Monday 06th July 2020,
Arielogis

[JANGAN] Menikah Dengan Gadis Aceh

Ariel Kahhari 25/02/2014 Suara Langit 966 Comments
[JANGAN] Menikah Dengan Gadis Aceh

Jika anda laki laki dan berkeinginan menikahi gadis Aceh, maka berhenti sejenak dan merenunglah. Apakah pilihan anda sudah tepat?? Apakah tidak terlalu beresiko jika anda memilih gadis Aceh sebagai pasangan hidup?

Memang tidak ada laki laki yang tidak ingin menikah. Bagi mereka [yang normal] memiliki pasangan yang sah adalah kebutuhan. Perempuan membutuhkan perlindungan dari laki laki. Sebaliknya laki laki membutuhkan sisi lembut dari seorang perempuan.

Namun dalam sudut pandang laki laki, setidaknya ada dua alasan yang menjadi pertimbangan ketika hendak menikah. Yakni masalah kesiapan mental dan materi.

Saya hanya akan mengulas tentang alasan kedua yaitu tentang persoalan materi. Jujur soalan ini kerap mengganggu pikiran kaum laki laki. Menikah tentu bukan hanya soal cinta dan sayang. Pada kenyataannya menikah membutuhkan dana. Jumlahnya pun tidak sedikit. Mulai dari biaya untuk acara tunangan, mahar, pernikahan, resepsi belum lagi biaya untuk memenuhi kehidupan setelah menikah. Syukur syukur jika semuanya ditanggung oleh orang tua, tapi bukankah kesiapan materi juga menunjukkan kesiapan untuk menikah?

Baca : Perempuan Aceh kok dibilang Pelacur

Berapa biaya untuk menikahi gadis Aceh?

Di Aceh, mahar yang diberikan kepada calon istri jarang dalam bentuk seperangkat alat shalat. Biasanya mahar yang diberikan dalam bentuk emas. Hitungannya pun bukan dalam bentuk gram melainkan mayam. Satu mayam senilai dengan 3,3 gram. Pernah satu mayam menyentuh harga 1,8 juta rupiah. Namun ketika catatan ini saya tulis, harga emas satu mayam berkisar antara 1,6 hingga 1,7 juta rupiah.

Nah kisaran mahar di Aceh dimulai dari tiga hingga 25 mayam. Bahkan bisa diatas angka tersebut tergantung siapa gadis yang hendak dilamar. Kalau menikahi seorang gadis dengan mahar 10 mayam maka setidaknya uang yang harus disiapkan sebesar 16 hingga 18 juta rupiah. Itu baru mahar ya! Nah tinggal bayangkan saja jika yang dinikahi itu maharnya 20 atau 30 mayam. Untuk mahar saja bisa menghabiskan biaya 30 hingga 40 juta rupiah!!

2925294_20130526125519

Emas di Aceh lazim dijual dalam satuan mayam (taken from google)

Biasanya penentuan mahar sangat tergantung dari asal gadis tersebut. Beda daerah beda pula adat dan budaya nya. Adat di Aceh Besar tentu berbeda dengan di Aceh Utara. Aceh Barat juga punya budaya yang berbeda dengan Aceh Tengah. Di Aceh ada 23 Kabupaten kota yang masing masing memiliki adat yang masih di junjung tinggi. Selain itu terkadang tingkat pendidikan, pekerjaan si gadis serta tingkat ekonomi keluarga kerap menjadi indikator dalam penentuan besaran mahar.

Sebelum menikah, sebagian keluarga ada yang menggelar acara tunangan. Jika melaksanakan prosesi ini, maka calon mempelai laki laki juga turut menyerahkan sebuah cincin emas. Selain cincin juga turut dibawa seserahan seperti bahan pakaian dan makanan. Namun jumlah seserahan ini biasanya hanya simbolis dengan jumlah yang terbatas.

Cincin ini dipakai oleh si calon mempelai perempuan sebagai tanda jika dirinya sudah dilamar oleh seseorang. Biasanya cincin yang diberikan antara dua hingga tiga mayam. Bedanya cincin tunangan bisa dimasukkan kedalam bagian mahar. Misalnya seorang gadis dilamar dengan mahar 10 mayam. Sebelumnya dia sudah menerima cincin sebesar dua mayam. Maka ketika pada hari aqad, emas yang diserahkan oleh pihak laki laki hanya tersisa delapan mayam lagi.

