Tuesday 21st November 2017,
Arielogis

Rehabilitasi, Upaya Memanusiakan Penyalahguna Narkoba  

Ariel Kahhari 15/06/2015 Suara Langit 5 Comments
ilustrasi penyalahguna narkoba (taken from pemasyarakatan.com)

ilustrasi penyalahguna narkoba (taken from pemasyarakatan.com)

Indonesia darurat Narkoba. Kalimat yang kerap didengungkan ini tidaklah berlebihan. Coba kita simak data yang dirilis oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Sepanjang tahun 2015 sebanyak 12.044 orang meninggal dunia akibat penyalahgunaan narkoba. Ini artinya setiap hari Indonesia harus kehilangan sekitar 33 orang penduduknya. Bahkan fakta yang lebih mengejutkan terjadi pada tahun 2014. Tahun lalu angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba menunjukkan peningkatan. Jumlah penyalahguna Narkoba tahun 2014 diperkirakan mencapai angka 4 juta jiwa. Jumlah ini setara dengan 2,18 % dari jumlah penduduk Indonesia. Kerugiannya pun tak tanggung-tanggung mencapai hampir Rp.63,1 trilyun.

Peningkatan pecandu narkoba tidak terlepas dari meningkatnya jumlah peredaran narkoba itu sendiri. Dan kini, Indonesia telah menjadi salah satu jalur utama dalam perdagangan obat terlarang tersebut. Demikian yang pernah diungkapkan Troels Vesper Koordinator UNODC untuk Indonesia. UNODC adalah lembaga dunia yang didirikan pada tahun 1997 bertujuan  dalam memerangi obat-obatan terlarang dan kejahatan internasional. Menurutnya banyaknya narkoba yang diperdagangkan dan diselundupkan oleh sindikat internasional, karena adanya permintaan yang cukup tinggi dan Indonesia memiliki populasi anak muda yang besar dan menjadi pasar narkoba yang besar pula.  Tantangan dalam menyelesaikan masalah narkoba menjadi semakin sulit karena organisasi sindikat internasional dijalankan dengan sangat rapi dan beroperasi dari beberapa negara. Mereka memanfaatkan pengawasan perbatasan yang lemah, karena banyak kapal yang bisa beroperasi melewati laut tanpa adanya pengawasan.

Menghadapi realita ini Pemerintah Indonesia sebenarnya tidak tinggal diam. Berbagai cara telah dilakukan, mulai yang bersifat preventif hingga penindakan. Kasus terakhir misalnya eksekusi mati kepada para pengedar narkoba. meski ditolak banyak pihak, pemerintah Indonesia tetap tidak bergeming. Mereka tetap dieksekusi. Penegakan hukum ini sebagai signal kepada siapa saja bahwa narkoba adalah musuh utama Indonesia. Pengedar, siapapun dan darimanapun ia harus bertanggungjawab atas apa yang telah dilakukannya.

 

Penyebaran narkoba di seluruh dunia hingga tiba di Indonesia (http://static1.businessinsider.com/)

Penyebaran narkoba di seluruh dunia hingga tiba di Indonesia (http://static1.businessinsider.com/)

Program Rehabilitasi 100.000 Penyalahguna Narkoba

Narkoba tidak saja mengancam jiwa, tapi rentetannya sangatlah panjang. Orang tua dengan pengaruh narkoba mudah menelantarkan anak-anaknya seperti kasus di Cibubur. Suami berpotensi melakukan KDRT sehingga membuat rumah tangga hancur berantakan. Anak-anak kehilangan masa depan. Kondisi buruk ini pada akhirnya akan berakumulasi menjadi masalah bagi negara. Kondisi paling pahit adalah masa depan Indonesia yang mengkhawatirkan. Mereka yang hari ini mengkonsumsi narkoba, bukan tidak mungkin akan mengisi pos-pos penting negara di masa depan kelak.

Ancaman mengerikan ini sepertinya difahami betul oleh pemerintah Jokowi JK. Presiden memerintahkan BNN untuk membuat program Rehabilitasi 100.000 Penyalahguna Narkoba. Tujuannya adalah untuk mengrehabilitasi 100.000 orang pencandu dan penyalahgunaaan di tahun 2015. Presiden memahami jika pecandu adalah korban yang harus diselamatkan. Mereka tidak layak menghabiskan waktunya jauh dari keluarga di balik jeruji penjara. Pendekatan antara pengedar dan penyalahguna narkoba tentu saja berbeda. Merehab para pencandu jauh lebih humanis dibandingkan harus memenjarakan mereka. Sejumlah negara di dunia pun juga melakukannya.

Seperti di California tepatnya di Promises, pantai Malibu. Lokasi ini memang terkenal sebagai destinasi wisatawan di California. Promises didesain seperti sebuah villa mewah menghadap langsung ke Samudera pasifik dan dikelilingi Pegunungan Santa Monica. Area sekitarnya sangat terpencil dan jarang dikunjungi sehingga cocok menjadi tempat rehabilitasi. Bahkan tempat ini juga pernah dijadikan sebagai rehabilitasi para artis yang terjerat narkoba seperti Ben Affleck dan Tommy Lee.

Selain Promises juga ada Infinite Horizons yang berada di pulau Koh Samui, Thailand. Pusat rehabilitasi ini juga didesain mewah namun bersifat sangat pribadi karena hanya boleh ada enam tamu dalam sekali waktu. Di pusat rehablitasi ini, keindahan laut Andaman dan pantai pulau Koh Samui diharapkan dapat membantu proses penyembuhan para pecandu narkoba.

