Tuesday 21st November 2017,
Arielogis

Nyari Musuh Kok di Facebook

Ariel Kahhari 13/02/2014 Suara Langit 15 Comments
Nyari Musuh Kok di Facebook

facebook-icon“Udah daftar Facebook belum?” tanya temanku sumringah .

“Hmm belum” jawabku

Pertanyaan itu dilontarkan seorang teman pada tahun 2008 silam. Waktu itu Facebook belum terkenal seperti zaman sekarang. Kala itu hanya beberapa saja yang memiliki akun FB karena friendster masih menguasai dunia jejaring sosial. [kangen friendster].

Namun kalau sekarang sulit rasanya mencari orang yang tidak memiliki akun Facebook. Bahkan seseorang mampu memiliki akun lebih dari satu. Ada akun pribadi, akun jualan  hingga akun untuk mata matain orang.

Memang sejak berdiri pada tahun 2004 silam, jumlah pengguna situs jejaring sosial Facebook terus meningkat. Hingga saat ini Facebook mengaku telah memiliki sekitar 1,1 miliar pengguna aktif. Menariknya dari jumlah tersebut hanya 889,3 juta pengguna Facebook yang benar-benar manusia. Sedangkan sisanya bukan! Ternyata sekitar  10 persen dari akun jejaring sosial Facebook diisi oleh hewan peliharan, benda, atau merek.

Keperkasaan Facebook memang tidak bisa dibendung. Makin di pepet, Facebook malah makin meluncur tajam meninggalkan pesaingnya. Apalagi kini Facebook makin melonggarkan aturannya. Kalau dulu yang boleh memili akun FB hanya mereka yang sudah berusia diatas 17 tahun. Tapi sekarang dibawah itupun telah dibolehkan. Wajar jika jejaring sosial ini diminati semua golongan.

Memang diakui dengan hadirnya Facebook telah memberi manfaat besar. Semua  urusan menjadi semakin mudah. Informasi tersebar lebih cepat. Teman lama yang menghilang ketemu lagi. Facebook juga mendorong lahirnya komunitas komunitas baru. Karena Facebook, jumlah teman juga semakin bertambah.

Namun harus diakui selain mendapatkan teman, ternyata di FB kita juga dapat menemukan musuh baru. Paling parah itu teman akrab yang akhirnya musuhan. Terkadang masalahnya simple saja. Yang paling sering itu, marahan karena saling berkomentar di status.

Lazimnya narasi yang di upload di FB dibaca sesuai dengan apa yang ditulis. Saya termasuk orang yang tidak suka basa basi kalau memberi komentar di FB. Pernah ditegur oleh seorang teman, katanya komentar saya terkesan jutek padahal niatnya tidak begitu. Sejak itulah kalau menulis komentar, saya kerap membubuhi kata “hehe” atau “haha”. Supaya menunjukan bahwa status ini lucu atau saya sedang bercanda.

Jadi teringat dengan seorang teman yang pernah minta maaf karena dikira saya marah. Soalnya balas komentarnya tanpa haha atau hehe.

find-us-on-facebook

Selain karena salah faham ketika membaca komentar, yang sering membuat seseorang marah bahkan murka di Facebook adalah masalah status. Memang status kadang kadang bikin keki. Misalnya status masalah pernikahan tapi yang ditaq orang orang yang belum menikah. Itu dilakukan berulang ulang. Antara menyemangati atau menyudutkan malah mejadi bias.

“Aku jengah , sekilas mereka pintar (pernah sekolah, kerja juga di tempat yang oke) tapi bikin status provokatif”  kata seorang teman melalui pesan inbox.

Kasus lain yang juga sering membuat tali pertemanan putus adalah persoalan cara pandang terhadap agama, politik hingga kebijakan pemerintah. Kayaknya kalau mereka bertemu di alam nyata besar kemungkinan jambak jambakan, lempar piring dan sebagainya. Belakangan di Facebook muncul isu tentang sunni –syiah, caleg A hantam caleg B, kader partai A hajar kader partai B.