Tapi ada juga adat, dimana cincin tunangan tidak termasuk dalam mahar atau hanya setengah nya saja. Misal kalau cincin tunangan dua mayam maka satu mayamnya dihitung sebagai mahar, sedangkan sisanya tidak. Ini semua sangat tergantung kebijakan atau budaya yang berlaku dalam keluarga calon mempelai perempuan.

Selain biaya untuk membeli cincin tunangan dan mahar, masih ada biaya lain yang harus dipersiapkan. Beberapa daerah di Aceh ada yang memberlakukan adat yang disebut “uang hangus” dan “isi kamar”. Ini artinya si calon suami menyerahkan sejumlah uang “bantuan” untuk resepsi di tempat calon istri termasuk perabotan kamar tidur. Perabotan kamar tidur terdiri dari tempat tidur,  lemari dan meja rias. Nominalnya berkisar dari sembilan juta rupiah ke atas. Tapi ingat tidak semua daerah di Aceh memberlakukan adat ini. Bahkan karena alasan tertentu, adat ini bisa dihapus oleh keluarga mempelai perempuan meski di daerah nya memberlakukan adat seperti itu.

Baca : Perempuan Aceh dan Hikayat Perang

Ilustrasi penyerahan mahar (taken from google)

Ilustrasi penyerahan mahar (taken from google)

Ketika acara antat linto, atau mengantar mempelai laki laki ke rumah dara baro [mempelai wanita], maka linto harus membawa seserahan. Seserahan ini terdiri dari bahan pakaian seperti kain renda [brokat], batik dan songket. Bahan pakaian juga sering digabung dengan tas dan sepatu. Biasanya dipadankan dengan warna yang sama. Selain pakaian, tas, dan sepatu tentu masih ada seserahan yang lain. Apa saja itu, tergantung dari kemampuan si linto. Tidak ada paksaan berapa jumlah seserahan yang diberikan.

Supaya lebih mudah saya akan membuat ilustrasi sederhana, berapa biaya yang dibutuhkan untuk menikahi gadis Aceh. [dihitung semua item]

Cincin tunangan (2 mayam)                  Rp.    3.200.000,-

Seserahan saat tunangan                        Rp.       800.000,-

Mahar (10 Mayam)                                   Rp. 16.000.000,-

Seserahan saat resepsi                             Rp.   5.000.000,-

Uang Hangus                                                Rp.   6.000.000,-

Isi Kamar                                                       Rp. 15.000.000,-

Biaya Resepsi                                               Rp. 20.000.000,-

Total                                               Rp. 66.000.000,-   

[Masih di bawah 100 juta….]        

Memang kalau dihitung hitung ternyata mahal juga ya menikah dengan gadis Aceh. Namun meski mahal, KUA di Aceh tetap saja dipenuhi oleh pasangan yang mengantri untuk menikah. Bahkan agar bisa menikah di Mesjid Raya Baiturrahman, harus mendaftar minimal sebulan sebelumnya.

Lalu apa keunggulan atau kelebihan para perempuan Aceh?

Secara fisik, gadis Aceh dikenal cantik dan manis. Hal ini karena mengingat percampuran Aceh dengan banyak bangsa. Aceh biasa disebut dengan Arab, Cina, Eropa dan Hindia. Maka jangan heran kalau ke Aceh Jaya tepatnya di Lamno anda akan menemukan gadis bermata biru layaknya perempuan di Eropa.  Sementara jika ke Pidie banyak gadis India. Sedangkan jika ke wilayah tengah Aceh, maka perempuan perempuan disana berkulit putih, bermata sipit seperti gadis Cina.

Selain itu perempuan Aceh dikenal setia. Dulu laki laki Aceh kerap merantau. Pulangnya pun juga dalam waktu yang lama. Tapi tidak ada istri yang menggugat cerai karena alasan jablay. Istri akan tetap menunggu hingga suaminya pulang. Selama menanti suami pulang tentu si istri memahami bagaimana cara menjaga kehormatan diri.

Baca : Cut Nyak Dien Saja Tidak Berjilbab

Kelebihan lain adalah perempuan Aceh juga dikenal “tahan banting” terhadap kemiskinan. Jarang terdengar seorang istri meninggalkan anak dan suami hanya tidak sanggup hidup dalam keterbatasan. Dalam prinsip hidup perempuan Aceh, miskin bukan berarti harus terhina. Makanya perempuan di Aceh juga sangat mengerti cara menjaga kehormatan tidak hanya kerhormatan diri tapi juga keluarga.

