Wednesday 22nd November 2017,
Arielogis

[JANGAN] Menikah Dengan Gadis Aceh

Ariel Kahhari 25/02/2014 Suara Langit 966 Comments
[JANGAN] Menikah Dengan Gadis Aceh

Jika anda laki laki dan berkeinginan menikahi gadis Aceh, maka berhenti sejenak dan merenunglah. Apakah pilihan anda sudah tepat?? Apakah tidak terlalu beresiko jika anda memilih gadis Aceh sebagai pasangan hidup?

Memang tidak ada laki laki yang tidak ingin menikah. Bagi mereka [yang normal] memiliki pasangan yang sah adalah kebutuhan. Perempuan membutuhkan perlindungan dari laki laki. Sebaliknya laki laki membutuhkan sisi lembut dari seorang perempuan.

Namun dalam sudut pandang laki laki, setidaknya ada dua alasan yang menjadi pertimbangan ketika hendak menikah. Yakni masalah kesiapan mental dan materi.

Saya hanya akan mengulas tentang alasan kedua yaitu tentang persoalan materi. Jujur soalan ini kerap mengganggu pikiran kaum laki laki. Menikah tentu bukan hanya soal cinta dan sayang. Pada kenyataannya menikah membutuhkan dana. Jumlahnya pun tidak sedikit. Mulai dari biaya untuk acara tunangan, mahar, pernikahan, resepsi belum lagi biaya untuk memenuhi kehidupan setelah menikah. Syukur syukur jika semuanya ditanggung oleh orang tua, tapi bukankah kesiapan materi juga menunjukkan kesiapan untuk menikah?

Baca : Perempuan Aceh kok dibilang Pelacur

Berapa biaya untuk menikahi gadis Aceh?

Di Aceh, mahar yang diberikan kepada calon istri jarang dalam bentuk seperangkat alat shalat. Biasanya mahar yang diberikan dalam bentuk emas. Hitungannya pun bukan dalam bentuk gram melainkan mayam. Satu mayam senilai dengan 3,3 gram. Pernah satu mayam menyentuh harga 1,8 juta rupiah. Namun ketika catatan ini saya tulis, harga emas satu mayam berkisar antara 1,6 hingga 1,7 juta rupiah.

Nah kisaran mahar di Aceh dimulai dari tiga hingga 25 mayam. Bahkan bisa diatas angka tersebut tergantung siapa gadis yang hendak dilamar. Kalau menikahi seorang gadis dengan mahar 10 mayam maka setidaknya uang yang harus disiapkan sebesar 16 hingga 18 juta rupiah. Itu baru mahar ya! Nah tinggal bayangkan saja jika yang dinikahi itu maharnya 20 atau 30 mayam. Untuk mahar saja bisa menghabiskan biaya 30 hingga 40 juta rupiah!!

2925294_20130526125519

Emas di Aceh lazim dijual dalam satuan mayam (taken from google)

Biasanya penentuan mahar sangat tergantung dari asal gadis tersebut. Beda daerah beda pula adat dan budaya nya. Adat di Aceh Besar tentu berbeda dengan di Aceh Utara. Aceh Barat juga punya budaya yang berbeda dengan Aceh Tengah. Di Aceh ada 23 Kabupaten kota yang masing masing memiliki adat yang masih di junjung tinggi. Selain itu terkadang tingkat pendidikan, pekerjaan si gadis serta tingkat ekonomi keluarga kerap menjadi indikator dalam penentuan besaran mahar.

Sebelum menikah, sebagian keluarga ada yang menggelar acara tunangan. Jika melaksanakan prosesi ini, maka calon mempelai laki laki juga turut menyerahkan sebuah cincin emas. Selain cincin juga turut dibawa seserahan seperti bahan pakaian dan makanan. Namun jumlah seserahan ini biasanya hanya simbolis dengan jumlah yang terbatas.

Cincin ini dipakai oleh si calon mempelai perempuan sebagai tanda jika dirinya sudah dilamar oleh seseorang. Biasanya cincin yang diberikan antara dua hingga tiga mayam. Bedanya cincin tunangan bisa dimasukkan kedalam bagian mahar. Misalnya seorang gadis dilamar dengan mahar 10 mayam. Sebelumnya dia sudah menerima cincin sebesar dua mayam. Maka ketika pada hari aqad, emas yang diserahkan oleh pihak laki laki hanya tersisa delapan mayam lagi.

