Monday 26th August 2019,
Arielogis

[JANGAN] Menikah Dengan Gadis Aceh

Ariel Kahhari 25/02/2014 Suara Langit 966 Comments
[JANGAN] Menikah Dengan Gadis Aceh

Jika anda laki laki dan berkeinginan menikahi gadis Aceh, maka berhenti sejenak dan merenunglah. Apakah pilihan anda sudah tepat?? Apakah tidak terlalu beresiko jika anda memilih gadis Aceh sebagai pasangan hidup?

Memang tidak ada laki laki yang tidak ingin menikah. Bagi mereka [yang normal] memiliki pasangan yang sah adalah kebutuhan. Perempuan membutuhkan perlindungan dari laki laki. Sebaliknya laki laki membutuhkan sisi lembut dari seorang perempuan.

Namun dalam sudut pandang laki laki, setidaknya ada dua alasan yang menjadi pertimbangan ketika hendak menikah. Yakni masalah kesiapan mental dan materi.

Saya hanya akan mengulas tentang alasan kedua yaitu tentang persoalan materi. Jujur soalan ini kerap mengganggu pikiran kaum laki laki. Menikah tentu bukan hanya soal cinta dan sayang. Pada kenyataannya menikah membutuhkan dana. Jumlahnya pun tidak sedikit. Mulai dari biaya untuk acara tunangan, mahar, pernikahan, resepsi belum lagi biaya untuk memenuhi kehidupan setelah menikah. Syukur syukur jika semuanya ditanggung oleh orang tua, tapi bukankah kesiapan materi juga menunjukkan kesiapan untuk menikah?

Baca : Perempuan Aceh kok dibilang Pelacur

Berapa biaya untuk menikahi gadis Aceh?

Di Aceh, mahar yang diberikan kepada calon istri jarang dalam bentuk seperangkat alat shalat. Biasanya mahar yang diberikan dalam bentuk emas. Hitungannya pun bukan dalam bentuk gram melainkan mayam. Satu mayam senilai dengan 3,3 gram. Pernah satu mayam menyentuh harga 1,8 juta rupiah. Namun ketika catatan ini saya tulis, harga emas satu mayam berkisar antara 1,6 hingga 1,7 juta rupiah.

Nah kisaran mahar di Aceh dimulai dari tiga hingga 25 mayam. Bahkan bisa diatas angka tersebut tergantung siapa gadis yang hendak dilamar. Kalau menikahi seorang gadis dengan mahar 10 mayam maka setidaknya uang yang harus disiapkan sebesar 16 hingga 18 juta rupiah. Itu baru mahar ya! Nah tinggal bayangkan saja jika yang dinikahi itu maharnya 20 atau 30 mayam. Untuk mahar saja bisa menghabiskan biaya 30 hingga 40 juta rupiah!!

2925294_20130526125519

Emas di Aceh lazim dijual dalam satuan mayam (taken from google)

Biasanya penentuan mahar sangat tergantung dari asal gadis tersebut. Beda daerah beda pula adat dan budaya nya. Adat di Aceh Besar tentu berbeda dengan di Aceh Utara. Aceh Barat juga punya budaya yang berbeda dengan Aceh Tengah. Di Aceh ada 23 Kabupaten kota yang masing masing memiliki adat yang masih di junjung tinggi. Selain itu terkadang tingkat pendidikan, pekerjaan si gadis serta tingkat ekonomi keluarga kerap menjadi indikator dalam penentuan besaran mahar.

Sebelum menikah, sebagian keluarga ada yang menggelar acara tunangan. Jika melaksanakan prosesi ini, maka calon mempelai laki laki juga turut menyerahkan sebuah cincin emas. Selain cincin juga turut dibawa seserahan seperti bahan pakaian dan makanan. Namun jumlah seserahan ini biasanya hanya simbolis dengan jumlah yang terbatas.

Cincin ini dipakai oleh si calon mempelai perempuan sebagai tanda jika dirinya sudah dilamar oleh seseorang. Biasanya cincin yang diberikan antara dua hingga tiga mayam. Bedanya cincin tunangan bisa dimasukkan kedalam bagian mahar. Misalnya seorang gadis dilamar dengan mahar 10 mayam. Sebelumnya dia sudah menerima cincin sebesar dua mayam. Maka ketika pada hari aqad, emas yang diserahkan oleh pihak laki laki hanya tersisa delapan mayam lagi.

