Monday 23rd October 2017,
Arielogis

Jangan Golput Plisss

Ariel Kahhari 18/03/2014 Suara Langit 24 Comments

Menghitung hari. Pesta demokrasi Indonesia kini tengah menghitung hari. Makin kemari suasananya semakin meriah lagi ramai. Lokasi kampanye dijejali warga. Bendera dan umbul umbul menari menari, bersama alam dan angin yang bertiup sepoi-sepoi. Semua nya gembira. Pesta akan segera tiba.

Tapi ternyata masih banyak yang berduka menjelang pesta. Berduka karena ada darah yang berceceran. Ada air mata yang menetes bahkan deras menganak sungai. Ada pula yang tak gembira karena merasa pesta ini selayak neraka.

Menurut mereka pesta di gelar oleh orang orang berdasi tapi tutur katanya basi. Berwajah tampan tapi ternyata seperti tempayan. Bergincu tebal layaknya ban yang ditambal-tambal. Akhirnya mereka memilih menjadi manusia manusia golput alias golongan putih. Tak memilih adalah solusi. Memihak adalah gengsi.

Lalu mengapa harus golput? Apa karena ingin menjadi beda. Atau ingin menambah satu warna. Putih selalu saja dianggap bersih dan suci. Tapi menurutku tidak. Dalam konteks pesta yang satu ini, putih tidaklah suci. Bahkan putih itu adalah hitam. Karena suci itu beranjak dari sini, ya dari hati. Hati yang bersih dan pikiran yang jernih. Dari sanalah semua bermula. Golongan putih sebenarnya adalah mereka yang memilih menggunakan nurani dan hati.

Banyak dari pengikut golput berkilah jika pesta ini tidak memberi solusi. Rakyat tetap saja lapar. Korupsi masih saja merajalela dan mengakar serta penguasa yang tak pernah kenyang. Bagi mereka Golput dianggap dapat membantu negara ini bangkit. Bangun dari keterpurukan dan kehinaan.

Padahal mereka lupa jika tak memberi suara, hanya akan membiarkan negara ini menghujam lebih dalam. Mengambang tak seimbang. Negara ini harus diselamatkan. Masih banyak orang baik dinegeri ini. Golput lagi lagi tak memberi solusi. Hanya akan mempercepat negara ini mati.

Dari banyak alasan mereka yang memilih golput adalah latar belakang partai yang tidak bersih. Caleg yang berselemak dosa. Demokrasi adalah haram. Tapi anehnya mereka berkoar koar kala BBM naik atau disaat harga sembako melambung tinggi. Mereka kembali menyalahkan orang orang yang duduk diparlemen dan pemerintah. Tapi dulu mereka tidak penah memilih dan peduli. Benar benar sebuah perilaku aneh dan menyimpang.

Kalaupun benci sama partainya, pilih saja orang nya. Bukankah dari banyak caleg yang muncul, masih ada orang orang yang baik hatinya, yang santun perkataanya. Oh tidak dekat dengan mereka, sekarang waktu yang tepat untuk berkenalan, bertanya, dan berdiskusi. Tanya apa saja. Biarkan caleg caleg itu menjawab semua kegundahan dan kekhawatiran kita. Ini saat yang tepat menguji mereka. Benarkah mereka serius melayani warga atau hanya berpura pura.

Bayangkan jika parlemen kita dihuni para mafia. Lalu presiden kita hanya menjadi boneka. Mau jadi apa negara kita tercinta. So mari kita selamatkan negara ini. Bangsa ini masih ada peluang untuk maju dan besar. Pilih partai dan caleg yang paling baik. Karena asa itu masih ada.

Jangan Golput Plisss…

**







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

24 Comments

  1. maswaw 01/04/2014 at 13:24

    Faktanya masih ada saja diantara teman saya yang masih memilih golput, padahal sudah dijelaskan seperti tulisan abang ini. lalu, dengan cara bagaimana lagi?

