaila 01/06/2015 at 06:01

    Melankolis bingits…

Leave A Response