Tuesday 21st November 2017,
Arielogis

Masbuloh, “Setan” yang Menghantui Indonesia

Ariel Kahhari 11/02/2014 Suara Langit 24 Comments
Masbuloh, “Setan” yang Menghantui Indonesia

masaalah-buat-lohKata masbuloh –masalah buat loh- memang sedang ngetrend. Tidak hanya dikalangan anak gaul tapi kata ini juga menyebar ke banyak orang. Ibarat virus kata masbuloh menyerang orang tanpa mengenal usia dan golongan. Masbuloh sendiri memang menjadi istilah baru meski kalimat “masalah buat loh” sudah duluan dipakai. Ketenaran kata ini semakin menjadi jadi saat dimasukkan sebagai penggalan kata dalam sejumlah iklan, khususnya iklan di Televisi.

Salah satu iklan yang menggunakan kata ini adalah sebuah provider telepon seluler. Dalam iklan tersebut kata masbuloh diucap berkali kali. Tampak jelas ekspresi kesal dari wajah model yang sedang jatuh cinta itu, kala temannya menanyakan sesuatu. Masbuloh menjadi kata ampuh untuk mengatakan bahwa “ini masalahku bukan masalahmu”!. Dengan kata lain, cukup mengatakan masbuloh maka orang dipaksa untuk mengerti dan memahami bahwa orang lain tidak berhak mengurusi diri kita.

Saya masih ingat cerita ketika kanak kanak dulu. Saat azan magrib berkumandang itu menjadi tanda untuk segera masuk ke dalam rumah. Shalat dan mengaji. Tidak lazim pada saat magrib orang berkeliaran di luar apalagi untuk anak anak. Uniknya kalau ada anak anak yang masih bermain di jam tersebut maka siap siap untuk dimarahi. Yang memarahi pun bukan Pak sama Mak. Tapi anak anak kost.

Dengan bermodalkan daun yang dipetik dari pohon kuda kuda –ngak tau apa namanya-, Para abang abang kost itu seperti menunggu moment yang tepat.

“Hai goh ka woe lagoe”

Kalau perlu kalimat itu diteriaki dari jarak jauh. Semakin besar suara mereka maka semakin menyeramkan. Kalau sudah seperti itu pasti kami langsung pulang sambil berlari kencang menghindari “serangan” anak kost.

Cerita lain yang sering saya dengar adalah dulu kalau ada anak anak yang merokok pasti ditegur. Yang negur juga ngak mesti orang tuanya. Siapa saja yang kebetulan lewat pasti bereaksi. Kalau perlu dimarahi sampai anak tersebut melempar rokoknya dan ngibrit melarikan diri.

Itulah kondisi zaman dulu, eratnya ikatan sosial. Rasanya sulit melihat kepedulian seperti itu di zaman sekarang. Kalau zaman sekarang kita negur seseorang yang bukan anak atau saudara, pasti yang ditegur marah. Cukup bilang Masbuloh. Selesai urusan.

Padahal dalam agama pun diajarkan untuk saling nasehat menasehati. Karena Tuhan tau manusia ini sebenarnya rapuh. Kadang benar dan kadang pula salah. Bahkan sering salahnya daripada benarnya. Makanya kenapa Tuhan meminta agar sesama manusia itu saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran. Tapi yah itu giliran mau diingatkan pasti diserang balik dengan “masbuloh”.

Ibarat “setan” yang menghantui Indonesia, Masbuloh memang sudah selayaknya di usir dari negeri ini. Agar Bangsa ini tidak kehilangan jati diri yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan peduli terhadap sesama.

**

Hai goh ka woe lagoe : Hai kok belum pulang







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

24 Comments

  1. faizahzamry 23/02/2014 at 19:15

    Masalah buat lohh….hahhaha…jd lucuh dengarnya,apalagi aku jg pernah ngomong spt itu…hehhehe

  2. Adhyt 21/02/2014 at 13:47

    Media elektonik (televisi) menyumbang peranan yg besar dalam penurunan adat ketimuran indonesia… betapa tidak, banyak sinetron yang menyiratkn tentang kebaikan tapi yang di tampilkan lebih banyak tentang ketidak sopanan verbal n prilaku…

  3. mira 18/02/2014 at 04:54

    eaa..kirain masbuloh itu aliran apa lagi :D

  4. Aulia 17/02/2014 at 01:43

    Entah apa-apa tren di Indonesia ini, kalau di Aceh sekarang kira-kira tren apa yang mirip dengan mas2bulo itu :D

    • arielkahhari 17/02/2014 at 08:17

      mungkin yang akan bakalan trends “mampus deh kah”.. soalnya pemimpin di aceh aj pake kata tu hahhah

      • Aulia 17/02/2014 at 22:48

        Wah, udah mampus deh indonesia buanget ya, meudeh keumah kah :D

  5. Pista Simamora 14/02/2014 at 14:07

    baiknya sih masbuloh digunakan buat bercanda2an aja.. cuma inilah zaman sekarang, buat saya sih suka ngerasa gak sopan aja kalo lagi diajak ngomong serius jawabnya masbuloh..

    • arielkahhari 14/02/2014 at 16:54

      bener banget… kadang2 kita sulit menempatkan kata. giliran serius dijawab masbuloh. bikin emosi hahah. makasih ya sudah berkunjung dan ninggalin coment

  6. Feº A 11/02/2014 at 23:03

    sekarang kecenderungannya memang gitu kali ya, inget ga jaman musim egp…emang gue pikirin..itu kan juga jenis2 penolakan nasehat,, ego

  7. buzzerbeezz 11/02/2014 at 13:22

    Nice bang.. Petuahnya untuk saling mengingatkan adem banget

    • arielkahhari 11/02/2014 at 15:41

      aku mendadak jadi tua gini hahhah.. makasih ya sudah baca dan ninggalin coment

      • buzzerbeezz 11/02/2014 at 15:46

        Lah, bukannya emang sudah tua bang? Huehehehe

        • arielkahhari 11/02/2014 at 15:47

          ehm…. cek suara….

          • buzzerbeezz 11/02/2014 at 15:49

            Suara bisalah mungkin menipu. KTP gak bisa menipu kan bang? :p

          • arielkahhari 11/02/2014 at 17:08

            aihhh dalam , tajam dan terpercaya kali lah kalimatnya hhahhah

          • buzzerbeezz 11/02/2014 at 17:09

            Hahahaha.. Maafkan aku yg masih muda ini ya Bang *kemudian sungkem minta maaf*

          • arielkahhari 11/02/2014 at 17:21

            pergiii kamu.. jangan sentuh kaki ku #edisi cinta fitri season 16

  8. azhariscm 11/02/2014 at 12:15

    masbuloh adalah dinamika yg dialami oleh anak2 gahul cekalang…

    • arielkahhari 11/02/2014 at 12:23

      benar, tapi gara kalimat itu tanpa kita sadari kita mulai mengikis kekerabatan dan budaya saling menasehati. bahaya kali tu…

      • azhariscm 11/02/2014 at 12:28

        iya..karena itulah saya sebut dinamika (permasalahan) yg sedang meradang anak2, remaja hingga orang tua…
        semua itu gara2 soimah….

Leave A Response