Tapi ada juga adat, dimana cincin tunangan tidak termasuk dalam mahar atau hanya setengah nya saja. Misal kalau cincin tunangan dua mayam maka satu mayamnya dihitung sebagai mahar, sedangkan sisanya tidak. Ini semua sangat tergantung kebijakan atau budaya yang berlaku dalam keluarga calon mempelai perempuan.

Selain biaya untuk membeli cincin tunangan dan mahar, masih ada biaya lain yang harus dipersiapkan. Beberapa daerah di Aceh ada yang memberlakukan adat yang disebut “uang hangus” dan “isi kamar”. Ini artinya si calon suami menyerahkan sejumlah uang “bantuan” untuk resepsi di tempat calon istri termasuk perabotan kamar tidur. Perabotan kamar tidur terdiri dari tempat tidur,  lemari dan meja rias. Nominalnya berkisar dari sembilan juta rupiah ke atas. Tapi ingat tidak semua daerah di Aceh memberlakukan adat ini. Bahkan karena alasan tertentu, adat ini bisa dihapus oleh keluarga mempelai perempuan meski di daerah nya memberlakukan adat seperti itu.

Baca : Perempuan Aceh dan Hikayat Perang

Ilustrasi penyerahan mahar (taken from google)

Ilustrasi penyerahan mahar (taken from google)

Ketika acara antat linto, atau mengantar mempelai laki laki ke rumah dara baro [mempelai wanita], maka linto harus membawa seserahan. Seserahan ini terdiri dari bahan pakaian seperti kain renda [brokat], batik dan songket. Bahan pakaian juga sering digabung dengan tas dan sepatu. Biasanya dipadankan dengan warna yang sama. Selain pakaian, tas, dan sepatu tentu masih ada seserahan yang lain. Apa saja itu, tergantung dari kemampuan si linto. Tidak ada paksaan berapa jumlah seserahan yang diberikan.

Supaya lebih mudah saya akan membuat ilustrasi sederhana, berapa biaya yang dibutuhkan untuk menikahi gadis Aceh. [dihitung semua item]

Cincin tunangan (2 mayam)                  Rp.    3.200.000,-

Seserahan saat tunangan                        Rp.       800.000,-

Mahar (10 Mayam)                                   Rp. 16.000.000,-

Seserahan saat resepsi                             Rp.   5.000.000,-

Uang Hangus                                                Rp.   6.000.000,-

Isi Kamar                                                       Rp. 15.000.000,-

Biaya Resepsi                                               Rp. 20.000.000,-

Total                                               Rp. 66.000.000,-   

[Masih di bawah 100 juta….]        

Memang kalau dihitung hitung ternyata mahal juga ya menikah dengan gadis Aceh. Namun meski mahal, KUA di Aceh tetap saja dipenuhi oleh pasangan yang mengantri untuk menikah. Bahkan agar bisa menikah di Mesjid Raya Baiturrahman, harus mendaftar minimal sebulan sebelumnya.

Lalu apa keunggulan atau kelebihan para perempuan Aceh?

Secara fisik, gadis Aceh dikenal cantik dan manis. Hal ini karena mengingat percampuran Aceh dengan banyak bangsa. Aceh biasa disebut dengan Arab, Cina, Eropa dan Hindia. Maka jangan heran kalau ke Aceh Jaya tepatnya di Lamno anda akan menemukan gadis bermata biru layaknya perempuan di Eropa.  Sementara jika ke Pidie banyak gadis India. Sedangkan jika ke wilayah tengah Aceh, maka perempuan perempuan disana berkulit putih, bermata sipit seperti gadis Cina.

Selain itu perempuan Aceh dikenal setia. Dulu laki laki Aceh kerap merantau. Pulangnya pun juga dalam waktu yang lama. Tapi tidak ada istri yang menggugat cerai karena alasan jablay. Istri akan tetap menunggu hingga suaminya pulang. Selama menanti suami pulang tentu si istri memahami bagaimana cara menjaga kehormatan diri.

Baca : Cut Nyak Dien Saja Tidak Berjilbab

Kelebihan lain adalah perempuan Aceh juga dikenal “tahan banting” terhadap kemiskinan. Jarang terdengar seorang istri meninggalkan anak dan suami hanya tidak sanggup hidup dalam keterbatasan. Dalam prinsip hidup perempuan Aceh, miskin bukan berarti harus terhina. Makanya perempuan di Aceh juga sangat mengerti cara menjaga kehormatan tidak hanya kerhormatan diri tapi juga keluarga.