Tapi ada juga adat, dimana cincin tunangan tidak termasuk dalam mahar atau hanya setengah nya saja. Misal kalau cincin tunangan dua mayam maka satu mayamnya dihitung sebagai mahar, sedangkan sisanya tidak. Ini semua sangat tergantung kebijakan atau budaya yang berlaku dalam keluarga calon mempelai perempuan.

Selain biaya untuk membeli cincin tunangan dan mahar, masih ada biaya lain yang harus dipersiapkan. Beberapa daerah di Aceh ada yang memberlakukan adat yang disebut “uang hangus” dan “isi kamar”. Ini artinya si calon suami menyerahkan sejumlah uang “bantuan” untuk resepsi di tempat calon istri termasuk perabotan kamar tidur. Perabotan kamar tidur terdiri dari tempat tidur,  lemari dan meja rias. Nominalnya berkisar dari sembilan juta rupiah ke atas. Tapi ingat tidak semua daerah di Aceh memberlakukan adat ini. Bahkan karena alasan tertentu, adat ini bisa dihapus oleh keluarga mempelai perempuan meski di daerah nya memberlakukan adat seperti itu.

Baca : Perempuan Aceh dan Hikayat Perang

Ilustrasi penyerahan mahar (taken from google)

Ilustrasi penyerahan mahar (taken from google)

Ketika acara antat linto, atau mengantar mempelai laki laki ke rumah dara baro [mempelai wanita], maka linto harus membawa seserahan. Seserahan ini terdiri dari bahan pakaian seperti kain renda [brokat], batik dan songket. Bahan pakaian juga sering digabung dengan tas dan sepatu. Biasanya dipadankan dengan warna yang sama. Selain pakaian, tas, dan sepatu tentu masih ada seserahan yang lain. Apa saja itu, tergantung dari kemampuan si linto. Tidak ada paksaan berapa jumlah seserahan yang diberikan.

Supaya lebih mudah saya akan membuat ilustrasi sederhana, berapa biaya yang dibutuhkan untuk menikahi gadis Aceh. [dihitung semua item]

Cincin tunangan (2 mayam)                  Rp.    3.200.000,-

Seserahan saat tunangan                        Rp.       800.000,-

Mahar (10 Mayam)                                   Rp. 16.000.000,-

Seserahan saat resepsi                             Rp.   5.000.000,-

Uang Hangus                                                Rp.   6.000.000,-

Isi Kamar                                                       Rp. 15.000.000,-

Biaya Resepsi                                               Rp. 20.000.000,-

Total                                               Rp. 66.000.000,-   

[Masih di bawah 100 juta….]        

Memang kalau dihitung hitung ternyata mahal juga ya menikah dengan gadis Aceh. Namun meski mahal, KUA di Aceh tetap saja dipenuhi oleh pasangan yang mengantri untuk menikah. Bahkan agar bisa menikah di Mesjid Raya Baiturrahman, harus mendaftar minimal sebulan sebelumnya.

Lalu apa keunggulan atau kelebihan para perempuan Aceh?

Secara fisik, gadis Aceh dikenal cantik dan manis. Hal ini karena mengingat percampuran Aceh dengan banyak bangsa. Aceh biasa disebut dengan Arab, Cina, Eropa dan Hindia. Maka jangan heran kalau ke Aceh Jaya tepatnya di Lamno anda akan menemukan gadis bermata biru layaknya perempuan di Eropa.  Sementara jika ke Pidie banyak gadis India. Sedangkan jika ke wilayah tengah Aceh, maka perempuan perempuan disana berkulit putih, bermata sipit seperti gadis Cina.

Selain itu perempuan Aceh dikenal setia. Dulu laki laki Aceh kerap merantau. Pulangnya pun juga dalam waktu yang lama. Tapi tidak ada istri yang menggugat cerai karena alasan jablay. Istri akan tetap menunggu hingga suaminya pulang. Selama menanti suami pulang tentu si istri memahami bagaimana cara menjaga kehormatan diri.

