Wednesday 22nd November 2017,
Arielogis

Menyentuh Bibir Langit dari Ketep Pass

Ariel Kahhari 04/02/2015 Melintas Batas 8 Comments
Menyentuh Bibir Langit dari Ketep Pass

IMG20141107095233Udara sejuk semakin terasa saat kami memasuki gapura selamat datang Taman Nasional Gunung Merapi. Kali ini tujuan saya dan teman-teman adalah Ketep Pass. Sebuah objek wisata yang berada di puncak Bukit Sawangan Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Konon katanya Ketep Pass berada di pertengahan antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Dari lokasi ini, puncak dari kedua gunung tersebut terlihat dengan jelas.

Disepanjang jalan, mata saya disuguhi dengan pemandangan mengagumkan. Tanaman hijau yang tumbuh pada lahan berundak hingga langit cerah yang terbentang luas. Belum lagi air yang mengalir di kanan kiri jalan. Air tersebut mengalir deras mengikuti selokan yang turun melandai. Tak ingin menyia nyiakan kesempatan ini saya pun membuka kaca mobil. Rugi rasanya mengabaikan keindahan panorama serta kesegaran udara desa Ketep yang terkenal bersih.

Menghirup udara segar seakan menghapus segala beban dalam pikiran. Apalagi saya dan teman-teman baru saja menyelesaikan Ujian Tengah Semester. Ini saatnya bergembira sambil mensyukuri ciptaan Sang Maha Kuasa.

Mobil yang saya tumpangi akhirnya tiba di Ketep Pass. Dari pintu gerbang terlihat jelas bangunan besar dengan halaman yang luas. Untuk bisa masuk ke dalam cukup membayar tiket seharga 7000 ribu rupiah. Harga yang cukup murah untuk bisa menikmati wisata berketinggian 1200 meter dari permukaan laut ini.

Ketep Pass memiliki areal seluas 8000 meter persegi. Di lahan inilah berdiri banyak bangunan yang semakin memperkuat ciri khas dari objek wisata ini yaitu wisata kegunungapian, khususnya Gunung Merapi. Oleh Presiden Megawati, pada tanggal 17 Oktober 2002 Ketep Pass diresmikan sebagai kawasan wisata jalur Solo–Selo–Borobudur.

IMG20141107100914

Tiket Masuk ke Ketep Pass

 

IMG20141107101315

Prasasti peresmian Ketep Pass oleh Presiden Megawati

Salah satu fasilitas yang disediakan di lokasi ini adalah Gazebo yang berjumlah dua buah. Masing-masing berukuran empat persegi panjang dan segi delapan dengan panjang sisinya lima meter. Seharusnya dari Gazebo inilah saya dapat menikmati keindahan alam Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Sayang saat saya datang kabut pekat menyelimuti desa Ketep. Rasa penasaran saya untuk melihat kedua gunung tersebut harus dipendam dalam-dalam. Meski demikian saya masih terpuaskan dengan hamparan lahan di kedua kaki Gunung yang tampak mempesona. Pertanian adalah mata pencaharian yang digeluti warga tempatan. Semuanya menjadi semakin sempurna dengan susunan rumah warga yang berada di bawah sana. Rumah-rumah tersebut tampak kecil dengan bentuk bangunan yang tetap mempertahankan kesan tradisional.

Tentu saja keindahan yang terpampang nyata ini dimanfaatkan oleh pengunjung termasuk saya serta teman-teman untuk berfoto dan berselfie ria. Sesekali kami juga mengunyah jagung bakar yang kami beli dari penjual di dekat Gazebo. Udara dingin desa Ketep memang paling pas jika dibarengi dengan menikmati makanan atau secangkir minuman hangat.

IMG20141107101659

IMG20141107101609_edit

Sejak awal, Ketep Pass dibangun bukan hanya sekedar sebagai tempat wisata semata. Ketep Pass juga berfungsi Sebagai sarana dokumentasi. Fungsi ini bisa disaksikan melalui film dokumenter yang diputar di dalam Ketep Volcano Theatre. Bahkan Ketep Pass juga didesain sebagai sarana penelitian, yaitu sebagai lokasi pengamatan aktivitas Gunung Merapi.