Lazimnya, perempuan Aceh juga taat kepada suami. Sehebat apapun perempuan ketika masih sendiri, kala menikah dia sadar harus menjadi makmum. Imam dalam keluarga adalah suami. Bukan berarti ini menunjukkan kerdilnya perempuan Aceh dalam biduk rumah tangga. Ini hanya cara perempuan Aceh memahami ajaran agama.

Kelebihan gadis Aceh lainnya adalah rela berkorban demi suami. Satu hal yang harus dipahami tantang mahar. Prinsipnya mahar adalah sepenuhnya milik istri. Suami tidak boleh mengganggu gugat. Namun hebatnya perempuan Aceh, dia rela menjual emas tersebut untuk membantu meringankan beban suami. Makanya tidak jarang ada yang menjual maharnya untuk membantu modal bisnis suami. Ada pula untuk membeli tanah atau membangun rumah. Tapi yang jelas mahar tidak diberikan jika suami berencana menikah lagi.

Meski demikian tentu saja kita tidak bisa memungkiri jika ternyata ada juga gadis Aceh yang tidak sesuai dengan uraian diatas. Gadis Aceh ada juga yang tidak setia. Atau terlalu “gagah” didepan suami. Tidak sedikit gadis Aceh yang ilmu agamanya cukup untuk dirinya saja. Tapi untuk konteks ini kita harus melihatnya dengan seimbang. Bahwa sekelompok kecil mereka tentu tidak bisa menutupi kelompok besar perempuan Aceh yang memiliki kualitas diatas rata rata.

Bukan bermaksud menyinggung atau menempatkan perempuan sebagai komoditas. Yang jelas tidak perlu khawatir melamar gadis Aceh meski terhitung berbiaya tinggi.  Sebab masih banyak diantara mereka yang memberi kemudahan dalam penentuan mahar. Saya teringat dengan seorang penulis asal Aceh. Pada bencana tsunami 2004 lalu, dia dan keduanya anaknya menjadi korban. Mereka syahid [insyaAllah] diterjang gelombang. ketika almarhumah menikah dulu, maharnya hanya surat Al-Anfal. Mungkin tidaklah berlebihan jika menyebut gadis Aceh selayak bidadari surga yang berada di dunia.

So Masih berpikir untuk menikahi gadis Aceh??

**

24022014 Banda Aceh







Like this Article? Share it!

About The Author

966 Comments

  1. Azhar Ilyas 26/02/2014 at 23:31

    maksud komen tadi kemuliaan seseorang tidak pada mahar, orang aceh, orang jawa, orang madura, semua dikur atas ketaqwaan, soal sesajen, eh, mahar… hanyalah warna-warni dunianya saja. bukan berarti toke emas juga jadi mulus-mulus aja proses nikahnya kan? (hehehe)

  2. Azhar Ilyas 26/02/2014 at 23:31

    maksud komen tadi kemuliaan seseorang tidak pada mahar, orang aceh, orang jawa, orang madura, semua dikur atas ketaqwaan, soal sesajen, eh, mahar… hanyalah warna-warni dunianya saja. bukan berarti toke emas juga jadi mulus-mulus aja proses nikahnya kan? (hehehe)

  3. Irfansyah 26/02/2014 at 23:13

    bagus2

  4. Irfansyah 26/02/2014 at 23:13

    bagus2

  5. Irfansyah 26/02/2014 at 23:12

    judulnya mancing emosi.haha.
    tapi isinya sangat bagus dan benar..

    kalo segini harganya, mana mungkin abang duakan adek..
    abg ciyuss dek. :D

  6. Irfansyah 26/02/2014 at 23:12

    judulnya mancing emosi.haha.
    tapi isinya sangat bagus dan benar..

    kalo segini harganya, mana mungkin abang duakan adek..
    abg ciyuss dek. :D

  7. dek bal 26/02/2014 at 23:11

    Itu kan yg adek mau .
    *35mayam
    Mati abg dek .

  8. dek bal 26/02/2014 at 23:11

    Itu kan yg adek mau .
    *35mayam
    Mati abg dek .

  9. sarah 26/02/2014 at 23:04

    Mantappp tappp tapp..penulisnya smart banget…pande nyari judul yg “menjurus” sampe orang penasaran..tp yg meu pep2 nyan cit bangai cuma sekedar baca judul..peu male ureung aceh nyangkeuh awak kah..!!