Baca : Cut Nyak Dien Saja Tidak Berjilbab

Kelebihan lain adalah perempuan Aceh juga dikenal “tahan banting” terhadap kemiskinan. Jarang terdengar seorang istri meninggalkan anak dan suami hanya tidak sanggup hidup dalam keterbatasan. Dalam prinsip hidup perempuan Aceh, miskin bukan berarti harus terhina. Makanya perempuan di Aceh juga sangat mengerti cara menjaga kehormatan tidak hanya kerhormatan diri tapi juga keluarga.

Lazimnya, perempuan Aceh juga taat kepada suami. Sehebat apapun perempuan ketika masih sendiri, kala menikah dia sadar harus menjadi makmum. Imam dalam keluarga adalah suami. Bukan berarti ini menunjukkan kerdilnya perempuan Aceh dalam biduk rumah tangga. Ini hanya cara perempuan Aceh memahami ajaran agama.

Kelebihan gadis Aceh lainnya adalah rela berkorban demi suami. Satu hal yang harus dipahami tantang mahar. Prinsipnya mahar adalah sepenuhnya milik istri. Suami tidak boleh mengganggu gugat. Namun hebatnya perempuan Aceh, dia rela menjual emas tersebut untuk membantu meringankan beban suami. Makanya tidak jarang ada yang menjual maharnya untuk membantu modal bisnis suami. Ada pula untuk membeli tanah atau membangun rumah. Tapi yang jelas mahar tidak diberikan jika suami berencana menikah lagi.

Meski demikian tentu saja kita tidak bisa memungkiri jika ternyata ada juga gadis Aceh yang tidak sesuai dengan uraian diatas. Gadis Aceh ada juga yang tidak setia. Atau terlalu “gagah” didepan suami. Tidak sedikit gadis Aceh yang ilmu agamanya cukup untuk dirinya saja. Tapi untuk konteks ini kita harus melihatnya dengan seimbang. Bahwa sekelompok kecil mereka tentu tidak bisa menutupi kelompok besar perempuan Aceh yang memiliki kualitas diatas rata rata.

Bukan bermaksud menyinggung atau menempatkan perempuan sebagai komoditas. Yang jelas tidak perlu khawatir melamar gadis Aceh meski terhitung berbiaya tinggi.  Sebab masih banyak diantara mereka yang memberi kemudahan dalam penentuan mahar. Saya teringat dengan seorang penulis asal Aceh. Pada bencana tsunami 2004 lalu, dia dan keduanya anaknya menjadi korban. Mereka syahid [insyaAllah] diterjang gelombang. ketika almarhumah menikah dulu, maharnya hanya surat Al-Anfal. Mungkin tidaklah berlebihan jika menyebut gadis Aceh selayak bidadari surga yang berada di dunia.

So Masih berpikir untuk menikahi gadis Aceh??

**

24022014 Banda Aceh







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

966 Comments

  1. terima kasih telah berbagi informasi Pak, senang sekali rasanya membaca tulisan2 di blog ini, saya merasa bertambah wawasan semoga yang mengeleloa blog ini selalu di berikan kesehatan..

  2. bugis traveler 07/10/2016 at 04:30

    bisa jadi referensi nih buat cowok2 yg punya niat meminang gadis aceh <3 hehe…

    thanks min dan salam kenal …

  3. darso 15/09/2016 at 15:10

    Kalo jodoh mau gimanh lgi

  4. kamal 09/09/2016 at 02:55

    Hope bisa lihat adat perkahwinan aceh ketika travel nanti

  5. T. Rommy 06/04/2016 at 19:15

    Penilaian sah2 aja,tapi diera skarang pasangan yg serasi suami istri susah dicari,krn krisis moral dan mental juga etika. Semoga aja suku apapun yg baik tetap baik dan yg nga tetap nga, tdk terkecuali, bisa aceh,cina,jawa dll. Kembali pada pribadi orangnya. Tks salam utk semuanya yg membaca.

