Tuesday 26th September 2017,
Arielogis

Menyikap Tabir di Balik Hubungan Mesra Indonesia dan Nepal

Ariel Kahhari 06/02/2014 Melintas Batas, Nepal 25 Comments
Menyikap Tabir di Balik Hubungan Mesra Indonesia dan Nepal

Saya tercengang ketika mengetahui hubungan Indonesia dan Nepal itu dekat sekali. Indonesia tidak hanya sekedar masuk dalam lima besar negara dengan transaksi bisnis tertinggi.Tapi dalam pandangan Nepal, Indonesia juga menjadi kiblat untuk belajar berdemokrasi. Kini negeri atap dunia tersebut tengah berjuang bertahan di masa transisi. Berubah dari era monarki ke demokrasi. 

Banyak yang mengira Indonesia tidak punya hubungan apapun dengan Nepal, Selain masalah kunjungan traveller atau backpacker. Taukah kita jika dalam sejarah tercatat jika Hubungan Indonesia-Nepal telah terbentuk sejak zaman Hindu-Budha ribuan tahun lalu. Kala itu kerjasama tentu saja bukan atas nama Negara Indonesia melainkan Kerajaan kerajaan Hindu Budha yang ada di Nusantara.

Memang hingga kini Nepal belum memiliki kedutaan di Jakarta, begitu pula sebaliknya. Perwakilan Nepal hanya ada di kedutaan Indonesia yang berkedudukan di Dhaka Bangladesh. Seiring meningkatnya kerjasama bilateral antara kedua negara, ada keinginan dari pemerintah Nepal agar negaranya dapat membuka kedutaan di Jakarta. Hal tersebut pernah disampaikan langsung presiden Nepal Rt. Hon. Ram Baran Yadav kepada duta besar RI saat melakukan kunjungan ke Kathmandu pada juli 2012 lalu.

Tidak adanya kedutaan bukan berarti hubungan bilateral antara kedua negara ini sepi dari transaksi. Dari neraca perdagangan ekspor impor kedua belah negara, Indonesia punya andil besar dalam mendongkrak perekonomian Nepal. Pada tahun 2012 misalnya, Indonesia menjadi negara pemasok produk ekspor terbesar ke empat di Nepal. Dalam tiga tahun terakhir, perdagangan Indonesia-Nepal mengalami peningkatan tajam hampir 30 persen tiap tahun senilai US$ 115 juta. Sejumlah produk ekspor Indonesia yang memasuki pasar Nepal seperti CPO, kertas, rempah, gambir, karet, biskuit, rokok hingga mobil.

Bahkan Pemerintah Nepal, khususnya Bank Central Nepal telah memberikan kepercayaan kepada PT Perum Peruri untuk mencetak sebagian mata uang dan security papernya. Selain itu kedua negara juga menjalin kerjasama perbankan antara sejumlah Bank dari Indonesia dengan beberapa bank di Nepal dalam business transfer Remittance dari luar negeri ke Indonesia.

Pada tahun 2012 lalu juga disepakati untuk merealisasikan “bilateral consultation” yang diikuti dengan pembuatan MOU kerjasama bilateral, Joint Commission dan “Air Agreement”. Salah satu rencananya adalah adanya penerbangan langsung dari Jakarta ke Kathmandu begitu juga sebaliknya.  Memang jika dibandingakn negara Malaysia dan Thailand gebrakan ini dinilai terlambat. Karena Kuala Lumpur dan Bangkok lebih dahulu memiliki direct flight menuju ke Kathmandu. Tapi lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.

Lalu apa yang Nepal peroleh dari Indonesia. Ternyata Nepal tengah menghadapi proses transisi dari pemerintah monarki ke demokrasi. Sebelum tahun 2006, Nepal merupakan negara yang berasakan ajaran Hindu. Nepal tercatat sebagai satu satunya negara di dunia dengan azas tersebut. Namun sejak tahun 2006 pemerintah mengubah azas negara menjadi sekuler.

Dalam pandangan pemerintah Nepal, Indonesia merupakan negara yang tepat untuk dijadikan kiblat belajar demokrasi. Indonesia dianggap sebagai negara yang mampu bertahan dari masa transisi hingga terus berkembang. Di tengah memburuknya ekonomi Eropa dan Amerika , pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap menunjukkan trend yang positif. di Bidang Pendidikan dan Sosil budaya, Indonesia juga menawarkan Beasiswa program Damasiswa selama enam bulan dan satu tahun serta program Pasca Sarjana (S2) kepada para pelajar berprestasi di Nepal.

