Hari Minggu pada pertengahan September 2013, seharusnya menjadi hari yang menyenangkan. Tetapi kondisinya berbalik menjadi hari yang menakutkan. Saat itu saya tengah berada di sebuah Mall di kawasan Depok. Setelah selesai membeli dasi pesanan abang saya pun langsung menuju ke ruang ATM yang berada di lantai dasar Mall. Saya perlu menarik uang sebab besok paginya saya akan terbang ke Banda Aceh.

Di Mall ini ruang ATM nya terbilang cukup luas. Terdapat mesin ATM yang berjejer rapi. Ada beberapa jenis mesin dari Bank yang berbeda. Karena suasana Mall sedang ramai dan mereka yang hendak mengambil uang juga mengular saya pun ikut mengantri. Hingga akhirnya giliran saya tiba.

Awalnya semua berjalan lancar. Satu persatu instruksi yang tampak pada layar saya lakukan dengan benar. Mesin ATM pun memberikan respon seperti biasa. Kalimat ”Transaksi anda sedang diproses” juga muncul. Tapi tiba-tiba lampu di mesin ATM mulai kedap kedip. “Demi keamanan, kartu anda tertelan”. Saya terpaku bingung. Uang tidak keluar begitu juga dengan kartu ATM. Saya panik. Beberapa orang yang berada di dalam ruang ATM juga coba membantu. Tapi hasilnya nihil. Kartu yang tertelan tidak bisa diambil. Saya coba menghubungi pihak keamanan. Tapi kata petugas Mall, pihak bank baru saja pulang setelah menyetor uang dalam mesin. Dan di Mall tersebut tidak ada perwakilan Bank. Ditambah lagi hari itu adalah hari minggu.

Saya menelepon beberapa teman yang bekerja di perbankan. Mereka yang saya tanya semuanya menyarankan agar saya segera memblokir rekening. Saya pun berinisiatif untuk menelepon Call Center.

“Bisa disebutkan nomor rekening Bank Mandiri-nya mas?” tanya si mbak operator.

Saya terdiam. Kok mandiri sih, Kan kartunya BRI. Lah ternyata saya salah nomor. Obrolan saya hentikan tanpa salam. Saya semakin bingung sekaligus pasrah. Sempat terpikir untuk mengabaikan kejadian ini. Saya berpikir uang dalam rekening juga tidak terlalu banyak jadi untuk apa dipersoalkan.

Akhirnya saya pulang. Masalah ini saya selesaikan saat tiba di Banda Aceh. Itupun beberapa minggu setelahnya. Saat itu kondisinya adalah saya tidak hanya kehilangan kartu ATM tapi juga buku tabungan. Saya salah karena tidak cermat dalam menyimpan buku tabungan. Selama ini rekening tabungan juga menerima gaji bulanan dari kantor. Karena keduanya hilang saya tidak bisa menarik uang gaji untuk beberapa pekan.  Dan ternyata kehilangan buku tabungan ini semakin memperumit masalah.

Nah belajar dari pengalaman ini, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan kalau ATM kita tertelan.

  1. Laporkan kepada pihak Bank.

Kalau kartu ATM tertelan usahakan untuk tetap tenang alias tidak panik. Segera laporkan masalah tersebut ke pihak Bank. Jika lokasi mesin ATM berada dalam satu gedung Bank yang sama, maka tinggal lapor saja ke security Bank. Kartu ATM bisa langsung diambil. Tapi masalahnya kalau kartu ATM tertelan saat jam kerja usai atau jauh dari gedung Bank tentu jalan ini tidak dapat dilakukan.

  1. Hubungi Call Center Bank untuk memblokir rekening.

Kalau ATM kita tertelan bukan di Bank tapi di Mall, Rumah Sakit, Hotel  atau lokasi yang jauh dari Bank maka segera hubungi call center. Tapi ingat sebelum menghubungi call center anda harus mencatat beberapa hal penting. Seperti no mesin ATM. Nomor rekening, jumlah saldo dalam rekening tersebut dan tentu saja kronologis kejadiannya.

Data tersebut menjadi informasi penting saat kita melapor ke pihak call center Bank. Harus dipahami jika petugas call center hanya bisa memblokir tabungan tapi tidak bisa mengembalikan kartu ATM yang hilang.

Dan ini nomor call center masing masing Bank;

  • ANZ                                                       500269
  • BCA                                                        500888
  • BNI                                                         500046
  • BRI                                                         14017
  • BUKOPIN                                             14005
  • MANDIRI                                             14000
  • DANAMON                                         67777
  • MEGA                                                   500010
  • PERMATA                                            500111
  • ICB BUMIPUTERA                            500188
  • CIMB NIAGA                                      14041
  • UOB                                                       14008
  • BSM                                                       14040
  • CITIBANK                                             69999
  • MUAMMALAT                                  500016

 

call center
ilustrasi petugas call center (taken from http://www.haaretz.com)
  1. Buat surat kehilangan di kantor polisi.

Kalau rekening sudah diblokir maka segera hubungi pihak kepolisian. Waktu itu saya membuat pengaduan di Polsek Kuta Alam Banda Aceh meski hilangnya di Depok sana. Tinggal sampaikan saja kebutuhannya kepada petugas , surat keterangan nya pun selesai dalam hitungan menit. Ingat jangan ada praktek pungli ya.

  1. Ke Bank urus ATM hilang.

Bermodalkan surat hilang dari pihak kepolisian maka pihak Bank akan segera mengeluarkan kartu ATM yang baru. Selain menunjukkan surat hilang jangan lupa sertakan pula buku tabungan asli.

Nah karena saat itu saya kehilangan kartu ATM dan buku tabungan,  dalam surat keterangan kepolisian saya menyebutkan keduanya. Dengan demikian pihak Bank mengeluarkan buku dengan no rekening baru plus kartu ATMnya. Uang yang ada di dalam rekening lama semuanya dimutasi ke rekening baru. Rekening lama otomatis tidak berlaku. Pihak Bank tidak bisa mengeluarkan buku baru dengan nomor rekening lama.

So Cukup simple kan menyelesaikan masalah kartu ATM yang tertelan. Yang penting tenang. Semua masalah bisa diselesaikan. Selamat Mencoba..

 ***