Lazimnya, perempuan Aceh juga taat kepada suami. Sehebat apapun perempuan ketika masih sendiri, kala menikah dia sadar harus menjadi makmum. Imam dalam keluarga adalah suami. Bukan berarti ini menunjukkan kerdilnya perempuan Aceh dalam biduk rumah tangga. Ini hanya cara perempuan Aceh memahami ajaran agama.

Kelebihan gadis Aceh lainnya adalah rela berkorban demi suami. Satu hal yang harus dipahami tantang mahar. Prinsipnya mahar adalah sepenuhnya milik istri. Suami tidak boleh mengganggu gugat. Namun hebatnya perempuan Aceh, dia rela menjual emas tersebut untuk membantu meringankan beban suami. Makanya tidak jarang ada yang menjual maharnya untuk membantu modal bisnis suami. Ada pula untuk membeli tanah atau membangun rumah. Tapi yang jelas mahar tidak diberikan jika suami berencana menikah lagi.

Meski demikian tentu saja kita tidak bisa memungkiri jika ternyata ada juga gadis Aceh yang tidak sesuai dengan uraian diatas. Gadis Aceh ada juga yang tidak setia. Atau terlalu “gagah” didepan suami. Tidak sedikit gadis Aceh yang ilmu agamanya cukup untuk dirinya saja. Tapi untuk konteks ini kita harus melihatnya dengan seimbang. Bahwa sekelompok kecil mereka tentu tidak bisa menutupi kelompok besar perempuan Aceh yang memiliki kualitas diatas rata rata.

Bukan bermaksud menyinggung atau menempatkan perempuan sebagai komoditas. Yang jelas tidak perlu khawatir melamar gadis Aceh meski terhitung berbiaya tinggi.  Sebab masih banyak diantara mereka yang memberi kemudahan dalam penentuan mahar. Saya teringat dengan seorang penulis asal Aceh. Pada bencana tsunami 2004 lalu, dia dan keduanya anaknya menjadi korban. Mereka syahid [insyaAllah] diterjang gelombang. ketika almarhumah menikah dulu, maharnya hanya surat Al-Anfal. Mungkin tidaklah berlebihan jika menyebut gadis Aceh selayak bidadari surga yang berada di dunia.

So Masih berpikir untuk menikahi gadis Aceh??

**

24022014 Banda Aceh







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

966 Comments

  1. mukhtar 25/02/2014 at 20:44

    aku tersenyum….
    :)

  2. Miya Ovayanti 25/02/2014 at 20:36

    “Jumlah Mahar” dr 23 kota/kabupaten bisa di cek disini nih http://t.co/stqlYKXspV
    *info dr hack blogspot*
    Boleh di konsultasikan dgn ortu masing2 nih ˆ⌣ˆ

    • arielkahhari 25/02/2014 at 20:51

      Pingin masukin data itu. Cuma ngak dimasukin aj ka ngeri . Yeu aq aq :)

      • Fara Sabilla Ulfa 26/02/2014 at 02:04

        Bagus artikelnya bg…
        Suka ^_^
        Smg aja lelaki atjeh gk salah dlm mengartikan..

      • Moena Iffat 26/02/2014 at 08:50

        isi nya Udah benar semua, emang Fakta, sya gadis ACeh … Cuma Judul nya aja menyinggu gadis Aceh.. mohon penulis merubahnya….

        • hen_slafinsky 28/02/2014 at 01:14

          hadeueefff…
          ini lagi …
          judul itu buat menarik perhatian pembaca nong…!!

          keliatan gk baca smpai habis ni dek nong…!

          • Yusi Irnanda 01/03/2014 at 10:47

            betoi sangat… hehehe…

  3. aida sawi la 25/02/2014 at 20:35

    Judul ny gc enak dbaca.,
    Isi nya sgat oce..,

  4. nana abdullah 25/02/2014 at 20:32

    Alhamdulillah saya keturunan aceh walaupun lahir n besar di jakarta.