  6. Herman 07/12/2015 at 01:09

    Mahar diatas msh terbilang sedikit klo dibanding gadis-gadis bugis..mahar untuk gadis bugis berkisar diatas 50jtaan blm lgi klo dia bertitel hajja, hajjanya juga harus “dibeli”plus klo dia keturunan darah biru maharnya pun pasti lebih tinggi..yaa..klo mw menikahi gadis bugis minimal uang yg di siapkan diatas 100jtaan lah…

  7. abdullah 13/11/2015 at 09:27

    Masyaallah…… kepribadian gadis aceh sangat mengagumkan. Negitu juga kecantikannya. Masalah mahar bukan masalah nagi yang sudah siap. Maka saya sarankan bagi yang mau nikah dan siap denhan mahar yang cukup pilihlah gadis aceh.

  8. yudhi 10/10/2015 at 06:07

    saya sangat setuju dngan arfikel ne,memang kta hrus memuluakan seorang wanita….

    tpi saya cman inggin bertanya..
    knpa harus sebesar t mahar ya…???
    pa ga da toleransi buat mahar t…???
    karena karna mahar sebesar t bisa memisahkn hubungn mereka…
    tolong ksih kejelasan kepada saya…

  9. yudhi 10/10/2015 at 05:55

    kenapa cinta n kasih sayang t harus terhalang oleh hal seperti ini….

    apa ga da kemurahan hati untuk hal seperi ne….

  10. Izmuha 08/09/2015 at 07:11

    Yang nulis artikel ini orang nya mau nya yang gratis2 aja, untuk apa loe jadi cowok

  11. ichsan 05/09/2015 at 20:09

    Hei men…kalau kamu menulis untuk.menjelekkan budaya aceh kamu harus malu men…mahar itu untuk kalian berdua dengan istri sebagai simpanan masa depan…kalau menikah dengan mahar seperangkat alat shalat saja apa kamu kira itu tanggung jawabnya kecil..?berpikir realistis men..jadi putra aceh jangan malas men.kalau blm mengerti belajar dulu pelajari dulu

  12. Adie 05/09/2015 at 16:08

    Hanya orang begok n pelit seperti anda yang membuat perhitungan dikala mau menikah. Jangan untuk dara aceh aja yg anda hitung, coba anda hitung untuk daerah lainnya. Kalau mau nikah gratis, datang aja ketempat kami nanti kita ajari caranya.

  13. Surya damora 05/09/2015 at 10:02

    Emas yg di gunakan sebagai mahar itu adalah modal awal untuk kehidupan bersama..,biasa@..,hasil dari mahar tersebut di beliin tempat tidur..,lemari..,atau lainnya lah…
    Saya putra Aceh tidak keberatan dengan jumlah mahar tersebut…,karna mahar tersebut buat kebersamaan juga…
    Demi orang yg tersayang.., kita pasti akan memberikan lebih…,jangankan 10..,40 mayam pun akan kita usahakan..
    Tpi yg perlu di ketahui…,mahar tinggi itu bukan sesuatu yg harus…,semua hal bisa di mufakat..,kalau wanita setuju mahar rendah..,pernikahan juga bisa di lakukan…
    Sya sebagai putra Aceh malu jika mahar buat calon istri rendah..,setidaknya standarlah..,karna jika mahar yg kita kasih rendah..,maka jati diri kita dari lelaki pun rendah…
    Yg perlu di ketahui juga..,mahar tinggi Di Aceh..,tidak menjadi masalah bagi lelaki atau Rakyat Aceh…

  14. alem bunthok 04/09/2015 at 07:09

    Kalo ukuran emas memang mahal tapi cuma dengan penjual emas. Tidak dengan urusan akhirat. Coba dengan seperangkat alat sholat murah di toko tapi di akhirat juga kita ditagih. Jadi tinggal milih aja mana yang selamat dunua akhirat.

