Saturday 18th November 2017,
Arielogis

[JANGAN] Menikah Dengan Gadis Aceh

Ariel Kahhari 25/02/2014 Suara Langit 966 Comments
[JANGAN] Menikah Dengan Gadis Aceh

Jika anda laki laki dan berkeinginan menikahi gadis Aceh, maka berhenti sejenak dan merenunglah. Apakah pilihan anda sudah tepat?? Apakah tidak terlalu beresiko jika anda memilih gadis Aceh sebagai pasangan hidup?

Memang tidak ada laki laki yang tidak ingin menikah. Bagi mereka [yang normal] memiliki pasangan yang sah adalah kebutuhan. Perempuan membutuhkan perlindungan dari laki laki. Sebaliknya laki laki membutuhkan sisi lembut dari seorang perempuan.

Namun dalam sudut pandang laki laki, setidaknya ada dua alasan yang menjadi pertimbangan ketika hendak menikah. Yakni masalah kesiapan mental dan materi.

Saya hanya akan mengulas tentang alasan kedua yaitu tentang persoalan materi. Jujur soalan ini kerap mengganggu pikiran kaum laki laki. Menikah tentu bukan hanya soal cinta dan sayang. Pada kenyataannya menikah membutuhkan dana. Jumlahnya pun tidak sedikit. Mulai dari biaya untuk acara tunangan, mahar, pernikahan, resepsi belum lagi biaya untuk memenuhi kehidupan setelah menikah. Syukur syukur jika semuanya ditanggung oleh orang tua, tapi bukankah kesiapan materi juga menunjukkan kesiapan untuk menikah?

Baca : Perempuan Aceh kok dibilang Pelacur

Berapa biaya untuk menikahi gadis Aceh?

Di Aceh, mahar yang diberikan kepada calon istri jarang dalam bentuk seperangkat alat shalat. Biasanya mahar yang diberikan dalam bentuk emas. Hitungannya pun bukan dalam bentuk gram melainkan mayam. Satu mayam senilai dengan 3,3 gram. Pernah satu mayam menyentuh harga 1,8 juta rupiah. Namun ketika catatan ini saya tulis, harga emas satu mayam berkisar antara 1,6 hingga 1,7 juta rupiah.

Nah kisaran mahar di Aceh dimulai dari tiga hingga 25 mayam. Bahkan bisa diatas angka tersebut tergantung siapa gadis yang hendak dilamar. Kalau menikahi seorang gadis dengan mahar 10 mayam maka setidaknya uang yang harus disiapkan sebesar 16 hingga 18 juta rupiah. Itu baru mahar ya! Nah tinggal bayangkan saja jika yang dinikahi itu maharnya 20 atau 30 mayam. Untuk mahar saja bisa menghabiskan biaya 30 hingga 40 juta rupiah!!

2925294_20130526125519

Emas di Aceh lazim dijual dalam satuan mayam (taken from google)

Biasanya penentuan mahar sangat tergantung dari asal gadis tersebut. Beda daerah beda pula adat dan budaya nya. Adat di Aceh Besar tentu berbeda dengan di Aceh Utara. Aceh Barat juga punya budaya yang berbeda dengan Aceh Tengah. Di Aceh ada 23 Kabupaten kota yang masing masing memiliki adat yang masih di junjung tinggi. Selain itu terkadang tingkat pendidikan, pekerjaan si gadis serta tingkat ekonomi keluarga kerap menjadi indikator dalam penentuan besaran mahar.

Sebelum menikah, sebagian keluarga ada yang menggelar acara tunangan. Jika melaksanakan prosesi ini, maka calon mempelai laki laki juga turut menyerahkan sebuah cincin emas. Selain cincin juga turut dibawa seserahan seperti bahan pakaian dan makanan. Namun jumlah seserahan ini biasanya hanya simbolis dengan jumlah yang terbatas.

Cincin ini dipakai oleh si calon mempelai perempuan sebagai tanda jika dirinya sudah dilamar oleh seseorang. Biasanya cincin yang diberikan antara dua hingga tiga mayam. Bedanya cincin tunangan bisa dimasukkan kedalam bagian mahar. Misalnya seorang gadis dilamar dengan mahar 10 mayam. Sebelumnya dia sudah menerima cincin sebesar dua mayam. Maka ketika pada hari aqad, emas yang diserahkan oleh pihak laki laki hanya tersisa delapan mayam lagi.

