Sunday 24th September 2017,
Arielogis

Mimpi Wagiyo di Idul Adha

Ariel Kahhari 12/09/2016 Suara Langit 4 Comments
Mimpi Wagiyo di Idul Adha

Wagiyo masih terus mencangkul. Menimbun kembali tanah yang sebelumnya ia gali. Sesekali kakinya menginjak-injak timbunan agar lebih padat. Sementara tangannya menyapu peluh yang mengucur hebat.

“Sudah sepekan Pak kerjanya, tapi kalau total sejak Saya datang semuanya sudah dua belas hari” Ujarnya saat ditanya lama kerja di Banda Aceh.

Ia dan teman-temannya terus bekerja menanam pipa kabel PLN sepanjang 800 meter. Tidak banyak bicara. Bila haus mendera mereka menepi sejenak. Meneguk air yang sudah disiapkan lalu kembali bekerja. Memang sebagian lubang sudah ditimbun karena pipa kabel sudah ditanam. Sementara sebagiannya lagi tengah dikerjakan. Mereka mengaku jika menanam pipa kabel listrik jauh lebih ribet dibandingkan pipa PDAM yang lebih cepat untuk ditimbun.

20160911_180459-01

20160911_174736-02

20160911_180634-01
20160911_180643-01

Wagiyo berasal dari Binjai Sumatera Utara. Tapi darah keturunan Jawa masih mengalir kuat. Bicarapun masih menggunakan bahasa Ibu. Ia adalah satu dari 23 pekerja yang bertugas menggali lubang. Perawakannya kecil dengan tubuh yang kokoh. Kulitnya hitam, gosong terbakar matahari. Ia memang tidak lagi muda. Dari raut wajah tampak begitu jelas, bagaimana hidup teramat keras ia jalani. Kami bertemu di sore hari, saat saya berkunjung ke rumah Mak di Beurawe Banda Aceh. Dan ini adalah sehari jelang lebaran Idul Adha.

“Bapak ngak lebaran di kampung?” Tanya saya.

“Pulang Pak, ini kami ngebut sampai nanti malam supaya bisa langsung pulang. Insyaallah besok pagi sudah bisa makan ikan” Jawabnya semangat.

Ikan! Kata itu dua kali ia ucap. Saya tidak begitu paham apa makna dari kata “ikan” yang diucapkan Wagiyo. Tapi berdasarkan keterangan dari teman-teman yang berasal dari Sumatera, “ikan” adalah kata lain dari “lauk”. Walaupun yang disantap itu adalah ayam, daging maka tetap saja disebut dengan “ikan”. Sama halnya ketika menyebut “kereta” atau “honda” untuk sepeda motor, “rinso” untuk semua merk ditergen. Saat mengucap kata “ikan” Wagiyo tidak bisa menutup rasa rindu akan kampung halaman dan keluarga. Setidaknya itu yang saya tangkap dari nada bicara dan raut wajahnya.

Wagiyo terus mencangkul. Menimbun tanah yang masih menganga. Beberapa meter darinya, rekan-rekannya memutuskan untuk beristirahat. Merokok dan minum air. Namun ia dan teman disebelahnya terus saja bekerja. Memburu sisa waktu yang ada.

“Ini semua buat anak istri Bang” Kata teman Wagiyo saat ditanya kenapa mereka harus bekerja selelah ini.

Saya tidak kaget dengan jawaban tersebut. Sebab saya tau persis laki-laki yang sudah menikah dan memiliki buah hati punya cara pandang hidup yang berbeda. Ayah, Bapak, Abu, Abi, Papa atau apapun sebutannya selalu punya cara untuk membahagiakan orang-orang yang mereka cintai. Seperti Wagiyo yang bekerja keras, membanting tulang mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

Saya pamit karena harus membantu Mak menyiapkan hari lebaran. Menggelar tikar dan lain-lain. Hingga memasuki waktu magrib masih terdengar suara cangkul menghantam tanah. Kemudian kembali sepi. Saat malam tiba saya pun bergegas pulang. Ketika berada di depan pagar sudah tidak ada lagi para pekerja. Begitu pula dengan Wagiyo. Hanya ada gundukan tanah. Semua lubang sudah ditimbun. Hmm akhirnya mimpi Pak Wagiyo tercapai sudah. Berkejaran dengan waktu, menyelesaikan pekerjaan agar bisa pulang kampung berlebaran bersama keluarga.

Selamat pulang kampung, selamat lebaran, selalu sehat Pak Wagiyo.

***

Banda Aceh, 20160912, Idul Adha 1437H







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

4 Comments

  1. Sanu Firdausi 14/09/2016 at 16:38

    selalu…
    keren banget

    bagi Syumaila, bg Ariel juga “Wagiyo” hahaha

  2. tina 12/09/2016 at 11:41

    Berarti misteri “ikan” belum ketemu kejelasannya ya bg?
    Selamat lebaran pak wagino

    • Ariel Kahhari 13/09/2016 at 02:31

      Hahah… misteri ikan. Eh nama beliau Wagiyo bukan Wagino

Leave A Response

Click here to cancel reply.