  15. Hendrik 04/09/2015 at 02:40

    saya dulu pernah menikahi gadis aceh. dan ternyata benar mahar itu menjadi investasi kami bersama. so bagi laki lajang lain yang belum menikah dan berencana akan menikah jangan takut akan mahar, semua bisa dikondisikan, yang penting ada niat dan ikhlas insyaAllah berjalan dengan baik dan bahagia :)

  16. Catur Wibowo 04/09/2015 at 01:22

    Cincin tunangan (2 mayam) Rp. 3.200.000,-

    Seserahan saat tunangan Rp. 800.000,-

    Mahar (10 Mayam) Rp. 16.000.000,-

    Seserahan saat resepsi Rp. 5.000.000,-

    Uang Hangus Rp. 6.000.000,-

    Isi Kamar Rp. 15.000.000,-

    Biaya Resepsi Rp. 20.000.000,-

    Total
    Rp. 66.000.00,-

    Nggak itu juga kale… saya orang Jawa yang beristrikan orang Aceh, Mahar 30 mayam, ketika itu per mayamnya 1,5 juta.. atau 45 juta, antaran sekitar 3 jutaan…, isi kamar dan resepsi sudah inklut dari 30 Mayam itu…dan ketika kita sudah menjadi suami istri, sang mertua sudah menyediakan rumah dan sawah…hal ini tidaklah semuanya sama, tergantung dari calon suami dan istri..

  17. rapita aprilia 03/09/2015 at 17:42

    saya rasa…. orang terbodoh di dunia adalah mereka yang menyimpulkan sebuah karakter seseorang tampa mengenalnya hanya dengan melihat dari sudut pandang suku ..
    hehe .. miris sekali memang..
    tapi inilah fakta di negeri ku Indonesia raya yang tercinta ini ..
    kembar aja yang lahir dari satu rahim bisa beda karakter bahkan sifat ..
    ingat anak nabi Adam yang membunuh saudara kembarnya hanya perkara calon pasangan hidup ??
    jangan jadi sukuisme donk ..
    apa lagi kalau kamu manusia berpendidikan ..
    malunya itu berasa banget.

  18. Azir 03/09/2015 at 16:11

    itulah para lelaki aceh memuliakan gadis aceh dan menaikkan derajat mereka……

  19. Sigli CyberWarri0r 03/09/2015 at 15:02

    Yang Paling Mahal Gadis Sigli,, bener ngak Yhaa ??

  20. rizki 03/09/2015 at 08:47

    Yang saya tahu pahlawan Perempuan yang benar berada dimedan Perang berasal dari Aceh. apakah itu tidak cukup untuk membuktikan bahwa Perempuan keturunan Aceh memang berbeda, ada hal yang sangat mahal untuk sesuatu yang sangat berharga !

  21. rizki 03/09/2015 at 08:38

    Semua tergantung bagaimana menyikapinya . aceh punya tradisi serta adat istiadat sendiri yang memang sampai kapan pun untuk tetap dijaga dan dipertahankan. . jika memang merasa berat menikahi orang aceh, kenapa tidak menikah saja dengan orang diluar aceh , lalu pergi jauh sejenak dan pulang mengetahui bahwa pilihan anda ingin pisah karena alasan yg lebay. semua kembali pada setiap kita masing – masing , namun tidak salah pula kita berusaha lebih keras untuk masa depan kita yaitu anak* kita berada pada orang yang tepat :) (semoga sama siapapun itu tidak hanya orang aceh)

  22. ismail eek u 02/09/2015 at 16:39

    Biar beda orang sama sapi,,,
    Dan derajat cewek aceh sangat berharga,,
    Jd cowok butuh pengorbanan di kala akan mengawinin sang cewek,,
    Ber cerai pun jarang di lakuin,di karnakan sang cowok memikirkan betapa susah ia mencari dana dulu,,,,

    By:anak aceh

  23. Rija Lhok 02/09/2015 at 10:17

    Ya tp kan.. ujung2nya utk masa depan berdua juga…

  24. Feriza 03/06/2015 at 04:12

    pernah dengar??
    kalaw keturunan Cut atau Syarifah di Aceh maharnya bisa sampe 50 mayam emas?? a.k.a 155 gram Emas?? :)
    dan ada adat yang mengharuskan gadis cut/syarifah hanya boleh meried dengan satu keturunan?? :)

  25. Muzammil 01/06/2015 at 08:47

    Yang udh nikah aja gak ada komentar tentang itu,, kalau posting pertimbangkan dulu,, jgn asal nulis,,

  26. Nofia Prasthia 13/03/2015 at 06:57

    Gak gitu2 jaga xx lebay banget dech
    Ngarang aja cerita lu..