Dikumpulkan dari berbagai sumber;

RI Mitra Dagang Terbesar Keempat bagi Nepal

# Nepal belajar demokrasi dan ekonomi dari-indonesia







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

25 Comments

  1. nurul 13/10/2014 at 05:31

    mbak, kalo orang nepal mau berkunjung ke indonesia apa bisa dapat VOA..? ato harus ngajuin visa dulu?? thxx

  2. sudarsan thapa 06/09/2014 at 09:41

    saya sudha tingal di indonesia 10tahun blm ada kedutaan nepal di jakarta semoga pemrentaha han baru indonesia bisa bijak sana dan ada kedutaan ri di kathamandu sebalik nya di jakarta ada kedutaan nepal aminnnnnn

  3. sudarsan thapa 06/09/2014 at 09:38

    semoga saja cepat ada kedutaan nepal di jakarta sebalik nya kedutaan ri .di kathmandu karna saya susaha betul urusan apa saja harus bolak balik ke bangla des banaykan biyaiya kalau bisa urusan di jakarta kan gampang

    • nurul 13/10/2014 at 05:32

      kamu orang nepal??, kalo orang nepal yang belum pernah ke indonesia bisa dapat VOA gak ya??

  4. devi 30/06/2014 at 02:07

    Jd kpn di buat kn kedutan nepal d indoneaia &sblik ny. Bng arie

    • arielkahhari 01/07/2014 at 08:43

      Doakan secepatnya. Pihak nepal sih pingin banget…

  5. sudarsan thapa 18/03/2014 at 14:48

    buat paspor indonesia kan udah ada visa on arvel di nepal bisa dong masuk ke nepal
    tapi buat pp nepal harus ada visa kunjungi ke indonesia teman teman ku banyak ingin main ke indonesia susah urus nya visa

    • arielkahhari 18/03/2014 at 14:51

      ya ampun.. kok ribet banget. jd ngak bisa VOA ya kalau orang nepal ke indonesia??

  6. sudarsan thapa 18/03/2014 at 14:40

    amin

  7. sudarsan thapa 18/03/2014 at 14:40

    saya orga negara nepal tapi tingal di jogja urusan visa nya harus melalui di bangla des susa bangat

    • arielkahhari 18/03/2014 at 14:44

      ooo begitu… negara ASEAN ngak melayani visa Nepal? Thailand atau Malaysia?

    • nurul 13/10/2014 at 05:35

      oooooooo…, tapi kalo orang nepalnya ada di malaysia, apa bisa dapat visa dari malaysia//

  8. sudarsan thapa 18/03/2014 at 14:38

    semoga cepat ada kedutaan ri ,di nepal

    • arielkahhari 18/03/2014 at 14:39

      semoga.. karena banyak sekali traveller yg mimpi kesana :)

  9. nola 27/02/2014 at 13:34

    gak nyangka bgt…tp , ttp bangga dengan indonesia. btw….jd ke inget perjalanan 5 hr di Nepal dan met so many friendly people there…kapan lg riel ksana ????

    • arielkahhari 27/02/2014 at 13:48

      serius nola mau balek ke sana?? hehhe

  10. alaika 07/02/2014 at 07:27

    Wow, terharu membacanya, ternyata di tengah berita ‘miring’ yang bersileweran dari dalam negeri sendiri, justru di luar negeri [Nepal] menjadikan negara kita sbg kiblat belajar demokrasi.
    Semoga Indonesia tetap memiliki nilai lebih di mata siapa pun, terutama kita, anak negeri yaaa. Sukses terus Indonesiaku, sukses juga hub bilateral Indo-Nepal. Trims ulasannya, Ariel!

    • arielkahhari 07/02/2014 at 08:20

      aku juga sangat terharu kak, blogger hebat kayak kakak mau ninggalin coment hehhe. Indonesia masih dan pantas untuk dibanggakan… siap grak!!

  11. backpackerborneo.com 07/02/2014 at 06:08

    Indonesia keren….

    • arielkahhari 07/02/2014 at 06:50

      ternyata ada hal yang masih dan bisa dibanggakan dari Indonesia. bangga ,…..

  12. Feº A 06/02/2014 at 15:45

    disyukuri lah..Indonesia ada hebatnya dimata negara lain

    • arielkahhari 07/02/2014 at 00:58

      ternyata dahsyat juga hubungan Indonesia dan nepal…. transaksi terbesar no empat. tapi lucu juga kagak ada kedutaan nya mbak.. dr banyak negara yang mbak kunjungi apa semua ada kedutaan indonesia nya?

      • Feº A 07/02/2014 at 01:22

        ga semua ada KBRI atau KJRI, kadang 2-3 negara jadi satu , apalagi di Amerika Selatan sana. Negara kecil kecil berdekatan dijadikan satu kedutaan. Kebalikannya di US, satu negara bisa 3 konjen, di Washington ,LA . Ya aneh juga kalau hubungan ekonominya bagus gitu kok ga buka KBRI disana ya, kan memudahkan pebisnis kita.

        • arielkahhari 07/02/2014 at 01:34

          kalo 2-3 negara digabung dalam satu KBRI atau KJRI apa akan ada beda saat WNI membutuhkan pendampingan dr kedutaan? misalnya ketika kita ke negara A eh perwakilannya ada di negara B

          • Feº A 07/02/2014 at 01:39

            Ah, ya memang gitu, negara lain juga suka memberlakukan seperti itu. Indonesia kadang dianggap kecil, digabung dengan Malaysia atau Singapore, bisa ditempatkan di salah satu dari tiga negara itu. Ruwet memang. kebetulan pas mbak mau posting database untuk keperluan pengurusan visa kenegara lain, disitu kelihatan beberapa negara dijadikan satu.