Satu hal penting yang harus diingat jika ingin berkunjung ke Ketep Pass. Pengunjung harus meluangkan waktu lebih lama. Jangan sampai bernasib seperti saya. Saat ke Ketep Pass saya hanya memiliki waktu tak lebih dari tiga jam. Akibatnya banyak hal yang saya lewati. Salah satunya adalah Panca Arga, puncak tertinggi di Obyek Wisata Ketep Pass.

Seperti namanya Panca Arga yang bermakna lima gunung, maka dari puncak tertinggi ini pengunjung dapat melihat lima gunung, yaitu Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, dan Slamet. Selain kelima Gunung tersebut pengunjung juga dapat melihat dan menikmati gunung-gunung kecil dan bukit-bukit yang sangat indah seperti Gunung Tidar, Gunung Andong, Gunung Pring, Bukit Menoreh, Bukit Telomoyo, dll. Bahkan di puncak panca arga ini juga tersedia teropong. Dengan alat ini, para pengunjung dapat melihat dengan jelas keindahan panorama Gunung Merapi, Merbabu dan gunung-gunung yang lain.

Sayang saya harus segera meninggalkan Ketep Pass karena azan Shalat Jumat akan segera berkumandang. Meski hanya berkunjung dalam waktu singkat, Ketep Pass telah membuat saya jatuh cinta. Udara yang sejuk, kabut yang menjadi selimut serta lahan hijau yang terhampar adalah bukti jika negeri ini memang benar-benar diberkahi. Mungkin tak berlebihan jika menyebut Ketep Pass sebagai secuil tanah “surga” di Indonesia. Yang dari sini kita mampu menyentuh bibir langit.

***

 

Info Harga Tiket Obyek Wisata Ketep Pass;

Tiket Masuk Area dan Museum  : Rp7.300,-/orang (Rp.300,- Asuransi Pengunjung)

Tiket Ketep Volcano Theatre : Rp7.000,-/orang

Tiket Teropong : Rp3.000,-/orang

Tiket Wisata Mancanegara : US $ 3,-/orang

Parkir Sepeda Motor : Rp2.000,-/unit

Parkir Mobil : Rp5.000,-/unit

Parkir Mini Bus : Rp7.000,-/unit

Parkir Bus Besar: Rp12.000,-/unit

 

Fasilitas-fasilitas di dalam Ketep Pass;

Gardu Pandang
Ketep Vulkano Theatre
Ketep Vulkano Centre
Pelataran Panca Arga
Restaurant Ketep Pass
Teropong

1 Banner Jan-Feb 2015 (1)

(Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog visit Jawa Tengah 2015)







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

8 Comments

  1. Azhar Ilyaa 11/02/2015 at 16:57

    Menarik banget, perjalanan ke sana … Udah diresmikan oleh pemerintah pula, dikelola dengan baik pastinya ya. Moga bisa main ke sana. Waktu main ke Bandung sempat ke Cartil untuk bisa melihat kota dari ketinggian. Berkabut juga sih tapi asyiknya pas lagi matahari terbit jadi kayak lihat lampu sorot baru diarahkan ke kotanya. Katanya lagi pas malam lebih seru, banyak lampu kelap-kelip laksana bintang di langit ..

    • Ariel Kahhari 12/02/2015 at 01:23

      wow mantap x azhar. emang udah sepatutnya objek wisata itu dikelola baik oleh pemerintah dengan melibatkan masyarakat secara aktif

  2. Mechta 08/02/2015 at 11:32

    Wiih… infonya kumplit… semoga sukses di kontes ini yaa :)

  3. Haya 07/02/2015 at 10:22

    Semoga bisa kembali lagi untuk mengunjungi Panca Arga ya Ariel :) Wisata ke gunung itu memang sejuk, udaranya juga segar harusnya kemping sekalian ya?. Eh ada fasilitas kempingnya?

    • Ariel Kahhari 10/02/2015 at 06:06

      berharap bisa berkunjung ke sana lagi dengan kondisi alam yg mendukung :)
      satu pelajaran penting buat saya adalah ketika hendak menuju ke satu objek wisata. pelajari dulu, supaya lebih puas hehehe

  4. Hijrah Saputra 07/02/2015 at 03:55

    Wah, salah satu tempat yang memorable di Jawa Tengah ini, selain tempatnya sejuk bisa banyak belajar

    • Ariel Kahhari 10/02/2015 at 06:07

      betul hijrah… jangan-jangan hijrah menemukan tambatan hati di sini juga ya? (infotaiment)

Leave A Response

Click here to cancel reply.