  27. Dedysetiawan 07/03/2015 at 07:12

    Mahar bs nego, aq dkt sma cewek aceh,

  28. deni 24/11/2014 at 08:09

    mahalnya gadis aceh sudah menjadi suatu yang sangat fenomenal ya :D
    gimana gak gan orang aceh tu kaya cuma gak tau gimana cara mengolahnya ….
    hahaa arrogantnya org aceh tu karna pucuk emas monas yang ada di jakarta itu org aceh punya yang dulu membuat kesepakatan dengan presiden pertama kita ir .soekarno untuk mengsahkan syariat di aceh sebago serambi mekkah terwujudlah sekarang seramoe mekkah di aceh .. yang dulu itu pada masa kepemimpinan di aceh kalo gak salah saya daud bereueh lah gtu … jadi warga aceh dulu sangat dikenal dengan keislaman dan patuh kepada pemimpin … sooo gadis aceh maharnya mahar itu mungkin emang dari dulu mass malah yg jelek2 pun mahal maharnya :D ny hana meuhai gengsi dong meukawen ngon abg :D hahahahhhaaa salam dari saya aneuk aceh rayeuk (y)

  29. nova 03/11/2014 at 03:42

    saya sangat tidak setuju dengan judul “JANGAN” sepertinya penulis pernah ditolak cinta oleh suku aceh. dan minimal mahar orang aceh bukan 25 mayam….

    • Arielkahhari 03/11/2014 at 03:52

      Baca lebih detail ya. terimakasih sudah berkunjung

  30. Nike 29/10/2014 at 20:13

    saya stuju bang.
    banyakan yg ga setia itu co yg dr luar daerah.. palagi yg dr ortu nya suka punya istri lbh dr 1.
    slingkuh sana sini.. bikin ngeri.

  31. ditaroswita 29/10/2014 at 18:09

    Keren, pemilihan judulnya oke banget. Bikin orang penasaran dan tertarik untuk membaca isinya sampai habis. Dan aku rasa memang keadaan dilapangan ya bener kayak gitu. Ahahahaa.. Setidaknya artikel ini ngajarin kita budaya membaca, jangan cuma diliat dari judul dan langsung ngejudge gitu aja. Salut!

  32. cut risky 29/10/2014 at 15:44

    nyan nepugah publou anek ,,entek na jamok2 yang baca kalaen persepsi lommm,hahahha..hekkk dehhh

  33. KHAIRUMAN HMI 29/10/2014 at 15:35

    saya rasa itu cuma sebagaian sample saja yang di ambil dari sebuah daerh kecil di aceh,,,namun walu seperti tidak bisa di anggap sama,,,dan bahkan ada juga daerah di aceh yang tidak membutuhkan biaya yang besar untuk menikah tergantung dari kesepakatan pasangan dan keluarga masing2,,,tapi untuk sang pembuat artikel saya berikan jempol karana di akhir telah membuat bulu kuduk ku merinding dengan kisah yang sedih bercampur bahagia

    • Arielkahhari 31/10/2014 at 06:51

      makasih ya sudah berkenan berkunjung dan membaca hingga tuntas :)

  34. nawa hanafiah 29/10/2014 at 11:01

    bener ntuh,

  35. kim 29/10/2014 at 10:44

    Pasti cuma baca judul a aja.

  36. kamaruz 29/10/2014 at 00:44

    Apa yg anda uraikan itu tidak benar klau gadis aceh mahal maharnya. Sebenarnya tdk serta merta penentuan sebelah pihak perempuan. Tp atas dasar persetujuan dua belah pihak. Ada bnyk unsur dlm proses pernikahan yg anda hilangkan. Seperti nya tulisan anda mengandung agenda setting tertentu. Jgn sampai tulisan anda digugat kebenarannya. Harus melalui kajian ilmiah dan seminar nasional dan internasional lolos. Baru blh anda publikasi. Ini sdh diskriminatif biarpun kalimat terakhir positifis tp kalimat awal anda tdk kontruktif. Belajarlah dulu ya.