Tapi ada juga adat, dimana cincin tunangan tidak termasuk dalam mahar atau hanya setengah nya saja. Misal kalau cincin tunangan dua mayam maka satu mayamnya dihitung sebagai mahar, sedangkan sisanya tidak. Ini semua sangat tergantung kebijakan atau budaya yang berlaku dalam keluarga calon mempelai perempuan.

Selain biaya untuk membeli cincin tunangan dan mahar, masih ada biaya lain yang harus dipersiapkan. Beberapa daerah di Aceh ada yang memberlakukan adat yang disebut “uang hangus” dan “isi kamar”. Ini artinya si calon suami menyerahkan sejumlah uang “bantuan” untuk resepsi di tempat calon istri termasuk perabotan kamar tidur. Perabotan kamar tidur terdiri dari tempat tidur,  lemari dan meja rias. Nominalnya berkisar dari sembilan juta rupiah ke atas. Tapi ingat tidak semua daerah di Aceh memberlakukan adat ini. Bahkan karena alasan tertentu, adat ini bisa dihapus oleh keluarga mempelai perempuan meski di daerah nya memberlakukan adat seperti itu.

Baca : Perempuan Aceh dan Hikayat Perang

Ilustrasi penyerahan mahar (taken from google)

Ilustrasi penyerahan mahar (taken from google)

Ketika acara antat linto, atau mengantar mempelai laki laki ke rumah dara baro [mempelai wanita], maka linto harus membawa seserahan. Seserahan ini terdiri dari bahan pakaian seperti kain renda [brokat], batik dan songket. Bahan pakaian juga sering digabung dengan tas dan sepatu. Biasanya dipadankan dengan warna yang sama. Selain pakaian, tas, dan sepatu tentu masih ada seserahan yang lain. Apa saja itu, tergantung dari kemampuan si linto. Tidak ada paksaan berapa jumlah seserahan yang diberikan.

Supaya lebih mudah saya akan membuat ilustrasi sederhana, berapa biaya yang dibutuhkan untuk menikahi gadis Aceh. [dihitung semua item]

Cincin tunangan (2 mayam)                  Rp.    3.200.000,-

Seserahan saat tunangan                        Rp.       800.000,-

Mahar (10 Mayam)                                   Rp. 16.000.000,-

Seserahan saat resepsi                             Rp.   5.000.000,-

Uang Hangus                                                Rp.   6.000.000,-

Isi Kamar                                                       Rp. 15.000.000,-

Biaya Resepsi                                               Rp. 20.000.000,-

Total                                               Rp. 66.000.000,-   

[Masih di bawah 100 juta….]        

Memang kalau dihitung hitung ternyata mahal juga ya menikah dengan gadis Aceh. Namun meski mahal, KUA di Aceh tetap saja dipenuhi oleh pasangan yang mengantri untuk menikah. Bahkan agar bisa menikah di Mesjid Raya Baiturrahman, harus mendaftar minimal sebulan sebelumnya.

Lalu apa keunggulan atau kelebihan para perempuan Aceh?

Secara fisik, gadis Aceh dikenal cantik dan manis. Hal ini karena mengingat percampuran Aceh dengan banyak bangsa. Aceh biasa disebut dengan Arab, Cina, Eropa dan Hindia. Maka jangan heran kalau ke Aceh Jaya tepatnya di Lamno anda akan menemukan gadis bermata biru layaknya perempuan di Eropa.  Sementara jika ke Pidie banyak gadis India. Sedangkan jika ke wilayah tengah Aceh, maka perempuan perempuan disana berkulit putih, bermata sipit seperti gadis Cina.

Selain itu perempuan Aceh dikenal setia. Dulu laki laki Aceh kerap merantau. Pulangnya pun juga dalam waktu yang lama. Tapi tidak ada istri yang menggugat cerai karena alasan jablay. Istri akan tetap menunggu hingga suaminya pulang. Selama menanti suami pulang tentu si istri memahami bagaimana cara menjaga kehormatan diri.

