Wednesday 20th September 2017,
Arielogis

Selalu Sehat ya Bang Patrice

Ariel Kahhari 16/10/2015 Suara Langit 3 Comments
Selalu Sehat ya Bang Patrice

Saya bukan termasuk yang aktif berkicau di twitter. Kalaupun menyukai media sosial saya lebih memilih facebook sebab punya ruang yang lebih besar untuk menyampaikan ide atau bahkan sesekali menebar curhat. Di twitter ruangnya terlampau dibatasi. Susunan kalimat hanya boleh beberapa karakter saja. Bisa jadi keengganan saya juga karena jumlah follower yang terbatas jika tidak ingin disebut sedikit.

Namun entah mengapa tiba tiba saya tertarik mengintip si burung biru setelah seorang teman mengirimkan sebuah screenshot. Ini tentang kicauan Patrice Rio Capella, politisi Nasdem. Partai baru yang pada pemilu lalu mengguncang dunia perpolitikan Indonesia. Memang Bang Patrice sudah tidak lagi menjadi bagian dari partai tersebut. Ia memilih mundur, tidak hanya sebagai Sekjen partai namun juga dari keanggotan di gedung dewan. Ia memilih fokus menyelesaikan persoalan hukum yang menjeratnya. Patrice menjadi tersangka karena diduga menerima gratifikasi dalam proses penanganan perkara bantuan daerah, tunggakan dana bagi hasil dan penyertaan modal sejumlah badan usaha milik daerah di Sumatera Utara.

Saya ingin kembali bercerita tentang screenshot tadi. Ada yang menarik dari gambar tersebut. Bang Patrice pernah berkicau. “ Ingat Lebaran idul Adha, ingat korupsi sapi”. Tidak usah berdebat, kita tau kemana kalimat Bang Patrice ingin dilabuhkan. Potongan kalimat singkat itu mengundang banyak respon. Ada yang senang, ada pula yang mengaku prihatin. Namun seperti termakan oleh karmanya sendiri, Bang Patrice ikut tersandung masalah. Memang proses ini masih panjang dan terlalu dini untuk mencerca atau menghakimi. Di negeri ini kita dikenali dengan kalimat “praduga tak bersalah”. Patrice berhak membela diri hingga tirai kebenaran tersibak jelas.

2015-10-16 07.41.21

Kita harus banyak belajar dari seorang Patrice Rio Capella. Ternyata menunjuk itu hanya mengarahkan satu jari kepada orang lain sedangkan empat lainnya malah mengarah pada tubuh kita. Lisan adalah deretan kata yang keluar dari organ yang tak bertulang. Tak bisa dibendung kalau sudah mengalir ke luar. Sulit untuk menyembuhkan kalau mulai ada yang tersakiti. Benar apa yang diajarkan oleh agama, bahwa untuk tidak berbicara kecuali dengan pembicaraaan yang baik, yaitu pembicaraan yang sudah jelas maslahatnya dan kapan saja dia ragu terhadap maslahatnya, janganlah dia berbicara.

Sayang seribu sayang seorang politisi sekaliber bang Patrice pernah berkicau dengan kalimat yang sebenarnya bisa ia simpan dalam buku diary. Mengapa? Sebab politisi memang rentan dari kesalahan, kekeliuran bahkan fitnah. Para politisi tidak perlu menjaring jala keburukan orang lain sebab kondisi yang sama bisa saja berpulang pada diri sendiri. Ibarat roda yang berputar, pasti kembali pada titik awal dimana ia bergerak. Dan ini juga berlaku untuk kita semua.

Kami tidak saling mengenal. Tidak pernah bertatap muka secara langsung selain dari layar kaca. Tetapi saya hanya ingin menyampaikan sebuah kalimat yang juga telah saya titipkan pada akun beliau. “Senantiasa sehat bang”. Ini bukan kalimat hiperbola apalagi sarkasme. Kita tau jika berurusan dengan KPK  akan menguras banyak energi. Penyakit lama bisa mendadak kambuh. Sehat fisik, mental, psikologis dan serupa dengannya adalah keharusan. Urusan hukum akan menyita perasaan, rasa tenang, kenyamanan bahkan ikut serta menyeret keluarga. Kita tidak pernah tau bagaimana cerita ini akan berakhir. Yang jelas setiap kebaikan ataupun keburukan harus mendapat balasan setimpal. Jika bang Patrice tidak bersalah maka ia berhak melenggang sebagai seorang yang merdeka. Tapi jika tidak, tentu saja beliau harus bertanggungjawab. Ikut meringkuk dalam ruang dingin bernama penjara. Selalu sehat ya Bang Patrice sebab cerita ini masih panjang.

 ***

Jika berkenan silahkan di share tanpa harus dicopy ke laman lain selain arielogis.com

Yogyakarta, 16102015







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

3 Comments

  1. Musthafa Kamal 17/10/2015 at 10:31

    Very like this…moga sehat…

  2. Bai Ruindra 16/10/2015 at 10:22

    saya suka kalimat terakhir artikel ini!

Leave A Response

Click here to cancel reply.