Tuesday 21st November 2017,
Arielogis

Setahun Dream

Ariel Kahhari 27/04/2015 Fiksi No Comments
Setahun Dream

Kita patut berbangga hati karena menjadi orang Indonesia dan tinggal di Negeri Nusantara. Negara demokratis dengan umat Islam terbesar di dunia. Seiring bergulirnya era reformasi, publik berkesempatan untuk bicara, menulis, mengkritisi apa saja. Walaupun kebebasan itu kini memunculkan sejumlah persoalan baru. Media dengan mudahnya menghadirkan content yang mengumbar syahwat, kekerasan dan jauh dari nilai-nilai humanis. Karenanya kita bersyukur ketika satu persatu media Islam hadir memberi warna lain. Dan salah satunya adalah Dream!

Dream merupakan Website yang paling tepat untuk dijadikan sebagai rujukan. Di sini semua tersedia dengan lengkap dan tertata dengan begitu apik. Komposisi warna dan gambar yang dipilih pun membuat setiap pengunjung betah untuk berlama-lama. Tidaklah berlebihan jika menyebut website Dream sebagai “pintu kemana saja”. Sebab memang hanya dengan satu klik kita bisa kemana saja. Ingin tau resep atau tips memasak tinggal klik “Culinary”. Ingin paham tentang dunia ekonomi bisnis tinggal klik “Dinar”, atau ingin tampil cantik dan menawan, sederetan tipsnya terpampang nyata di “Life Style”. Yang jelas Dream menyediakan banyak kolom yang tentu saja memberikan informasi bermanfaat.

Namun bagi saya salah satu kolom yang paling menarik adalah “Jejak”. Dalam kolom ini, Dream berhasil mengetengahkan banyak kisah hikmah seperti trend Islam di sejumlah negara yang terus bertumbuh, hingga cerita balik layar seorang mualaf. Untuk yang satu ini saya tidak bisa menutupi rasa haru saat membaca kisah Yohana Na’tonis.

Ia adalah Seorang gadis asal Nusa Tenggara Timur. Niat awal hanya ingin mengunjungi sang kakak di Kampung Quran OeUe membuatnya malah mengenal Islam lebih dalam. Bertempat di Masjid Kampung Quran OeUe, Yohana mengucapkan dua kalimat syahadat dan berganti nama menjadi Nurhasanah Na’tonis. Prosesi yang menjadi tonggak sejarah kehidupan baru Nurhasanah ini sontak membuat ratusan warga yang hadir menangis haru dan bertakbir.

Dalam pandangan saya, cara penyajian kisah di atas telah menunjukkan bahwa Dream adalah website yang berkelas. Bukan hanya soal tampilan dengan perpaduan warna, font tulisan yang mudah dibaca atau pilihan gambar yang menarik. Tapi Dream juga berhasil menulis kisah dengan begitu runut dan melibatkan “hati” di dalamnya.

DReam

Tapi kalau boleh sedikit memberi masukan, Karena Dream cenderung mengetengahkan perkembangan dunia Islam, ada beberapa informasi yang menurut saya kurang cocok untuk dihadirkan. Misalnya tentang kisah Pangeran Charles dan Putri Diana yang memiliki anak rahasia atau tentang kisah seorang pria yang sengaja membuat memergoki pacarnya berselingkuh. Biarlah berita sejenis itu menjadi garapan media lain. Tapi tidak untuk website Dream yang bertaqline “Muslim Lifestyle’. Biarkan Dream hadir dengan berita dan informasi keislaman yang menyejukkan. Masukan lainnya adalah masih ada informasi yang salah letak. Misalnya adalah informasi pengeboman KBRI Yaman yang masuk pada kolom “Lifestyle” seharusnya di kolom “News”.

Namun terlepas dari beberapa catatan di atas, sebagai pendatang baru Dream sudah mulai menunjukkan posisinya, dan Dream berada di tempat yang tepat. Selamat Milad untuk Dream yang ke-satu tahun. Terus berkarya, semoga bisa selalu hadir menyampaikan banyak kisah inspiratif, cerita hikmah kepada siapa saja hingga waktu yang sangat lama.

***

tulisan ini diikutsertakan dalam lomba #SETAHUNDREAM







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

Leave A Response