Baca : Cut Nyak Dien Saja Tidak Berjilbab

Kelebihan lain adalah perempuan Aceh juga dikenal “tahan banting” terhadap kemiskinan. Jarang terdengar seorang istri meninggalkan anak dan suami hanya tidak sanggup hidup dalam keterbatasan. Dalam prinsip hidup perempuan Aceh, miskin bukan berarti harus terhina. Makanya perempuan di Aceh juga sangat mengerti cara menjaga kehormatan tidak hanya kerhormatan diri tapi juga keluarga.

Lazimnya, perempuan Aceh juga taat kepada suami. Sehebat apapun perempuan ketika masih sendiri, kala menikah dia sadar harus menjadi makmum. Imam dalam keluarga adalah suami. Bukan berarti ini menunjukkan kerdilnya perempuan Aceh dalam biduk rumah tangga. Ini hanya cara perempuan Aceh memahami ajaran agama.

Kelebihan gadis Aceh lainnya adalah rela berkorban demi suami. Satu hal yang harus dipahami tantang mahar. Prinsipnya mahar adalah sepenuhnya milik istri. Suami tidak boleh mengganggu gugat. Namun hebatnya perempuan Aceh, dia rela menjual emas tersebut untuk membantu meringankan beban suami. Makanya tidak jarang ada yang menjual maharnya untuk membantu modal bisnis suami. Ada pula untuk membeli tanah atau membangun rumah. Tapi yang jelas mahar tidak diberikan jika suami berencana menikah lagi.

Meski demikian tentu saja kita tidak bisa memungkiri jika ternyata ada juga gadis Aceh yang tidak sesuai dengan uraian diatas. Gadis Aceh ada juga yang tidak setia. Atau terlalu “gagah” didepan suami. Tidak sedikit gadis Aceh yang ilmu agamanya cukup untuk dirinya saja. Tapi untuk konteks ini kita harus melihatnya dengan seimbang. Bahwa sekelompok kecil mereka tentu tidak bisa menutupi kelompok besar perempuan Aceh yang memiliki kualitas diatas rata rata.

Bukan bermaksud menyinggung atau menempatkan perempuan sebagai komoditas. Yang jelas tidak perlu khawatir melamar gadis Aceh meski terhitung berbiaya tinggi.  Sebab masih banyak diantara mereka yang memberi kemudahan dalam penentuan mahar. Saya teringat dengan seorang penulis asal Aceh. Pada bencana tsunami 2004 lalu, dia dan keduanya anaknya menjadi korban. Mereka syahid [insyaAllah] diterjang gelombang. ketika almarhumah menikah dulu, maharnya hanya surat Al-Anfal. Mungkin tidaklah berlebihan jika menyebut gadis Aceh selayak bidadari surga yang berada di dunia.

So Masih berpikir untuk menikahi gadis Aceh??

**

24022014 Banda Aceh







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

966 Comments

  1. Aulia Razali 25/02/2014 at 18:10

    Pernah ditaksir oleh beberapa laki-laki diluar Aceh,dan dibilangin kalo Gadis Aceh mahal2 ya maharnya *speechless*. Adat keluarga begitu ya mau gimana lagi.

  2. Srf Farrassal 25/02/2014 at 18:09

    Syukur-syukur gak ngutang a.k.a KREDIT.
    Demi gengsi sehari, 10 tahun hidup berumah tangga dijerat hutang.

    Sumber : Fakta lapangan (Terutama yang beranggapan bahwa Sukses itu GEMUK, PNS, Karyawan a.k.a BABU). Sedangkan pekerjaan lain tanpa seragam yang menghasilkan puluhan bahkan ratusan juta perbulan tidak dikira SUKSES.

  3. BrontouQue 25/02/2014 at 18:06

    Judul kurang singkron.
    Tapi, good dan Fresh konten ni.

