Saturday 18th November 2017,
Arielogis

Gagal Naik Haji Sesaat Pesawat Hendak Take Off

Ariel Kahhari 08/10/2013 Balik Layar 23 Comments
Gagal Naik Haji Sesaat Pesawat Hendak Take Off

Haji perjalanan suci. Kalimat itu bukan susunan kata tanpa makna. Mereka yang belum “dipanggil” tidak dapat melangkahkan kaki tanah haram. Ini benar adanya. Kisah jamaah asal Aceh Besar ini adalah buktinya. Jika haji harus dilakukan dengan kejujuran.

Kali ini aku ingin berbagi kisah tentang pengalamanku. Cerita ini terjadi tahun 2011 lalu. Aku bersama kameramen Bang Jali meliput keberangkatan jamaah haji Embarkasi Banda Aceh. Mereka berasal dari Kabupaten Aceh Besar yang tergabung dalam kloter dua.

Setelah menunggu beberapa lama di Asrama Haji kami pun berangkat ke Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. Seperti biasa kami menumpang mobil rombongan panitia haji. 30 menit kemudian kami pun tiba di Bandara.

Sepanjang jalan masuk menuju Bandara masyarakat berdesak desakan ingin melihat sanak saudaranya yang akan berangkat ke tanah suci. Bagiku liputan Haji selalu menggetarkan, salah satunya ya karena antusias masyarakat Aceh yang masih besar. Mereka rela berpeluh keringat sekedar melepas sanak saudara  berangkat haji.

Prosesi pemberangkatan berjalan tanpa cela. Jamaah yang sakit menjadi orang pertama yang masuk ke dalam pesawat. Kemudian disusul para jamaah lainnya. Satu persatu bus menurunkan jamaah. Jika tidak salah ingat ada 10 bus yang mengangkut jamaah dari Asrama Haji ke Bandara.

Biasanya setelah semua jamaah naik kedalam pesawat maka tahap berikutnya adalah persiapan untuk take off. Setelah itu tugas kami pun berakhir dan kembali ke Asrama. Tapi ternyata Aku salah,  sebuah cerita berawal dari sini.

kami yang sudah bersiap untuk menjauh dari tempat parkir pesawat mendadak bingung. Pintu pesawat tidak kunjung ditutup. Selain itu tampak petugas Bandara dan awak kabin  naik turun pesawat. Wajah mereka begitu serius. Mereka juga tampak berdiskusi hebat dengan panitia haji.

Aku mendekati Kepala Humas Embarkasi Aceh. Aku coba memastikan apa yang terjadi. Tapi jawabannya standar dan tidak memuaskan. Ngak ada , semua aman aman saja. Tapi aku yakin pasti ada masalah.

Dalam prosesi pemberangkatan itu pejabat yang hadir terbilang ramai. Mulai dari Bupati hingga Camat. Aku coba dekati mereka satu persatu. Bupati mengaku tidak tau dengan apa yang sedang terjadi. Tapi dari Camat aku dapat kabar kalau ada jamaah yang tidak boleh berangkat.Aku melongo. Bagaimana bisa pesawat mau take off tapi ada yang gagal berangkat.

Suasana masih tampak runyam. Petugas Bandara dan maskapai masih berdiskusi hebat. Aku semakin curiga ketika ambulan kembali parkir dekat pesawat. Ini pasti ada sesuatu.  Insting jurnalisku bermain. Aku memanggil kameramen untuk merekam setiap momen. Karena aku yakin setelah ini pasti ada berita besar.

Dan benar! Setelah ambulan diparkir dekat pesawat menyusul Bupati ditemani petugas Bandara naik ke dalam pesawat. Cukup lama mereka di dalam sana. Sementara matahari sangat terik. Aku yakin tidak cuma kami yang kebingungan. Keluarga jamaah yang tumpah ruah di luar Bandara juga pasti bingung kenapa jamaah juga belum diberangkatkan.

Aku meminta Bang Jali berdiri disamping tangga pesawat sambil mengarahkan kamera ke arah pintu belakang yang terbuka. Dugaan ku tepat, sesaat kemudian seorang jamaah perempuan turun dalam keadaan emosi. Dibelakangnya tampak Bupati dan beberapa pihak Bandara.  Tangan petugas kesehatan yang mencoba menuntunnya ditepis. Ibu itu kemudian masuk kedalam ambulan, kemudian pergi.