  10. sarah 26/02/2014 at 23:04

    Mantappp tappp tapp..penulisnya smart banget…pande nyari judul yg “menjurus” sampe orang penasaran..tp yg meu pep2 nyan cit bangai cuma sekedar baca judul..peu male ureung aceh nyangkeuh awak kah..!!

  11. eka 26/02/2014 at 23:01

    Tulisannya bagus, judulnya juga sangat-mengajak-untuk-dibaca. Moga perempuan Aceh tetap bisa jaga marwahnya ya,

  12. eka 26/02/2014 at 23:01

    Tulisannya bagus, judulnya juga sangat-mengajak-untuk-dibaca. Moga perempuan Aceh tetap bisa jaga marwahnya ya,

  13. ADE REZA 26/02/2014 at 22:18

    MENIKAHLAH BAGI YG SUDAH MAMPU, BAGI YG BELUM MAMPU MAKA BERPUASALAH, AGAR MENUNDUKKAN NAFSU SYAHWAT…!

  14. ADE REZA 26/02/2014 at 22:18

    MENIKAHLAH BAGI YG SUDAH MAMPU, BAGI YG BELUM MAMPU MAKA BERPUASALAH, AGAR MENUNDUKKAN NAFSU SYAHWAT…!

  15. zaki 26/02/2014 at 15:12

    Reblogged this on Duniaku.

  16. zaki 26/02/2014 at 15:12

    Reblogged this on Duniaku.

  17. Arry99 26/02/2014 at 22:10

    Ga semua gadis Aceh kayak gitu,. Itu semua tergantung, kesepakatan kedua belah pihak, yg akan menikah, tidak saling memberatkan satu sama lainnya, intinya ada kesepakatan. ( Simple ) gak harus d patokkan dengan mayam

  18. Arry99 26/02/2014 at 22:10

    Ga semua gadis Aceh kayak gitu,. Itu semua tergantung, kesepakatan kedua belah pihak, yg akan menikah, tidak saling memberatkan satu sama lainnya, intinya ada kesepakatan. ( Simple ) gak harus d patokkan dengan mayam

  19. saidriswan 26/02/2014 at 22:08

    Kabuthoi nyan,marwah Inong Aceh harus tajaga.

  20. saidriswan 26/02/2014 at 22:08

    Kabuthoi nyan,marwah Inong Aceh harus tajaga.

  21. raka 26/02/2014 at 22:05

    Sungguh ksian penulis ini.kyanya pengalaman pribadi ni.hihihihi..dtolak ma gadis aceh y mas..makanya teliti dulu kalo mw nulis blog..dari dulu pria di aceh pergi berperang sm blanda bukan pergi merantau gobok..asal aja kamu nulis.

  22. raka 26/02/2014 at 22:05

    Sungguh ksian penulis ini.kyanya pengalaman pribadi ni.hihihihi..dtolak ma gadis aceh y mas..makanya teliti dulu kalo mw nulis blog..dari dulu pria di aceh pergi berperang sm blanda bukan pergi merantau gobok..asal aja kamu nulis.

  23. Mahfud 26/02/2014 at 21:14

    Walau segitu mahar πўª , å∂å ĵυ̲̣g̶̲̥̅ɑ̤̈̊ laki-laki aceh ♈åñģ kawin mwelebihi dr satu, berarti org aceh kn kaya…

  24. Mahfud 26/02/2014 at 21:14

    Walau segitu mahar πўª , å∂å ĵυ̲̣g̶̲̥̅ɑ̤̈̊ laki-laki aceh ♈åñģ kawin mwelebihi dr satu, berarti org aceh kn kaya…

  25. FK2PI 26/02/2014 at 21:03

    wanita aceh….. wanita yang didamba-dambakan

  26. FK2PI 26/02/2014 at 21:03

    wanita aceh….. wanita yang didamba-dambakan

  27. siti idawani 26/02/2014 at 20:57

    ea tulisan a bgus,, tpi saya pkir gadis aceh tidak gito juga, gadis aceh juga berpikir seberapa sanggup calon suaminya.,,,,,

  28. siti idawani 26/02/2014 at 20:57

    ea tulisan a bgus,, tpi saya pkir gadis aceh tidak gito juga, gadis aceh juga berpikir seberapa sanggup calon suaminya.,,,,,