  4. princess rani 25/02/2014 at 18:06

    bagus artikelnya SAYA BANGGA MENJADI PEREMPUAN ACEH
    hampir 97% MAHAR yang di berikan oleh calon suami buat masa depan bersama ( investasi masa depan bersama )

  5. Tary Qiyam As-shafiyyah 25/02/2014 at 18:05

    woooow kereeeeeeennnnnnn

  6. EpaSusantI 25/02/2014 at 17:56

    Bangga jdi gadis aceh. Hehehehehhe kasian yg nulis pasti ud pernah ditolak cnta nya karn kere=)). Kacian dehhhhhhh

  7. Om Deny 25/02/2014 at 17:53

    Waduh,,,gadis2nya sih pengen,,tapi biayanya muahal amat ya…:D

  8. Muhammad Areev 25/02/2014 at 17:47

    judulnya itu lho..,bikin penasaran.!
    :)

  9. Cut Isyana 25/02/2014 at 17:46

    *brb nanya ke Mama berapa jumlah mahar buat aku*

    • arya 25/02/2014 at 19:08

      nti kash tau aku ya dk cut…heheheh

  10. zya_bryant@yahoo.co.id 25/02/2014 at 17:38

    setuju,,, :) gadis aceh kualitasnya kurang bagus :p

  11. suhardi 25/02/2014 at 17:38

    alaaaaaaaaahhhhh
    Masalah mahar di aceh aja diributin, mas-mas atau neng-neng semua yang udah ngomentar, lihat kenyataannya, walaupun maharnya mahal sudah JUTUAN orang aceh yang menikah tapi semua yang menikah gak ada komentar tentang itu, mungkin lo lo pade yang lagi kereeee hehehe
    sorry becanda :)

  12. Gayo 25/02/2014 at 17:36

    Bagian yang paling akhir itu Almarhum Ust. Andisal LC ya yang dimaksud?

    • Arielkahhari 01/11/2014 at 02:52

      Saya kurang tau cerita ttg Alm. tapi ini teman sama sama penulis dari salah satu organisasi kepenulisan

  13. cut putri shavana 25/02/2014 at 17:34

    Dari judulnya uda ketebak isi nya . Ga seruu

  14. Aneukmeutuah 25/02/2014 at 17:24

    Clarify sedikit, maksud saya membayar mahar seharusnya tidak dianggap beban bagi pihak lagi kalau mau menikahi perempuan aceh, karena sebenarnya sama aja dengan ia invest untuk keluarganya di masa depan

  15. lisa Tjut Ali 25/02/2014 at 17:24

    kayaknya gadis aceh saingan dengan gadis turki
    tapi sebaik-baik wanita yg rendah mas kawinnya.

  16. Aneukmeutuah 25/02/2014 at 17:22

    Ibu saya pernah bilang hal yang sama, kalau mahar itu sebenarnya modal keluarga, makanya mengapa cincin kawin perempuan aceh itu sangat simple, belah rotan kalo gak salah istilahnya, alasannya supaya bisa dijual untuk keperluan financial keluarga sewaktu2. Dan bila sudah ada uang lagi, suami bisa beli lagi yang persis sama bentuknya, kalau design nya aneh2 susah banget pastinya untuk diganti. Anyway, jadi saya pikir membayar mahar itu bukanlah seharusnya jadi beban pihak laki2, karena itu juga termasuk saving untuk keluarganya dimasa depan.

  17. Maxs 25/02/2014 at 17:21

    Like. Mantaps. Bagi ureung aceh bek tersinggung nyan cuma Tulisan ada kala betoi na cit yg salah.

  18. zawil munar 25/02/2014 at 17:20

    Terlalu melebih-lebihkan,padahal tidak segitu,kembali lagi kepada kemampuan linto baro nya

  19. ahmed 25/02/2014 at 17:05

    mantap

  20. ainun nidar 25/02/2014 at 17:05

    saya ga setuju d blg ada “uang hangus” dan “isi kamar” yg d tanggung si lelaki, krna di Aceh Besar tdk ada ketentuan sperti itu,

  21. putri 25/02/2014 at 16:58

    tu dikit mas…..

  22. nella waty 25/02/2014 at 16:56

    Dikit kli tu maharnya

  23. ibnu 25/02/2014 at 16:52

    Berarti penulis adalah orang kere … tapi nyang jelas dari tulisannya pernah ditolak cintanya oleh gadis Aceh. Mungkin penulis tidaklah menyadari segala dana yang dikeluarkan itu akan dikelola sendiri oleh penulis dan istrinya, notabene itu semua untuk modal hidup pasangan dimasa depan
    nb. coba baca mahar atau resepsi nikah yang dilaksanakan di daerah batak sebagai perbandingan bagi anda