  37. arielkahhari 28/10/2014 at 17:04

    nyoe lom… hahaha

  38. fadli 28/10/2014 at 12:48

    Kepada Penulis Artikel ini sebaiknya Anda mengkaji ulang artikel ini, banyak kejanggalan tidak sesuai…..

    • arielkahhari 28/10/2014 at 17:05

      dibuat tulisan lain aja pak fadli.. nanti InsyaAllah saya baca, saya komentarin dan di share juga..

      • cut risky 29/10/2014 at 15:37

        gara2 sebuah artikel nyou..ka awak aceh di mepake sare kudrou2…hahha

  39. cut risky 28/10/2014 at 11:00

    ken adat beda2..panena sama mandum…di pidie jarang pake uang hangus,,,di minta mahar banyak,,ban gepulang tanoh 5 hetar untuk pengantin laki2,,pengantin laki2 kapayah khem lam sagouuu,,senang raya,,,bukan semata2 di mnta mahar banyak,,pasti ada kembaliannya dari pihak perempuannya…

  40. cut risky 28/10/2014 at 10:53

    gue ni yang gadis aceh tulen,,namanya ada cut nya,,hehhehee.

    • deni 24/11/2014 at 08:15

      cut itu hanya gelar bagi orang aceh tidak ada yang di banggakan disitu mbak …tq

  41. afni 28/10/2014 at 09:34

    nye hana modal bek kameukawen , malei agam2 lain

  42. mift 27/10/2014 at 02:33

    Artikel nya bagus, saya setuju, memang benar wanita aceh maharnya mahal, yang jadi pembantah sebenarnya pun tau, dan ngga Ada yg berani bilang “wanita aceh itu murah” masalahnya si penulis kan gak cuma nulis kalimat begitu saja “jangan nikahi wanita aceh” tp ada penjelasannya. Artinya jgn nikahi wanita aceh kalau kamu cuma berani bayar murah untuk mahar nya. Kan gitu !
    Kalau judulnya cuma dibuat “wanita aceh maharnya mahal” belom tentu kalian pada baca. Inti jih pih hana ji pegah ureung aceh nyan brok, ken na chit I peugah na yang menikah ngen surat al-anfal Sagai. Leh pu yang jeut keu dawa. Kadang tanyoe yg ka meunikah manteng saket ulee bak tapike keu nyan, yg peget jeut keu mehai pih ken si dara, tp si yah ngen mak tuan yak publoe aneuk.

    • deni 24/11/2014 at 08:17

      ka betoi hay dara :D

  43. jinx 26/10/2014 at 21:09

    gunakan nalarmu bos, wanita itu pendamping hidup kita yg jika kita nikahkan dia akan menjadi milik kita seutuhnya, sudah sepatutnya kita memberikan dia keistimewaan, keistimewaan itu bukan berarti sebuah ancaman buat pria, melainkan bukti dari pria untuk meyakinkan wanita dan keluarganya akan kesanggupan kita.

  44. zaza 26/10/2014 at 16:36

    yang bikin orang kesel tuh judulnya bro “jangan menikahi gadis aceh” lebay banget, orang udah denger judulnya aja sakit hati.

  45. Sarah 26/10/2014 at 13:45

    Gak seperti postingan itu kami wanita aceh, gak pakek, cincin2 kawen,kalau masalah mahar ditentukan waktu tunangan brapa, n gak ada juga yang namanyua uang hangus,, dn gak adak isi2 kamar,
    semuanya tuu bohong hay

    • arielkahhari 26/10/2014 at 15:59

      peu jih nyang bohong??

      • sabangsyahbeuna 27/10/2014 at 00:38

        Nyan model yg geutupeue yg di gampong droe geuh sagai, hantom geujeungeuk u gampong urg laen.
        Ci cupo sarah jeungeuk u Aceh bagian selatan, simeulu, Aceh bgian teungoh dan Aceh rayek sigo-go, tp hana bandum keluarga syit bek salah lom runteuk…….!

  46. Ahmad Muhassin Al-haytar 26/10/2014 at 11:23

    kalo mw murah kawen ngon l*nt* **** jet murah… wkwkwkwk

Leave A Response