  5. Nurul Hasnita 25/02/2014 at 20:31

    mahar yang ditaksirkan dengan uang Rp. 66.000.000 juta itu tdak sbanding dengan mahar seperangkat alat shalat serta surat al-qur’an….
    ssungguhnya…mahar seperangkat alat shalat dan surat al-qur’an sngat lah mahal…
    selaku suami yang sudah bertanggung jawab atas mahar tersebut yang bukan dengan uang, siang malam, tiap detik harus menjaga waktu untuk tanggung jawab nya terhadap istri…
    1. tiap malam wajib mengajari istri untuk mengaji
    2. tiap waktu harus mengingatkan istri tentang agama dan tausiah
    3. tiap waktu harus mengajari istri tentang tata cara keagamaan dan ajaran agama…
    bahkan banyak lagi yang prlu diajarkannya…
    uang bisa dicari tapi agama tidak bisa kita beli….
    seperangkat alat shalat dan surat al-qur’an enteng / murah bagi kita…
    padahal itu lah mahar yang paling mahal dunia dan akhirat….

  6. risna 25/02/2014 at 20:27

    اَلْحَمْدُلِلّه terlahir jadi gadis aceh ^_ ^

  7. Isfiana Nursari 25/02/2014 at 20:19

    sebelum dibaca sangat mengejutkan orang-orang tetapi isinya cukup bagus, bisa memberi gambaran pada khalayak ramai yang belum paham tentang adat Aceh. :)

  8. cutkag 25/02/2014 at 20:15

    blon nympe 100 jt …
    n yg prlu d bold terus d gris bawahi semuanya msih ad kompromi.

    isinya bagus tp judulnya agag sara.
    yahh wlopun itu sbg gold of case a

  9. yusra 25/02/2014 at 20:14

    Alhamdulillah, bangga jadi gAdis Aceh,, tulisannya bagus bang, (y) salam kenal.

  10. Rara 25/02/2014 at 20:12

    Bngga jd wanita aceh. .

  11. Faisal Basyir 25/02/2014 at 20:05

    Keren tulisannya.. Buat yang komentar diatas,, salam kenal semuanya ya..

  12. adi 25/02/2014 at 19:54

    LAIN LUBUKF LAIN IKAN LAIN DAERAH LAIN ADAT,,JADI HANA SUAH meudawa aceh PIDIE aceh RAYEUK aceh TIMU aceh TENGAH aceh SELATAN bandum na adat maseng2 jadi bek karu tinggaif pileh,,yang penteng jak beutroh kalen beudeuh bekrugo meuh hate saket.

    • amel 26/02/2014 at 09:04

      “nyan ureung yang tuleh pastii hana modal…kadang pih ban lheuh di tolak le gadis aceh….
      jangan asal menulis , tapi sebelumnya pelajari dulu adat istiadat aceh. bek baro na ilme bacut ka sok tau, jak tuleh yang ken2 dum .
      nyan sama cit dengan neu peurhot martabat kamoe inong….
      dan pun tulisannya masi banyak yang harus diperbaiki.

  13. Aditiya Firmansyah Herpavi 25/02/2014 at 19:51

    Hmmm.. so far ne note ‘agak’ nyenggol ke masalah ane neh yang lagi berupaya pindah kewarganegaraan dari Sunda jadi Aceh..hehe, tapi so far, sejauh ini memang bener isi note ini bagi kami ‘turis’ yang hidup di Aceh ini, sedikit “Shock” waktu tau tradisinya.. hmm..

    I won’t give up be Acehnese :-)

  14. Cut Alfidhdhah 25/02/2014 at 19:46

    saya juga terjebak sama judulnya, pas baca jdulnya tadi panass.. muncul pertanyaan kenapa emang dngan gadis Aceh,,?? hehheehe,, pas baca, eh ternyata .. :) keren2,, mantap ,,

  15. Fauzan 25/02/2014 at 19:45

    Yg ngrang gx da uang bwt nikahin gadis aceh,,,

  16. cut novi 25/02/2014 at 19:44

    Saya suka artikel ini :)

  17. mima 25/02/2014 at 19:42

    Keren abiis…
    Pinter da u nulis y…bahasa tertata sangaat rapi..saluut bro…

  18. Yofie Anggi Salfina 25/02/2014 at 19:40

    Walopun Ga Langsung Keturunan Aceh, Karna udah Lahir d Aceh yaaa Ngikutin Adat Aceh Jugaaa x, Lebih Mulia & Berharga ^_^

  19. miracle 25/02/2014 at 19:35

    Gadis Aceh itu meutia (
    Mutiara) mk@ sangat berharga dan orang berlomba menghargai@ setinggi2@..