    • siapaajaboyeh 25/02/2014 at 18:36

      mas bero ini pasti ga memahami arti tulisan ini…huehuehue

  24. TV ONline 25/02/2014 at 16:40

    Tambahan bacut, wate mee ranup atawa tunangan na jok lapek lom atawa peng angeh cit.. berkisar 200 rb – 1 juta biasa jih

  25. Nurulcruwiet 25/02/2014 at 16:39

    Saya sebagai gadis aceh jadi bangga ne hehehe
    ya kalau masalah mahar bs nego #smirk

  26. TV ONline 25/02/2014 at 16:39

    Lage lam film india bit tulesan droe neuh.. kop bereh

  27. daeng ertika sari 25/02/2014 at 16:34

    ya, pd intinya org tua tdk mau anaknya susah.. dgn mahar tersebut jg bisa jadi modal rumah tangga si anak,.. awalnya agak kesal baca judulnya “Jangan menikah dengan gadis aceh” tpi isi didalamnya bagus kok…

  28. Nana 25/02/2014 at 16:33

    Bangga jd gadis Aceh. :D
    walaupun sbnr’a saya sndiri kurang setuju dgn mahar yg tergolong tinggi itu.

  29. wier 25/02/2014 at 16:33

    Untuk menikah bermodal Al – Qur’an mana ckup bro…it kan seminim2 mahar 1 Al – Qur’an dah cukup. Kalau menurut saya mhar it hrga diri lelaki.dan di aceh jg byak plihan mau yg mahan banyak atau ringan tinggal plih. Lagian kalaupun ada yg 25 manyam. It kan bkan laki2 odong2 bro. Pasti kaya dia…calon istri’a jga kaya. Kalau sama2 kere pling 6 atau 5 manyam aja. Kalau mau menikah gratis plih aja gadis luar aceh. Lagian kalaupun mahal kan buat istri kt sendri kt ksih. Yg gua gak Şέ³tûĵÛüú˘…….!!!! Uang hangus….it kalau menurut gua no.

  30. nonong husna 25/02/2014 at 16:28

    Senangnya jd gadis aceh dan adat istiadatnya sangat memuliakan perempuan :-)

  31. zaara hasyem puteh 25/02/2014 at 16:28

    saya ralat kembali itu mngenai biaya pernikahan untuk dana resepsi itu tdk ada tnggungan dr si pria,, dan isi kmr jg tdk ada itu semua udh tanggungan dr clon mmpelai perempuan dr mahar tersbut,, saya asli aceh pidie, di pidie dikenal paling bnyak maharnya,, tp tdk seperti yg tersebut diatas,,…

    • Sahid 25/02/2014 at 17:46

      Karena di pidie, udah mahal maharnya jadi gak dihitung lagi. Saya asli Aceh Selatan, maharnya sedikit, tapi ada tambahan uang hangus atau isi kamar tapi tergantung kesepakatan

  32. humaira 25/02/2014 at 16:27

    keren, judulnyabikin cewe aceh agak nyetrum…

  33. ainul 25/02/2014 at 16:26

    judulnya bagus untuk mancing para pembaca, gitu liat judulnya saya melotot apa maksudnya nih, ternyata di ulas secara menarik.. keren..

    • arielkahhari 25/02/2014 at 16:28

      melototnya jangan keras2.. copot anak mata nanti hehhe.. makasih sudah berkunjung :)

  34. Irsyad Feisal 25/02/2014 at 16:25

    itu udah budaya bung, lo orang aceh apa bukan..?? ntar kalau jodoh lo orang aceh, lo pikir dulu dech untuk menulis yang seperti ini. Emas itu sudah menjadi tradisi dari dulu. emas itu udah menjadi salah satu kembanggaan orang aceh, monas aja bisa bangun emas puncaknya. nah, jadi hati kalau untuk menulis. karena dari tulisan pun bisa merubah segalanya, gara-gara tulisan, sejarahpun bisa mati. aku pikir, sepertinya anda harus benar-benar belajar menulis kembali. Memahami fenomena, memahami sebab dan akbatnya dulu. Baru menulis. Maaf pedas sob.

    • noa salfhali 25/02/2014 at 16:50

      huehehehe..ane nggak yakin ente udah baca sampe abis bro :v

    • jack 25/02/2014 at 17:47

      Feisal..ente kyk nya org t***l ya..uda di baca habis blum?atw uda di baca habis tapi gk paham ama isi nya?anda hanya terpancing dgn judul nya tanpa mngerti maksud baik dari isi nya..t***l bner..

