Selebrasi Lulus Ujian Nasional (taken from aceh.tribunnews.com)
Selebrasi Lulus Ujian Nasional (taken from aceh.tribunnews.com)

Sebenarnya suka kesal sendiri melihat tingkah polah anak-anak SMA sederajat yang lulus Ujian Nasional. Cara mereka berselebrasi terkadang suka lebay. Kalau corat coret baju mungkin sudah menjadi penyakit lama. Budaya salah yang berlaku sejak masa lampau. Tapi kalau budaya kebut-kebutan di jalan raya atau sampai membuka jilbab, ini kan parah!

Padahal dulu sebelum mengikuti Ujian Nasional, para siswa mendadak menjadi alim. Mulai dari membaca surah yasin hingga melantunan zikir dengan suara membahana menembus langit. Kalau perlu taubat nasuha sambil nangis darah. Bahkan ada pula siswa yang melakukan ruwatan ngalap berkah serta kemudahan saat ujian nanti. Nah pas lulus?

Sebenarnya pihak sekolah juga gusar dengan fenomena ini. Buktinya beragam cara dilakukan supaya kegiatan corat coret baju berkurang kalau perlu punah sekalian. Meski usaha ini kebanyakan gagal namun langkah pihak sekolah ini patut di ancungi jempol.

Misalnya kebijakan sekolah yang mewajibkan siswanya menggunakan jas dan kebaya saat melihat pengumuman Ujian Nasional. Pihak sekolah berkeyakinan jika siswa tidak mungkin nekad mencorat coret baju kebaya atau jas. Apalagi jika itu barang sewaan. Tapi kalau tetap nekad yaahh paling gurunya cuma bisa ngelus dada.

taken from theglobejournal.com
taken from theglobejournal.com

Selain itu ada juga sekolah yang sengaja menyediakan kain putih panjang untuk di corat coret siswa. Bahkan ada pihak sekolah yang mengumumkan kelulusan Ujian Nasional melalui website sekolah, melalui pos dan menggelar pertemuan dengan mengundang orang tua siswa.

Tapi ternyata siswa lebih pintar. Ada saja celah yang mereka temukan sehingga budaya selebrasi saat pengumuman hasil Ujian Nasional tetap dapat dilakukan. Meski berpakaian bebas dan di dampingi orang tua saat pengambilan surat kelulusan UN, para siswa tau kapan moment tepat untuk melakukan selebrasi.

Memang tidak semua siswa bereaksi negatif seperti itu. Banyak juga siswa yang lulus Ujian Nasional merayakannya dengan hal positif. Seperti mengumpulkan pakaian seragam untuk kemudian disumbangkan. Ada juga siswa yang melaksanakan sujud syukur berjamaah. Bahkan sejumlah sekolah menganjurkan para siswa untuk shalat dhuha dan memperbanyak zikir sambil menunggu pengumuman kelulusan Ujian Nasional. Mendidik sekali bukan!

Hingga kini memang Ujian Nasional masih menjadi momok yang menakutkan. Tidak hanya bagi siswa. Para guru, Kepala sekolah hingga orang tua siswa juga merasa panik menghadapi Ujian Nasional. Maka  lulus Ujian Nasional adalah  kado istimewa. Namun para siswa yang lulus jangan lupa, jika perjalanan mereka masih panjang. Lulus Ujian Nasional bukan akhir dari segalanya. Malah dari titik itulah semua akan bermula.

Bukan ingin sok bijak. Tapi jika ingin lihat bagaimana wajah bangsa kita sepuluh atau dua puluh tahun ke depan lihat saja generasi mudanya sekarang.  Selebrasi Lebay bukan tidak mungkin melahirkan masa depan bangsa yang lebay pula. Merasa hebat padahal kosong!

***