  20. ikhsan qusay 25/02/2014 at 19:29

    isinya bagus dan sangat mendukung. tapi judulnya itu harus di renovasi

  21. Nisha_Lediez 25/02/2014 at 19:27

    Wajar kalo gadis Aceh mahal mahar@. . .
    Karna Istri tugas bakti terhadap suami, , ,
    ketika engkau memutuskan utk menikah. .maka surgamu di tangan suamimu. . .
    Istri hnya bertugas menjaga anak2@ kelak n berbakti setulus@ pda sang suami

  22. syahrul 25/02/2014 at 19:23

    Kalau mahar nikah sebuah kitab suci al quran dan seperangkat alat sholat.
    Itu bermakna wajib hukumnya bagi lelaki mengajar istri nya baca Al quran dan maknanya.
    Dg begitu mahar yg tinggi bermakna wanita itu sangat berharga dan perlu wanita itu menjaga harga dari dan marwahnya.

  23. maulian 25/02/2014 at 19:22

    SUBHANALLAH bgus ya akhi ariel tulisan nnya …
    Wahai para kaum hawa semua wanita sama. yg membedakan hanyalah iman dan taqwa, budi pekerti. jika seorang akhwat bisa mempunyai sifat seperti wanita2 aceh maka kalian akan sama seperti wanita aceh. Kalian bisa setia kepada suami. Bisa menjaga martabat suami. Bisa menjaga harta2 suami. Bisa menjaga anak2 suami. Yg membedakan hnyalah budaya saja ….

  24. muhammad alfadhal 25/02/2014 at 19:22

    Kan sudah di ceritakan oleh penulis bahwa setiap kabupaten itu berbeda adatnya. So kalo ada uang hangus di salah satu kabupaten ia karna adatnya sudah seperti itu. Logikanya kalo adat di aceh besar dan di pidie dianggap tidak wajar oleh daerah laen terus apa yg kalian lakuin? Ia intinya saling memaklumi dan saling menghargai satu sama lainnya

    • rizki phonna 01/03/2014 at 11:23

      memangnya kenapa adat di aceh besar dan di pidie, dianggap
      tidak wajar oleh daerah
      laen ??

  25. eva 25/02/2014 at 19:21

    Penulis tidak paham betul mengenai adat Aceh. Seharusnya menulis diperbanyak dulu referensi baru kemudian dituang dalam tulisan. Tulisan ini tidak bermutu dan merusak budaya Aceh yang sudah lama dipertahankan.

    • Fitri 25/02/2014 at 22:36

      Saya setuju dengan pndpt Anda,,,

  26. khalil 25/02/2014 at 19:19

    Semahal” mahar adalah mampu membaca, menghafat, menerjemah dan menafsirkan surat AL-QUR’AN sesuai dengan penafsiran ULAMA MUJTAHID…

    Salam Aceh

  27. wina 25/02/2014 at 19:18

    sedikit tragis ya ,sekalian aja gadis aceh dimusnahin, dari pada gak ada yang nikahin -_-“

    • si Gam 25/02/2014 at 21:09

      Ente aje yang di musnahin… gadis aceh menjunjung tinggi kehormatan. engak seperti ente… :/

      • wina 26/02/2014 at 08:07

        yg tragis itu judulnya :s

      • Yusi Irnanda 01/03/2014 at 10:52

        Tul… Wina komennya ga bijak… Jangan-jangan ga baca artikelnya cuman judulnya doank… ckck…

    • Tian 25/02/2014 at 21:42

      Sadis mbak :V

    • gett 25/02/2014 at 21:56

      Terimakasih penulis, intinya na peng na inong (ada uang ada istri). Menikah tidak cukup hanya dengan cinta. Org tua di Aceh ingin anaknya bahagia dan berkecukupan. Untuk anda yang mau memusnahkan wanita Aceh, anda tidak membaca artikel ini sampai selesai dan saya kira anda salah memahami artikel ini. Tolong di baca lagi…

    • arielkahhari 28/02/2014 at 09:16

      berkenan untuk di baca ulang postingan nya supaya tidak salah faham :)

  28. darkasih 25/02/2014 at 19:17

    Itu menandakan wanita aceh bukan murahan bung. Bukan seperti wanita asal daerah sma yg rata2 liar. Asal bung tahu bahwa mahar itu untuk pemenuhan hidup keluaga yg akn menikah jga. Sebagai modal untuk membangun keluarga. Maaf ya kami orang aceh siap nikah tidak melarat n masalah mahar itu kesepakatn dari sesama keluarga tanpa ad paksaan.

