Tuesday 21st November 2017,
Arielogis

Merokoklah Kamu Agar Masuk Surga

Ariel Kahhari 29/12/2016 Suara Langit 6 Comments
Merokoklah Kamu Agar Masuk Surga

Jika Tuhan menciptakan Neraka bagi para pezina, pemabuk dan penjudi maka khusus perokok Tuhan telah menghadiahkan sebuah Surga. Sama dengan surga-surga lainnya, Surga bagi para perokok adalah tempat dimana sungai mengalir, damai, buah-buahan yang dapat dipetik dari dekat serta permadani dari sutera.

Memang kalau melihat perilaku perokok sulit rasanya membayangkan jika mereka berhak mendapatkan sepetak surga. Sebab kebanyakan perokok itu egois, jahat dan tidak memiliki rasa kemanusiaan. Mereka bukan saja telah kehilangan simpati tapi juga rasa peduli dan fungsi otak yang menurun. Maka jangan heran jika melihat perokok dengan santai menghembuskan asap di ruangan ber-ac atau merokok di samping anak-anak.

Saya punya cerita. Dalam sebuah angkot, seorang ibu pernah protes sebab anaknya sulit bernafas karena asap rokok. Bukannya meminta maaf si perokok malah marah-marah.

“Ini hak saya!” ujarnya.

Sambil ngedumel si Ibu memutuskan turun walau belum sampai ke tujuan. Si tukang rokok malah bangga seperti menang besar.

Dulu saya pernah berdoa agar diberi kekuatan gaib. Dengan kekuatan super itu saya hendak menghukum para perokok. Caranya dengan mengubah posisi ujung rokok. Sekali kedip bagian yang dihisap adalah sisi yang berapi. Jadi dowerlah mereka punya bibir. Berasaplah lidah-lidah mereka. Namun saya sadar doa saya itu hanya membuat Tuhan tersenyum. Buktinya kekuatan itu belum juga diberikan. Memang ada juga perokok yang elegan. Ecek-eceknya peduli dengan sekitar. Tapi tetap saja nafas, kencing dan bau badan mereka menjadi sumber masalah bagi semesta.

Bukan hanya minta diberikan kekuatan supranatural, saya juga pernah mendoakan para perokok masuk ke dalam Surga tapi berangkatnya sekarang. Supaya bumi terasa lebih lapang, tenang dan udaranya menjadi lebih bersih. Tapi saya berhenti mengucapkan doa tersebut. Sebab sifat doa itu seperti bumerang. Apa yang kita doakan biasanya akan kembali. Hehe

Kembali pada bab surga bagi perokok. Aa’ Gym dalam sebuah ceramahnya pernah mengingatkan para perokok untuk segera berhenti. Baginya merokok hanya membuat seseorang menjadi tidak fokus. Sedot, buang, sedot, buang. Kata Aa’ kalau rokok itu baik kenapa tidak dikunyah dan ditelan saja. Ia memberi sebuah saran. Bukan saja membuat pecandu berhenti merokok namun juga bisa masuk Surga. Cara itu adalah sedeqah.

Sedeqah adalah cara yang paling mudah untuk berhenti merokok. Uang yang dipakai untuk membeli sebatang atau sebungkus rokok langsung saja disedeqahkan. Jangan lupa disertai doa agar candu akan rokok segera berkurang dan hilang. Memang awalnya akan terasa sulit. Mulut pahit, kepala pusing, otak jadi sulit bekerja. Tapi kata Aa’ anggaplah itu bagian dari awal perjuangan.

Mari kita hitung-hitung berapa banyak manfaat jika uang untuk membeli rokok dijadikan amalan bersedeqah. Jika satu batang rokok seharga Rp.1.000,-. Anggaplah satu hari hanya satu batang rokok. Maka dalam sepekan seseorang dapat bersedeqah Rp. 7.000,-. Dalam sebulan menjadi Rp.30.000,-. Jika dikali 12 bulan maka sedeqah yang terkumpul mencapai Rp.360.000,-. Itu jika satu batang rokok cuma seribu dan dihisap hanya satu kali dalam sehari. Hitung saja jika sebungkus, banyakkan.

Menariknya sedeqah bukan saja menyelematkan seseorang dari jilatan api neraka. Amalan ini juga dapat menghapus dosa. Tamsilannya itu bahkan seperti air yang memadamkan api. Tentu saja jika dibarengi taubat nasuha, berjanji tidak akan mengulangi perkara kesalahan yang sama. Dahsyat bukan. Rokok yang selama ini dipandang buruk ternyata dapat menjadi jalan untuk berjihad. Sebab ujiannya berat dan tantangannya juga tidak mudah. Maka merokoklah kamu agar masuk surga!

***







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

6 Comments

  1. cumilebay 01/01/2017 at 21:50

    Kejam bener berangkat nya sekarang hahaha, tp alhamdulillah gw dah bisa stop merokok sejak 2 th lalu, semoga ngak kambuh lagi

    • Ariel Kahhari 04/01/2017 at 08:07

      Gw kalau lapar emang suka kejam hahah..

      trus gimana bisa akhirnya berhenti??

  2. iqbal 31/12/2016 at 05:40

    Saya pernah berantam karena perokok buat saya sesak, tapi malah saya yang diusir dari kedai kopi. Walaupun saya yang datang duluan

    • Ariel Kahhari 31/12/2016 at 07:50

      makanya ku bilang ngak salah kan perokok itu otaknya tumpul!

  3. Citra Rahman 30/12/2016 at 13:57

    Keinginan qe sama kayak aku, Bang. Tiap kali liat orang merokok, kepengeeen kali punya ilmu ajaib yg bisa mengubah rasa rokok jadi ga enak atau asapnya ga bisa keluar lagi. Tapi apalah daya kita ya kan.. hahaha

Leave A Response