Pengidap gangguan kepribadian ambang memiliki suasana hati dan citra diri yang senantiasa berubah-ubah serta berperilaku yang impulsif. Mereka memiliki cara pandang, pikir, dan perasaan yang berbeda dibandingkan dengan orang kebanyakan.

Anda mungkin pernah tau atau melihat orang narsis, anti sosial atau skizorfenia. Ketiganya memang bentuk dari ganggguan kepribadian. Narsis adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri secara berlebihan. Sementara anti sosial adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan ketidakpedulian akan perasaan orang lain dan mengenyampingkan perilaku yang benar maupun tidak. Sedangkan skizorfenia ialah gangguan mental yang menyebabkan penderitanya mengalami halusinasi yang terjadi dalam jangka panjang.

Lantas bagaimana dengan Borderline Personality Disorder (BPD) atau gangguan kepribadian ambang. Bentuk gangguan ini memang jarang didengar atau diketahui oleh banyak orang. Padahal tanda-tanda yang ditunjukkan oleh penderita gangguan ini kerap dirasakan, dilihat, didengar atau muncul bahkan dalam komunitas terkecil yaitu keluarga.

Pengidap gangguan kepribadian ambang memiliki suasana hati dan citra diri yang senantiasa berubah-ubah serta berperilaku yang impulsif. Mereka memiliki cara pandang, pikir, dan perasaan yang berbeda dibandingkan dengan orang kebanyakan. Pengidap gangguan kepribadian ambang kerap menimbulkan masalah khususnya dalam menjalin hubungan baik teman, pasangan, keluarga atau dunia kerja. Karena memiliki dorongan atau kencenderungan untuk menyakiti dirinya, para pengidap gangguan kepribadian ambang banyak yang mengonsumsi alkohol atau melakukan seks bebas.

Penyebab Gangguan Mental Ambang

Dalam banyak kasus, pengidap gangguan mental ambang biasanya muncul dan bertahan saat usia dewasa. Meski hingga saat ini penyebab dari gangguan kepribadian ambang belum diketahui pasti, namun, setidaknya ada beberapa faktor yang diduga dapat memicu kondisi ini.

  • Genetik

Gangguan kepribadian ambang diduga dapat diturunkan secara genetik.

  • Lingkungan

Faktor lingkungan yang negatif diduga juga dapat menimbulkan gangguan kepribadian ambang seperti riwayat penyiksaan atau pelecehan semasa kecil atau sikap buruk yang dilakukan oleh orang tua.

  • Kelainan pada otak

Pengidap gangguan kepribadian ambang memiliki perubahan struktur pada fungsi otak, terutama pada area yang mengatur impuls dan emosi. Pengidapnya juga diduga mengalami kelainan fungsi dari zat kimia otak atau neurotransmitter yang berperan dalam pengaturan emosi. Oleh sebab itu pengidap gangguan memiliki emosi yang labil.

Gejala Gangguan Kepribadian Ambang

Gejala gangguan ini dapat digolongkan menjadi beberapa bagian yaitu:

  • Gangguan pola pikir dan persepsi

Pengidap gangguan ini secara tiba-tiba memiliki pemikiran bahwa dirinya buruk, serta perasaan takut akan diabaikan sehingga melakukan perbuatan yang ekstrim.

  • Kondisi mood atau suasana hati yang tidak stabil.

Mood yang mudah berubah seperti merasa hampa atau sulit mengendalikan amarah dapat terjadi secara tiba-tiba. Biasanya kondisi tersebut dapat bertahan selama beberapa jam.

  • Menjalin hubungan yang intens, namun tidak stabil.

Para pengidap gangguan kepribadian ambang tiba-tiba dapat membenci seseorang meskipun sebelumnya menyukai dan mengidolakan orang tersebut.

  • Perilaku impulsif.

Perilaku ini cenderung membahayakan diri sendiri karena melakukan tindakan ceroboh dan tidak bertanggung jawab. Contohnya melukai diri sendiri, mencoba bunuh diri, melakukan hubungan seks tanpa pengaman, makan berlebihan atau penyalahgunaan alkohol.

Memang tidak semua penderita gangguan kepribadian ambang mengalami seluruh gejala tersebut. Ada yang hanya mengalalami beberapa gejala saja. Bahkan tingkat keparahan, durasi dan frekuensi gejala dari gangguan kepribadian ini sangat tergantung dari kondisi gangguan yang dialami.

Diagnosis dan Pengobatan Gangguan Kepribadian Ambang

Penentuan diagnosis terhadap gangguan kepribadian ambang dapat diawali dengan membangun diskusi antara pengidap gangguan dengan dokter tentang gejala yang dialami. Melalui diskusi tersebut dokter juga akan menggali informasi tentang riwayat kesehatan pengidap dan keluarga, termasuk riwayat gangguan mental. Setelah menemukan adanya perilaku yang sesuai dengan pola gejala dengan menyingkirkan kemungkinan lain lewat pemeriksaan fisik, dokter akan menetapkan diagnosis.

Pada dasarnya pengobatan yang dilakukan terhadap pengidap gangguan kepribadian harus merupakan kombinasi antara psikoterapi dan pengobatan farmakologi. Ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Psikoterapi adalah terapi pilihan. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) merupakan salah satu contoh psikoterapi yang dapat digunakan. Terapi ini akan mengidentifikasi masalah pengidap sehingga dapat mengubah perilaku menyimpang dan kepercayaannya.

Para pengidap gangguan kepribadian ambang juga dapat mengkonsumi obat golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI). Pengidap yang mendapatkan obat golongan ini diketahui menunjukkan perbaikan di sejumlah hal baik pada segi kemarahan dan perilaku agresif. Namun jika tidak tertangani, komplikasi seperti gangguan kecemasan dan depresi bisa saja muncul.

Oleh karena pendampingan dokter selama masa pengobatan menjadi penting. Selain bertemu dengan dokter secara langsung, pengindap gangguan ataupun pendamping kini juga dapat memanfaatkan layanan kesehatan online seperti halodoc.com.

Laman ini menyediakan banyak informasi tentang gangguan kepribadian hingga masalah penyakkit lainnya. Baik melalui website ataupun aplikasi yang tersedia, pengunjung dapat bertanya dengan beragam pilihan dokter berpengalaman dan terverifikasi di seluruh Indonesia. Melalui chat yang tersedia di halodoc, kita akan mendapatkan penjelasan dan saran medis yang akurat dan dapat dipercaya. Hal terpenting lainnya adalah jaminan atas privasi kita. Selain itu di halodoc juga tersedia informasi tentang obat dan vitamin yang memberikan informasi tentang deskripsi obat, dosis, hingga harga.

Dengan semakin mudahnya akses untuk mendapatkan informasi dan layanan kesehatan di zaman yang canggih ini bukan berarti kita abai dengan pencegahan gangguan kepribadian ambang. Meskipun hingga saat ini belum ditemukan metode yang efektif dalam pencegahan gangguan kepribadian ambang namun kita dapat melakukan sesuatu terhadap pemicunya.

Salah satu pemicu munculnya gangguan kepribadian ambang ini adalah faktor lingkungan. Perilaku yang salah baik verbal, kekerasan seksual, dan pelecehan emosional saat masa kanak-kanak dapat menimbulkan gangguan saat memasuki usia dewasa. Oleh karena itu, menciptakan lingkungan yang positif sangat dibutuhkan agar anak dapat tumbuh dan berkembang lebih sehat serta optimal.