  29. wahyu 25/02/2014 at 19:11

    Nice artikel :)

  30. wulan 25/02/2014 at 19:10

    baru tau di aceh ada uang hangus@,,,,,,,,,
    isi kamar biasa@ d beli olh istri,tp dari uang mahar,,,,,,,,,,

  31. Iza Hanakaru 25/02/2014 at 19:06

    dara aceh hana sibandeng ngon inong laen,, D

  32. Mulya 25/02/2014 at 19:05

    Aku bangga jadi gadis aceh .
    dan yg blg mikir” dlu , juga maharnya mahal.
    itu salah !
    anda blm tw sejarahnya aja.mkanya bisa berbicara seperti itu..
    mahalpun itu trgantung cwo a mampu apa engga.
    rata” yg cwo a acehpun mampu kok dgn mahar segitu banyaknya.. :D

  33. Aming 25/02/2014 at 19:02

    Serasa ngebaca postingan di atas ibarat mendengar rintihan orang yang nggak sanggup akan mahar di aceh ya :D

  34. Amir khadafi 25/02/2014 at 19:01

    Sapa sich lu ?
    org mana sich lu ?
    Apa mkd lu dgn menjelek2ka suku dan adat aceh?
    Jgn2 lu gk ada duet tux nikahin org acek kale yach.
    Kacian bgt lu
    :p

  35. Zoel 25/02/2014 at 18:59

    Klo di daerah saya gan “Pidie”, ada beberapa bagian yang diberikan oleh mertua seperti rumah, tanah, sawah atau lainnya. tetapi itu klo maharnya di atas 10 mayam. itupun klo mereka (mertua) mampu/ada. trus ada juga yang “dipeutimang” (ditanggung) oleh mertua minimal 1 tahun ato sampai anak pertama lahir. (asek..asek.. :))

  36. ryanda 25/02/2014 at 18:58

    Alhamdulillah, terlahir sbg perempuan aceh. Tapi judul artikelnya sebaiknya dirubah karena tidak semua daerah d aceh mempunyai adat seperti itu, sampai sampai isi kamar harus d tanggung dari pihak linto baro. Di pidie misalnya, isi kamar di tanggung dari pihak dara baro dan rumah untuk ditempati setelah menikah dipersiapkan dari pihak dara baro. Jadi, wajar saja menurut saya jika mahar untuk perempuan di daerah pidie lebih banyak dari pada daerah-daerah aceh lainnya.

    n lelaki yang menikah dengan perempuan

  37. vivi 25/02/2014 at 18:57

    Dari judulnya sudah bikin penasaran untuk dibaca setelah dibaca ternyata menambah pengetahuan tetang gadis aceh, kalau soal mahar… kayaknya gk cuma di acah deh..di daerah sy jg pakai mahar juta”an bahkan ratusan juta tergantung pendidikan, pekerjaan, dan keluarga si wanita..

  38. manda 25/02/2014 at 18:57

    Alhamdulillah, senang bisa dilahirkan ditanah rencong..

  39. cddewi 25/02/2014 at 18:57

    judulnya tu diralat sikit oM,
    baca judulnya bikin “EMOSI”, wlaupun akhir dari tulisan itu bgus
    awal penulisan menjatuhkan perempuan aceh, pada akir tulisan dinaikkannya kembali
    apa maksud Lu oM.???. Hana JEULLAH

  40. FB Nizma Agustjik 25/02/2014 at 18:53

    Mudah2an komen saya bisa diterima walau bukan member di blog ini. Tepat sekali yang tulis dan sampaikan karena saya sudah 20 kali bulak balik ke Aceh sejak Tsunami untuk urusan kerja sosial/charity, dari sini saya tahu betul adat istiadat Aceh yg lengakap negatif dan positifnya. Betul gadis Aceh punya khas tersendiri akibat campuran baik dr Yaman, Persia, India/Pakistan, Cina dan Portugis/Eropa dan saya lihat semuanya. Perempuan Aceh pekerja keras, berani (lihat Kapten Malahayati, Cut Nya Din dan lainnya) nah kalau mahar yang mahal sesuai dengan apa yg kita dapat saya kira fair lah, cuma yg saya keberatan ya yg memasang tarif, daerah lainya nya sama saja, lihat P******ng, B****i dan lainnya termasuk adat di Saudi yg cenderung sangat materialis, sangat bersebrangan dg syariat Islam ya..tapi begitulah kadang adat mengalahakn syariat. Bagi yg mampu silahkan saja, sekarang saya dengar bisa bernego, kesepakatan, apalagi kalau sudah ada bibit cinta..Allah alam