  29. Harumi Kartini 26/02/2014 at 20:47

    Artikelnya baguss

  30. Harumi Kartini 26/02/2014 at 20:47

    Artikelnya baguss

  31. budi 26/02/2014 at 20:26

    Ahh biasa aja kok, tu kan dah adat2 msg2 daerah…, bnyk jg kan di daerah laen yg kyk gitu…

  32. budi 26/02/2014 at 20:26

    Ahh biasa aja kok, tu kan dah adat2 msg2 daerah…, bnyk jg kan di daerah laen yg kyk gitu…

  33. Wira waskita 26/02/2014 at 20:23

    Jangankan 1000 mayam , nyawa juga saya kasih kalau ketemu wanita yang saya cinta .. Jadi laki2 jangan pelit , muliakan wanita anda semulia mungkin ,sediakan semua yang dibutuhkan jangan menyusahkannya, saya pernah tingggal 2 tahun di lhokseumawe tp , memang blm jodoh dpt perempuan sana.

  34. Wira waskita 26/02/2014 at 20:23

    Jangankan 1000 mayam , nyawa juga saya kasih kalau ketemu wanita yang saya cinta .. Jadi laki2 jangan pelit , muliakan wanita anda semulia mungkin ,sediakan semua yang dibutuhkan jangan menyusahkannya, saya pernah tingggal 2 tahun di lhokseumawe tp , memang blm jodoh dpt perempuan sana.

  35. zuf 26/02/2014 at 20:13

    SUNGGUH VONIS YG FATAL

  36. zuf 26/02/2014 at 20:13

    SUNGGUH VONIS YG FATAL

  37. indah manaf 26/02/2014 at 20:02

    Selalu bangga menjadi gadis Aceh :)

  38. indah manaf 26/02/2014 at 20:02

    Selalu bangga menjadi gadis Aceh :)

  39. bois 26/02/2014 at 19:47

    Menyoe menan cerita, kajet, haek takhem !!

  40. bois 26/02/2014 at 19:47

    Menyoe menan cerita, kajet, haek takhem !!

  41. faozi 26/02/2014 at 18:50

    smile

  42. faozi 26/02/2014 at 18:50

    smile

  43. Rizal Putra 26/02/2014 at 18:49

    kasalah jeut ubat sigam nyan.hana peng meukawen jadi peubruk2 dara aceh.

  44. Rizal Putra 26/02/2014 at 18:49

    kasalah jeut ubat sigam nyan.hana peng meukawen jadi peubruk2 dara aceh.

  45. ayu 26/02/2014 at 18:11

    Wuihh.. Wkt baca judulnya darah udh mendidih.. Wkt ditelusuri isinya malah senyum2 n jd makin bangga jd gadis aceh.. Don’t judge a book by its cover lah intinya.. Hehe

  46. ayu 26/02/2014 at 18:11

    Wuihh.. Wkt baca judulnya darah udh mendidih.. Wkt ditelusuri isinya malah senyum2 n jd makin bangga jd gadis aceh.. Don’t judge a book by its cover lah intinya.. Hehe

  47. polem 26/02/2014 at 18:07

    karakter bangsa Aceh.. suka memuji diri sendiri

  48. polem 26/02/2014 at 18:07

    karakter bangsa Aceh.. suka memuji diri sendiri

  49. Naila Naurra 26/02/2014 at 18:06

    kalau kepengen murah mahar nya nikah saja sama gadis diluar suku aceh.anda ngaku orang aceh kok bisa-bisa nya buat judul kayak gitu.mungkin sama gadis diluar suku aceh anda bisa nikah dengan uang 15.000 saja + seperangkat alat sholat.jadi sebelum anda menyebar artikel yang menurut saya bisa menyinggung perasaan orang lain,lebih anda pikir-pikir dulu untung rugi nya sama anda sendiri dan sama suku yang anda serang.

  50. Naila Naurra 26/02/2014 at 18:06

    kalau kepengen murah mahar nya nikah saja sama gadis diluar suku aceh.anda ngaku orang aceh kok bisa-bisa nya buat judul kayak gitu.mungkin sama gadis diluar suku aceh anda bisa nikah dengan uang 15.000 saja + seperangkat alat sholat.jadi sebelum anda menyebar artikel yang menurut saya bisa menyinggung perasaan orang lain,lebih anda pikir-pikir dulu untung rugi nya sama anda sendiri dan sama suku yang anda serang.

Leave A Response

Click here to cancel reply.