Wednesday 22nd November 2017,
Arielogis

Sensasi Nasi Goreng Kambing ala Pak Beni

Ariel Kahhari 04/11/2014 Melintas Batas, Yogyakarta 7 Comments
Sensasi Nasi Goreng Kambing ala Pak Beni
Nasi goreng kambing dengan rasa rempah

Nasi goreng kambing dengan rasa rempah

Salah satu makanan favorit saat masih berada di Banda Aceh adalah nasi goreng kambing. Biasanya saya beli di kawasan Peunayong dengan harga 25 ribu rupiah. Memang harganya lumayan fantastis untuk sebungkus nasi goreng. Tapi cita rasanya yang gemilang membuat harga tak jadi soal.  Namun tiap kali membeli nasi goreng jenis ini, istri pasti mewanti wanti. Ingat kolestrol Ayah. Jika sudah diingatkan seperti ini saya hanya bisa mengeluarkan kalimat pamungkas. “Anggap aja ini obat kolestrol Bunda, Bismillah”.

Sejak berada di Yogya nasi goreng kambing adalah makanan yang paling saya rindukan. Dan beruntung setelah tiga bulan menetap di sini akhirnya saya bisa kembali menikmatinya. Semua berkat Dian. Temen kampus asal Riau yang doyan makan. Dia paling tau tempat makanan enak di Yogya. Hebatnya meski suka makan badannya tetap saja kurus.

Sore itu setelah belajar kelompok menghadapi Ujian Tengah Semester kami pun menuju ke kawasan Gejayan. Penentuan lokasi ini dilakukan melalui proses musyawarah yang cukup alot. Teman-teman yang suka jajan menawarkan banyak tempat. Tapi semuanya bersepakat jika sore itu menu yang hendak disantap adalah nasi goreng. Namun karena mengingat lokasinya yang dekat dengan tempat belajar dan ditambah lobi-lobi Dian yang cukup kuat, akhirnya kami memilih Warung Pak Beni. Mengenderai motor kami pun menuju ke sana.

Penampakan Warung Pak Beni ternyata tidak begitu mewah tetapi lumayan luas untuk menampung pengunjung yang datang. Warungnya terdiri dari dua ruang. Sebuah ruangan disulap sebagai tempat memasak, menyajikan makanan serta di penuhi beberapa meja dan kursi. Sedangkan ruangan satunya lagi, setengahnya digunakan sebagai garasi rumah. Sisanya diisi dengan tempat duduk dan meja. Kami memilih duduk di ruangan kedua.  Tak lama Pak Beni datang dan mengantarkan menu. Saya dan Abi sang ketua kelas memilih nasi goreng kambing. Sedangkan lainnya memilih nasi goreng sapi.

Warung Pak Beni memang menjual banyak varian nasi goreng. Mulai dari Nasi goreng kambing, sapi, nasi goreng polos dan beberapa varian lainnya. Harga nasi goreng juga bervariasi. Antara 12 ribu hingga 19 ribu. Nasi goreng campur jumbo dan nasi goreng daging double jumbo adalah jenis nasi goreng dengan harga paling mahal. Kebayang sih sebesar apa porsinya. Sudah double jumbo lagi.

Daftar menu dan harga.

Daftar menu dan harga.

Karena sore itu warung masih sepi, tidak perlu menunggu lama untuk menikmati nasi goreng. Kebulan asap tampak dari gundukan nasi yang warnanya sedikit menguning. Meski daging kambingnya berukuran kecil dan tidak terlalu banyak tetapi rasanya jangan ditanya. Terlalu maknyus untuk dijelaskan. Ternyata warna kuning pada nasi goreng dihasilkan dari campuran rempah. Menurut Pak Beni, jika bumbu nasi goreng didatangkan langsung dari Jakarta. Wuih jauhnya.

Ada yang menarik dengan tampilan nasi gorengnya. Meski memesan nasi goreng sapi atau kambing ternyata Pak Beni tetap menyajikan telur mata sapi. Ini adalah “bonus” yang tetap dihidangkan meski tidak dipesan. Sensasi nasi goreng kambing akan lebih terasa jika dicampur dengan acar timur dan potongan kecil cabe rawit. Sensasi rasa pedasnya akan menambah selera makan. Untuk minumannya tersedia teh hangat, es teh (teh dingin) atau es jeruk dengan harga yang terjangkau. Dijamin semuanya akan terasa lebih sempurna.

Entah karena sedang lapar, saya menyantap nasi goreng dalam sekejap. Habis tak tersisa. Ternyata tidak hanya saya, teman-teman yang lain juga menikmati nasi goreng Pak Beni. Sore itu saya dan teman-teman merasa beruntung. Selain bisa menikmati enaknya nasi goreng kambing, seorang teman sedang berbaik hati. Dany anak Padang berdarah Sunda membayar semua tagihan.

“Kemarin saya ulang tahun” kata Dany sambil mengeluarkan dompet tebal. Tidak terlalu jelas tebal dengan uang atau struk belanjaan hehhe. Kalau tau ujungnya seperti ini, tadi saya akan memesan nasi goreng kambing untuk di bawa pulang. Hmm.. Dany Dany..

Karena mengingat jumlah tamu yang datang semakin banyak dan jumlah kursi yang terbatas, kami pun memilih pulang. Sebelum meninggalkan warung, saya sempat berbincang dengan Pak Beni. Sambil membersihkan meja beliau mengaku jika warungnya mulai dibuka sejak pukul lima sore dan ditutup hingga pukul 12 malam. Ketika disinggung berapa banyak jumlah porsi nasi goreng yang terjual setiap harinya beliau enggan menjawab. Katanya beliau tidak pernah menghitung.

Piring kosong

Ludes seketika. piringnya ngak perlu dicuci lagi.

Ya bisa jadi beliau memang menghindari pertanyaan seperti ini. Khawatir jika saya mulai menghitung keuntungan yang beliau peroleh. Tapi meski beliau bungkam saya meyakini jika warung ini memiliki omset besar. Saya bisa pastikan dari banyaknya pengunjung yang datang serta sebuah mobil baru yang di parkir di dalam warung yang ditutupi sehelai kain. Meski Warung Pak Beni tampak sederhana tetapi nasi gorengnya menyimpan banyak cita rasa. Kalau ke Jogya jangan lupa singgah kemari ya.

***







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

7 Comments

  1. Emi S 16/04/2015 at 05:29

    lezat banget keliatannya mas, sayang ditempat sy jarang ada yg jual nasi goreng kambing :(

  2. Ari 06/11/2014 at 22:57

    Nyaaaammm.. Enak banget kayaknya Bang. Enak mana sama nasgor kambin Aceh?

    • Ariel Kahhari 08/11/2014 at 04:41

      Kalau yg di Aceh rasa rempah lebih kerasa. Trus potongan daging kambing muda nya lebih banyak. Harganya lebih mahal hahaha

  3. tunis 04/11/2014 at 12:53

    nyan.. kana rumoh baro, pajan na undangan khanduri peusijuek?

    • Arielkahhari 04/11/2014 at 14:49

      Kalau khauri dengan nasi goreng kambing jeut?? Hahaha

  4. ummu shumaila 04/11/2014 at 11:28

    Hm……. daging kambing y..

    • Arielkahhari 04/11/2014 at 14:50

      Hahhaha insyaAllah jd obat bunda. Yg penting bunda perbanyak doa aja ya.

Leave A Response

Click here to cancel reply.