    • Yusi Irnanda 01/03/2014 at 10:50

      Yup… Hanya segelintir yang memahami… Sebenarnya jumlah berapa maharnya tidak mutlak bila di sebutkan… Semua bisa di musyawarahkan sehingga adat bisa bersanding dengan syariat… bak istilah di aceh “adat bak putroe meuruhom hukom bak syiah kuala” wallahualam

  41. Miya Ovayantie 25/02/2014 at 18:48

    Wuuih baca judulnya udh takut aja pas baca sampe habis kyknya hrs di share ini hahaha :D

  42. nova noermala sari 25/02/2014 at 18:45

    Mslah uang hangus, isi kamar dan acra resepsi, saya bner2 gak setuju, karna ∂ɪ̣̇ kabupaten nagan raya, tidak ada ЧªΏƍ nama ϟЎª uang hangus dan uang resepsi dari calon mempelai pria, smuanya di tanggung oleh Ŏ®ªƞg tua dara baro nya

  43. Jamaluddin Phonna 25/02/2014 at 18:43

    “Meski demikian tentu saja kita tidak bisa memungkiri jika ternyata ada juga gadis Aceh yang tidak sesuai dengan uraian diatas. Gadis Aceh ada juga yang tidak setia. Atau terlalu “gagah” didepan suami. Tidak sedikit gadis Aceh yang ilmu agamanya cukup untuk dirinya saja. Tapi untuk konteks ini kita harus melihatnya dengan seimbang. Bahwa sekelompok kecil mereka tentu tidak bisa menutupi kelompok besar perempuan Aceh yang memiliki kualitas diatas rata rata.”

    Setuju Ust.

    hehehe

  44. zamaliq 25/02/2014 at 18:38

    itu beda nya gadis aceh sama gadis luar ,,
    harga nya mahal ,, gadis aceh bukan barang murahann ..

  45. siapaajaboyeh 25/02/2014 at 18:33

    hahahaha lagak bang tulisan jih :D
    keep writing bang :D

  46. sirva hardana 25/02/2014 at 18:32

    Maaf nagan raya jugak ngk ada duit hangus,ngak serumit itu,saya tidak setuju sama judul nya,trus kenapa di terakan tentang pengeluaran aja,sekalian keuntungan siap pesta berapa,klau mau lebih akurat pilah2 kan perkabupaten,ok hanya ingin meluruskan.maaf bila ada kekurangan dalam berkata,salam anak aceh

  47. dex cut 25/02/2014 at 18:31

    saya asli lhksemawe, disana maharnya dgn emas + isi kamar+ uang hangus jg. tp itu jg bisa d sesuaikan olh keinginan k 2 klurga pngantin. kan diatas pnulis udah nyebut adat berbeda di msing2 daerah. Intinya ada daerah yg mbebankan isi kamar kdlm mahar. dan ada daerah yg mberakuan uang hangus…

  48. sirva hardana 25/02/2014 at 18:24

    Kenapa judul nya jangan menika dengan anak aceh,boleh tau alasan nya

    • arielkahhari 01/03/2014 at 07:30

      ya dibaca saja tulisannya, nanti juga ketahuan :)

  49. mispony gitari utama 25/02/2014 at 18:20

    Tulisan yg cukup bagus.kebetulan saya gadis aceh yg merantau ke sulawesi selatan.coba dicari tau lagi, sebenarnya mahar di sulawesi ini lebih mahal dr uang mahar di aceh.apapun itu..tetap bangga jadi cewe aceh :D

  50. Herman Husein 25/02/2014 at 18:11

    Artikel yang bagus dan menarik. Ada beberapa hal yang terlupakan: mayoritas gadis Aceh kawin dengan mahar tidak semahal yang tertera di artikel ini. Juga dibanyak daerah orang tua mempelai wanita memberikan sebuah rumah kepada putrinya (tentu saja tergantung kemampuan). Dan yang terpenting: saya sudah menikahi gadis Aceh selama 28 tahun. Saya tahu persis bahwa gadis Aceh itu memang pendamping yang sangat setia dan tahu menjaga kehormatan diri dan keluarga.

Leave A Response