Monday 23rd October 2017,
Arielogis

Sosok Miska Dalam Politik Indonesia

Ariel Kahhari 11/07/2014 Suara Langit 8 Comments
Sosok Miska Dalam Politik Indonesia
Miska

Miska

Kenal Miska? Dia salah satu pemeran dalam sinetron Cinta Fitri. Sinetron fenomenal di Indonesia karena diproduksi hingga beberapa season. Sinetron ini ditayangkan selama empat tahun. Dibagi ke dalam tujuh season dan 1002 episode. Sejumlah nama berhasil dilambungkan seperti Teuku Wisnu yang berperan sebagai Farel, Shireen Shungkar sebagai Fitri dan Dinda Kanya Dewi sebagai Miska.

Sinteron ini berhasil menarik banyak perhatian dan tentu saja sangat menguntungkan. Akting pemerannya dan alur cerita disebut sebagai salah satu pemikat. Termasuk lakon Miska yang berperan antagonis. Dalam sinetron ini Miska memiliki sifat culas, licik, suka mengadu domba dan perangai jahat lainnya. Salah satu aktingnya seperti berpura-pura hamil hasil hubungan gelapnya dengan Farel atau niat jahatnya menguasai harta warisan keluarga Hutama. Bahkan dalam satu season Miska berhasil memperdaya Ibu Farel sehingga mengusir anak kandungnya keluar dari rumah.
Wajar jika kemudian banyak penonton terbawa emosi. Bahkan kekesalan itu terbawa dalam dunia nyata. Saat menggelar nonton bareng “Cinta Fitri season lima” di sebuah Mall, Miska sempat diserang banyak tangan jahil. Mulai dari cakaran, tarikan rambut hingga tamparan. Masyarakat sepertinya kesal betul dengan akting Miska. Padahal ini hanyalah sebuah sinteron. Rekayasa cerita untuk mendulang keuntungan.
Harus diakui banyak orang di negeri ini yang menyukai sinetron. Namun banyak pula yang membencinya. Alasannya mulai dari plot cerita yang tidak jelas, berputar-putar atau lakon pemeran yang dibuat lebay. Bahkan sangking kesalnya dengan kualitas sinetron di Indonesia, Komisi Penyiaran Indonesia KPI harus merilis beberapa judul sinetron yang tidak layak untuk ditonton.
Meski di benci, namun tanpa kita sadari ternyata kelakuan Miska kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. termasuk dalam dunia politik, khususnya menjelang pilpres lalu. Ada kubu capres yang merasa dizalimi, difitnah, dikerjain dan dihajar habis habisan. Mereka dikenal sebagai pengusung slogan “ play victim”. Menodai diri sendiri untuk meraih simpati. Padahal dibalik itu mereka juga menyusun rencana “jahat”. Persis seperti Miska.
Mungkin di indonesia cara seperti ini memang mudah meraih simpati. Dikasihi lalu mendapat puji. Seperti Miska yang mendapat rasa iba dari keluarganya Farel setelah menunjukkan lakon baik dan terzalimi. Yah mau bagaimana lagi. Indonesia ini beberapa bagiannya memang seperti sinetron. Alur cerita yang terkadang membingungkan atau peran antagonis yang malah terlalu menguasai. Kondisi ini semakin diperparah oleh kebiasaan publik Indonesia yang mudah terbuai dengan sinetron yang sebenarnya membosankan.

***







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

8 Comments

  1. winnymarch 27/07/2014 at 00:21

    iya juga sih ironisnya yg peran jelek2 yg dicontoh ya

  2. KitabMaop 21/07/2014 at 02:39

    pileg 2019 kalau sinetron ini masih lanjut, mungkin saja Miska akan jadi caleg ya..

  3. helmkoening 14/07/2014 at 10:24

    hahaha.. gak jadi ku baca lah #CintaFitri tertanya :D

  4. Fardelyn Hacky 11/07/2014 at 22:15

    Iyaaa…ini mah review Sinetron, bukan bahas politik :p
    Tapi kalau bahasan politiknya lebih panjang, baru deh kerasa lagi mbahas politik

  5. Backpacker cilet-cilet 11/07/2014 at 21:22

    Ini review sinetron rupanya. hahahaha…

  6. Mira 11/07/2014 at 16:36

    Bagian sinetronnya kebanyakan..kirain cuma ilustrasi singkat trus banyak bahas politik :D

    • arielkahhari 11/07/2014 at 16:45

      Hahha banyak rakyat indonesia yg lupa. Jd harus kita ingat kan

Leave A Response