Infinite Horizons Alcohol and Drug Rehab Center, Koh Samui Thailand

Infinite Horizons Alcohol and Drug Rehab Center, Koh Samui Thailand

Memanfaatkan keindahan alam memang menjadi salah satu pola dari pusat rehabilitasi pecandu narkoba. di Indonesia kita punya pusat rehabilitasi Penanganan Korban Narkoba Lido yang terletak di desa Wates jaya, Bogor. Lido merupakan pusat rehabilitasi narkoba terbesar di Asia Tenggara. Di dalamnya terdapat asrama dan sarana penunjang lainnya.

Namun tidak bisa ditampik jika kita masih kekurangan tempat rehabilitasi. Untuk menyelesaikan masalah tersebut dilakukanlah sejumlah langkah. Termasuk membangun kemitraan antara BNN dengan TNI dan Polri. Tempat pusat pendidikan yang dimiliki TNI dan Polri yang tersebar di seluruh Indonesia seperti Rindam TNI dan SPN Polri akan dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan program rehabilitasi bagi para pengguna narkoba. Pola kerjasama lintas lembaga ini juga telah dipraktekkan di Thailand. Negeri Gajah Putih ini mampu merehabilitasi pengguna narkoba yang jumlahnya kurang lebih 350.000 jiwa dengan memanfaatkan tangsi-tangsi milik militer dan polisi. Pola ini selain lebih efektif juga lebih efesien, mampu menghemat anggaran negara.

Ganja yang dicampur dalam brownis (taken from http://portal-berita.com/)

Ganja yang dicampur dalam brownis (taken from http://portal-berita.com/)

Dari 100.000 jiwa yang akan direhabilitasi, 1640 jiwa berasal dari Aceh.  Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah yang sebenarnya. Di Aceh sendiri, lokasi rehabilitasi akan dilakukan disejumlah tempat, ada yang bersifat rawat inap dan rawat jalan.

Untuk Instansi Rawat Inap berlokasi di :

  • Lapas Klas II A Banda Aceh
  • Lapas Klas III Narkotika Langsa
  • SPN Seulawah dan Rindam Iskandar Muda

Sedangkan untuk Instansi Rawat Jalan berlokasi di:

  • RSU Dr. Zainoel Abdin
  • RSU Meuraxa (Kota Banda Aceh)
  • RSU Langsa
  • RSU Sabang
  • RSUD Kota Subulussalam
  • RSU Kutacane
  • RSUD dr. Zubir Mahmud (Idi Rayeuk, Aceh Timur)
  • RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli
  • RSUD Aceh Singkil
  • RSU Dr. H. Yulidin Away (Aceh Selatan)
  • RSUD Tgk. Abdullah Syafii Beureuneun (Kabupaten Pidie)
  • RSU Teungku Peukan (Aceh Barat Daya)
  • RSUM Lapangan (Aceh Tamiang)
  • RSUD Nagan Raya, RSUD Bener Meriah
  • RSUD Kabupaten Aceh Jaya
  • RSUD Pidie Jaya
  • Pukesmas Kota Sigli.
Merehabilitasi penyalahguna narkoba adalah bentuk memanusiakan mereka

Merehabilitasi penyalahguna narkoba adalah bentuk memanusiakan mereka

Program rehabilitasi sama halnya dengan upaya menyelamatkan masa depan Indonesia dan Aceh khususnya. Saya masih ingat dengan pernyataan wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf saat peringatan 9 tahun tsunami di Banda Aceh. Dalam pidatonya beliau mengatakan jika dulu Aceh dan masyarakatnya mampu bertahan dan bangkit dari gelombang tsunami, maka kini Aceh dan rakyatnya harus dapat menghadapi gelombang dalam bentuk lain. Gelombang ini juga amat menghancurkan yaitu gelombang narkoba.

Memang Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati. Tapi faktanya tidak mudah membendung peredaran narkoba yang semakin menjadi. Meski pecandu narkoba adalah mereka yang pernah salah langkah. Namun bukan berarti mereka lupa jalan pulang. Tetap menjadikan Penyalahguna Narkoba sebagai “manusia” adalah sebuah sikap bijak. Sebab mereka berhak kembali, menjalankan kehidupan normal bersama keluarga, teman dan masyarakat.

  ***

Referensi :

http://bnnpaceh.com/2015/05/darurat-narkoba-bukan-hanya-di-indonesia/

http://www.dw.de/pbb-indonesia-salah-satu-jalur-utama-penyelundupan-narkoba/a-18252054

http://bnnpaceh.com/2015/03/daftar-lembaga-rehabilitasi-100-000-penyalahguna-narkoba/

http://lifestyle.okezone.com/read/2013/01/28/409/752674/tempat-wisata-tersohor-jadi-pusat-rehabilitasi-narkoba

http://bnnpaceh.com/2015/03/bnn-akan-gratiskan-rehabilitasi-pecandu-narkoba/

https://www.unodc.org/unodc/en/about-unodc/index.html?ref=menutop

 

tulisan ini diikutsertakan pada lomba menulis ” Indonesia Sehat tanpa Narkoba”

 







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

5 Comments

  1. hayatullah pasee 15/06/2015 at 11:13

    Program hub aceh…

  2. Brave Rikaz 15/06/2015 at 09:04

    Setuju sm kak liza tulisan na manthap….
    Salam Kemanusiaan :)

  3. liza 15/06/2015 at 08:35

    mantap kali bang ariel… sekali cring langsung jadi tulisannya

Leave A Response

Click here to cancel reply.