    • arielkahhari 02/04/2014 at 09:21

      gimana ya.. terkadang orang golput karena ikut2an… kasihan sih kalo ngak nyoblos…

  2. Bai RUindra 31/03/2014 at 10:23

    Menarik bang, setahu saya golput hnya dikenal org2 “hebat” di kota saja. Di kampung tdak berlaku demikian, misalnya saja ad yg berhlngn hadir akn didatangi k rumh olh petugas yg sdh ditentukan usai di TPS. Org pun beralasan tdk hdir biasanya krn sakit dll.

    • arielkahhari 31/03/2014 at 20:47

      ya bener bai, lagian kasihan kan lima tahun sekali ini…

  3. Nunung Nurbaeti 26/03/2014 at 21:43

    Tema di atas nyambung banget dengan tema obrolan saya dan adik saya bbrp hari ini. Intinya lebih baik nyoblos daripada golput. Golput tidak memberi solusi, malah memberi kesempatan kepada orang-orang yang tidak baik untuk memegang kendali negeri ini. Kalau saya sih udah punya pilihan alhamdulillah

  4. Monza Aulia 18/03/2014 at 23:01

    Biarpun pacar saya kader PNA, tapi saya tetap bersama PA :D

    • arielkahhari 19/03/2014 at 07:24

      hahhah dilarang beriklan disini monzaaaaa. nanti kena biaya dan ditegur panwaslu

  5. Efend 19/03/2014 at 05:53

    kalau gitu aku abu2 aja deh ril.

    • arielkahhari 19/03/2014 at 07:23

      nanti kubuat tulisan baru “jangan abu abu plisss” hahah

    • arielkahhari 19/03/2014 at 10:41

      nanti aq buat tulisan baru ” jangan abu abu plisss” hahah

  6. pidafida 18/03/2014 at 18:39

    Tulisan kali ini rada muitis alias puitis riel…

    • arielkahhari 19/03/2014 at 07:27

      hahha iya biar kayak mata najwa. susah juga nyari kata katanya hahha

  7. Ahmad Zaki 18/03/2014 at 21:27

    Setuju…
    Sayang kalau kita golput, calon yang baik jadi kurang suara. Makanya kita harus cari tahu tentang partai dan calon-calon sebelum memilih. Paling nggak, kita memilih yang terbaik di antara yang buruk.

  8. azharterharu 18/03/2014 at 20:57

    kalimat-kalimat di kampanye sekarang rada-rada overdosis, seperti: “pilih saya, jangan yang lain …”

    menurut saya itu double action. selain itu, surat suaranya juga pasti bisa rusak karena dua kali coblos hehe …

    • arielkahhari 19/03/2014 at 07:26

      azhar selalu melihat sesuatu dengan detail dibalik diam nya #aseekk

  9. Chrismana"bee" 18/03/2014 at 13:42

    Soalnya mungkin bingung mau milih siapa

    • arielkahhari 18/03/2014 at 13:49

      kalau tertarik sama partai, pilih partainya. kalau eneg liat partai pilih aj yg sudah terbukti.. kalau masih sulit pilih temen sendiri aj kali hehhehe….

      lama lama aku kok kayak jd caleg

  10. Febi Mutia 18/03/2014 at 18:20

    iya, sepakat bg..ga golput adalah usaha minimal saya untuk masa depan negeri.

    • arielkahhari 19/03/2014 at 07:27

      iya masih ada kok orang baik dinegeri ini. yakin saya. aq lama lama kayak duta KPU hahha

  11. Mira 18/03/2014 at 16:29

    Err..golput kali ni karena telat daftar ke panitia pemilhan..dan syartnya jg ga sempat disiapin huhu

  12. mima 18/03/2014 at 13:54

    Iya…bingung nii..msti milih siapa..
    abis byk banged…”(yg mnta tlg mksd.a…hehee…

    • arielkahhari 18/03/2014 at 13:58

      hahhah iya… kata orang orang berselemak…

Leave A Response