    • Awidya Firsiades Alin (Blogger) 25/02/2014 at 18:32

      biasakan membaca sampai hbs bung, baca itu jgn setengah :D

    • muzzriezal 25/02/2014 at 22:34

      “monas aja bisa bangun emas puncaknya”
      Terus, kalau emas puncaknya bangun, dia bakal tidur lagi ?

  35. Mukarramah Al Farisy 25/02/2014 at 16:22

    bahagianya terlahir sebagai gadis Aceh :D

  36. dedek 25/02/2014 at 16:20

    jika cinta apa pun dilakukan, hanya lelaki yg tidak ada keberusahaan yang terus mengeluh. (hanya pendapat) hehehehe

  37. Purnama Wahyudi 25/02/2014 at 16:20

    mau kawin kok itung itungan,,, :(

  38. arkun 25/02/2014 at 16:11

    emm…,menarik juga. terjebak sama judulnya :D..mau dari mana asal daerah wanita,jika benar-benar solihah tidak memandang jabatan apalagi besar kecilnya mahar…gitu kira2 :)

    • Mutiawati 25/02/2014 at 16:44

      Lihat judulnya bikin kesal ‘awalnya’ karena saya salah satu warga Aceh

  39. muttaqin 25/02/2014 at 16:07

    betul betul..setuju

  40. irowati 25/02/2014 at 15:40

    Mungkin krn adatnya sdh begitu…pdhl dlm islam sdri kan tdk diajurkan meminta mahar yg memberatkan, walaupun itu hak seorang calon mempelai wanita.

    • arielkahhari 25/02/2014 at 15:41

      bener… sebaik baik perempuan yang ringan maharnya, sebaik baik laki laki yang memberikan mahar besar heheh.. bener ngak ya??

      • kasma annisa velovee 25/02/2014 at 16:12

        daerah kasma ngak terlalu mahal koq,,,,msih bsa tawar mnwar…hehe

        • arielkahhari 25/02/2014 at 16:13

          hehhe jangan lah dibilang bisa nawar menawar.. lagee bloe on bayam. “bisa dibicarakan” ..asiikkk hehhe

  41. Mulya Bijeh Mata 25/02/2014 at 15:39

    good information….

  42. Dashief sugandi 25/02/2014 at 15:35

    Doa kan ya sy niat ma gds aCeh . . :-)

  43. Ayumten 25/02/2014 at 15:34

    Cerdas.
    Logika terbalik yang cukup menarik perhatian.
    Judul artikel yang mencengangkan dengan isi yang cukup memukau.

  44. Isni Wardaton 25/02/2014 at 15:34

    Masih dbwah 100jt, blum apa-apa tu. :-D

  45. Adesti Veni Ulfa Anjusa 25/02/2014 at 15:34

    Senang jdi gadis aceh :)

  46. Ferhat 25/02/2014 at 15:32

    bagus banget uraian tulisannya Ariel..
    takjub aku, tulisan kamu makin rapi.
    dulu titik koma aja perlu diajarin..

    bagus!!!
    terus menulis! Keep writing! Yuk keep smile..

  47. dihas 25/02/2014 at 15:29

    wow…..
    gadis aceh bisa dijadikan rekomendasi nih kayaknya asal maharnya bisa turun dikit, dollar lagi menguat gan, emas mahal….
    :P

  48. yunia makmoer 25/02/2014 at 15:09

    Bagus artikelnya.. two thumbs up

  49. Aini Aziz 25/02/2014 at 14:51

    kalau mau yang cuma maharnya hafalan surat al kahfi ndak ada di aceh bang. di Timur banyak :D

    • arielkahhari 25/02/2014 at 15:02

      saya punya teman, penulis Aceh juga. pas tsunami 2004 dia bersama dua anak nya syahid [insyaAllah]. nah dia dulu mahar nya surah al-anfal. :)

  50. Gunar 25/02/2014 at 14:40

    Tulisan yang menarik ^_^

    • aguz 25/02/2014 at 17:00

      NAMANYA AJA ACEH !! YA BEGITULAH :v

Leave A Response