Makanya tidak heran gara gara masalah kecil bisa berakibat fatal. Teman diblock, di remove, kalau perlu dilaporkan ke pihak Facebook supaya akun tertentu di banned.

Uniknya blokir memblokir akun Facebook ini tidak hanya terjadi di level bawah. Level elit pun juga berlaku. Seperti kasus PM Singapura yang menghapus pertemanan dengan presiden SBY. Penyebabnya adalah soal penamaan KRI Usman – Harun.

Usman Haji Mohamed Ali dan Harun Said merupakan dua prajurit Korps Komando Operasi (KKO) TNI AL, yang tewas setelah dihukum mati oleh Pemerintah Singapura pada 17 Oktober 1968. Mereka berdua ditangkap sesudah mengebom MacDonald House di Orchard Road, Singapura.

Aksi Usman dan Harun pada 10 Maret 1965 itu menewaskan tiga orang dan melukai 33 orang lain. Singapura menganggap Usman dan Harun sebagai teroris. Adapun Indonesia menempatkan mereka sebagai pahlawan karena gugur saat menjalankan tugas. Disitulah kontroversi itu bermula.

Makanya di Facebook sekarang muncul trend “S vs S”. Status lawan Status. Ini dilakukan supaya tidak menimbulkan keributan dan salah faham. Sekarang Kalau baca sebuah status lantas membuat emosi dan keki, maka tinggal balas lewat status baru. Biasanya cara ini cukup efektif. Menghindari konflik tapi juga berhasil menyampaikan uneg uneg.

Tapi kalau kembali ke tataran ideal, memang konflik yang muncul karena masalah di Facebook patut dihindari. Sulit dibayangkan kalau duduk di warkop semeja dengan bekas teman karena masalah di FB. Kita kembali saja ke semangat awal, bahwa Facebook adalah wahana untuk dapat teman baru, menyampaikan kabar lebih cepat. Punya akun facebook seharusnya menjadi kesempatan belajar menjadi sosok yang lebih baik dan bermanfaat bagi yang lain. Bukan malah sebaliknya.

Kalau ternyata dengan Facebook malah menambah daftar panjang musuh baru, untuk apa punya Facebook?







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

15 Comments

  1. nurul 08/03/2014 at 20:41

    facebook cuma buat pengumuman ttg kuliah mah skrg haha

    • arielkahhari 09/03/2014 at 06:53

      hahha cukup efektif. apalagi pas pengumumannya “kampus libur ya hari ini..”

  2. amsal 26/02/2014 at 03:53

    Ada benernya juga..pak ariel

  3. faizahzamry 23/02/2014 at 19:25

    bagiku fb tuk silaturahmi,teman2 lama bisa komunikasi lg,sodara yg jauh menjadi dekat,dan jg bisa tuk hilangin suntuk kalo ge dinas jaga malam di rumah sakit

  4. heri 22/02/2014 at 23:03

    aku juga heran, sampe skrg knapa aku d remove d FB..? ini mirip kayk bg ariel nge remove aku bg.. hehehehe bg, ngga add lg heri..??

  5. Liza-fathia.com 21/02/2014 at 23:21

    btw kita ngga berteman di fb kan bang ariel?

    • arielkahhari 21/02/2014 at 23:30

      kita kan saudara di GIB jd ngak nyari musuh hahhah

  6. catatantian 21/02/2014 at 11:20

    ahahah lucu ya punya fb buat nyari musuh, kalau saya sih punya fb buat nyari uang #lho hihi maksudnya jualan online :p … Wkkwkwk

  7. Fardelyn Hacky 19/02/2014 at 15:18

    Hahaaa..hehe…hohoo… wkwkwkk…

  8. Feº A 13/02/2014 at 23:18

    untung kita tidak berteman di fb ya..

Leave A Response