Barang bawaan Ibu itupun juga dikeluarkan dari bagasi pesawat. Perkiraanku ketika Bupati mengajak Ibu itu turun, disaat bersamaan panitia juga sibuk mencari barang bawaan milik ibu tersebut. Jadi jeda waktu antara si Ibu turun dari pesawat dengan barang bawaan nya yang dikeluarkan dari bagasi tidak terlalu lama.

“Kok Ibu itu turun sendiri, mana suaminya”. Ucap Seorang panitia haji sambil menangis

Ya aku perhatikan tidak ada yang menemani Ibu tersebut saat turun dari pesawat. Padahal dia berangkat bersama suami. Aku bisa membayangkan perasaan jamaah itu. Hancur dan malu. Sedihnya lagi dia menghadapi nya sendirian saja. Dari panitia aku juga tau jika suami ibu tersebut suka berulah selama di Asrama Haji.

“Moga aj Bapak tu taubat disana” ucap seorang panitia yang lain.

Pintu pesawat ditutup. Semua panitia menyingkir dari Apron. Diselingi kalimat talbiyah pesawat pun lepas landas menuju jeddah. Mungkin prosesnya kisaran lima menit sejak Ibu itu meninggalkan pesawat. Sementara itu Ibu yang gagal berangkat hanya memandang pesawat dari dalam ambulan yang diparkir dekat mesjid. Masih dalam komplek Bandara.

Dari penelusuranku ternyata Ibu itu dalam kondisi hamil tua. Usia kehamilannya sudah sembilan bulan. Sejak awal proses pengurusan keberangkatan haji dia kerap menggunakan kerudung besar dan baju jubah lebar. Hasil plano test juga negatif. Diduga urinenya dicampur air. Bahkan kalau sedang duduk, Ibu itu kerap meletakkan tas diatas perut. Tidak ada petugas yang curiga. Sampai kejadian itu terjadi.

Belakangan aku baru tau kronologis cerita hingga kedok itu akhirnya terbongkar. Salah seorang keluarga jamaah dengan polos mengabarkan kehamilan Ibu itu ke Ketua Posko Haji Embarkasi Banda Aceh yang tengah berada di jakarta.

“Bu dokter, tolong liat liat kakak kami ya, soalnya beliau lagi hamil”

Ketua posko kaget. Informasi yang diterima saat para jamaah berada di Bandara direspon cepat. Ketua Posko Kesehatan langsung mengontak petugas haji di Banda Aceh untuk dikabarkan ke Pihak Bandara.  Hingga akhirnya Ibu itu gagal berangkat.

Cerita ini masih saja aku perbincangkan ketika bertemu teman teman petugas yang juga ikut melihat dan merasakan kejadian itu. Meski akhirnya Ibu tersebut kembali diberangkatkan pada tahun berikutnya, namun gagal berangkat haji sesaat pesawat hendak take off adalah cerita yang hampir mustahil terjadi.

Tapi inilah ritual Haji. Kita mungkin sering mendengar “Haji adalah perjalanan suci”. Kalimat ini memang benar adanya. Banyak kisah yang terungkap bahwa bukan sembarang orang yang bisa melangkahkan kaki ke tanah suci. Hanya mereka yang dipanggil yang berhak untuk menapaki kaki ke tempat Ibrahim as. Termasuk orang orang yang jujur.

**







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

23 Comments

  1. Azhariscm 01/11/2014 at 07:48

    Ne masih satu kisah ya, nah bagaimana cerita dengan tahun seblumnya ya bang, dimana para jamaah haji memalsukan data2nya sehingga gagal brangkat. Kan aneh juga kita mau naik haji tapi masih saja berbohong seperti yang si Ibu lakukan.

    • Arielkahhari 01/11/2014 at 11:19

      Iya, trus gimana kelanjutannya ya? katanya di bawa ke ranah hukum? banyak oknum yang bermain termasuk panitia haji.

  2. Ciekha 31/10/2014 at 03:39

    Jd kira2 kalau ibu hamil usia brp bln kandungan yg boleh brngkt riel? Spontan aja ni prtnyaannya mna tau awak lg hamil ketiban rejeki brngkt haji yaa kaan.. Hehe maaf OOT

    • Arielkahhari 31/10/2014 at 06:42

      Sempat nanya juga ke teman, dia petugas haji gitu. katanya berapapun usia kehamilan ternyata TIDAK DIIZINKAN untuk berangkat ke tanah suci. sebab Haji itu ibadah fisik. capek abiss. Kecuali calon jamaah memenuhi sejumlah syarat. menurut peraturan Kementrian Kesehatan wanita hamil boleh berangkat ke tanah suci jika usia kehamilannya masuk pada trimester kedua, pernah disuntik meningitis sebelum hamil dan ada surat keterangan/ pernyataan dokter yang menjamin kesehatan si Ibu hamil tersebut. begitu Ciekha …

  3. Mira 22/10/2013 at 18:13

    kasian, ikut sedih si ibu itu g jadi berangkat, tp caranya juga salah sih, pake nutup2in, harusnya juga mikir kondisi si calon baby nya

    • arielkahhari 23/10/2013 at 07:04

      iya juga sih, tapi si ibu akhirnya tetap diberangkatkan ke tanah suci tahun berikutnya

  4. lisa tjut ali 10/10/2013 at 15:53

    Di aceh mayoritas beragama islam sehingga kesempatan untuk pergi haji punya quota tertentu, tak jarang mesti tunggu bertahun2 untuk pergi haji krn banyak yang ngantri, mungkin ketakutan tidak punya peluang berangkat yang membuat si ibu tidak jujur.

    • arielkahhari 11/10/2013 at 01:46

      sejak bank mengeluarkan program talangan haji sejak itupula naik haji semakin sulit . di Aceh ni kalo mau daftar haji hari ini baru bisa naik 15 tahun lagi. bayangin aj waiting list nya dah nembus angka 50 ribu orang sedangkan yang diberangkatkan cuma 3-4 ribu orang.
      sekarang pemerintah dah ngeluarin kebijakan baru. bank hanya boleh memberi tenggat waktu talangan haji selama satu tahun saja. dulu ampe 3 tahun.
      memang kejujuran itu no satu. kabar terbaru kan ada jamaah yang naek haji tapi di paspornya nama orang yang dah meninggal. yng bermain mulai dari imigrasi, oknum depag dan pihak bank… duit lagi duit lagi..

  5. ferri 10/10/2013 at 11:30

    hamil dilarang ya? tkut keguguran x ya,..

    • arielkahhari 11/10/2013 at 01:47

      ngak juga fer, kemaren sempat ngobrol sama petugas haji. katanya 3 bulan pertama dan 3 bulan terakhir masa kehamilan itu yang dilarang. kalo usia kehamilan terlalu muda bisa keguguran kalo terlalu tua bisa melahirkan prematur.
      gimana istri dah hamil ya hehhe

  6. Sii Isni 08/10/2013 at 10:47

    Wah, ngotot yaa sampai menipu padahal demi kebaikan sendiri. Ada-ada saja.

    • arielkahhari 08/10/2013 at 10:49

      kejadian ini paling fenomenal. kasus serupa juga ada. tapi ketahuan pas di asrama haji. si ibu sampe setress karena gagal berangkat

  7. Aci//sanu// 08/10/2013 at 08:29

    dramatis,

    • arielkahhari 08/10/2013 at 10:36

      ngeri ci… pak bupati sampe merah matanya nahan nangis…

  8. Irawan Abdullah 08/10/2013 at 07:03

    Nyan kee model awak gampong tanyoe, sihek bek, roe bah abeh !, ke ne lheh hanco !

    • arielkahhari 08/10/2013 at 07:06

      hahha gitulah ust… rupajih 15 uroe kemudian ibu nyan melahirkan di gampong

  9. Muchlis Fatih 08/10/2013 at 04:12

    ditutukan oleh seorang jurnalis yang cukup sigap dan cermat dalam mendalami sebuah insident. Brillian!

  10. Alkaf 08/10/2013 at 03:25

    Mari kita berdoa demi kelancaran haji, dan kisah ada rakan kt yg ditipu oleh yg lagak beragama tdk terjadi lg

  11. Ihan 08/10/2013 at 02:57

    hahahah berarti ente ikutin terus si ibu itu ya ril

    • arielkahhari 08/10/2013 at 02:58

      iya, kemaren pas liputan lagi ketemu sama petugas haji aceh besar yg nangis tu. ngobek lah disitu…

  12. Ihan 08/10/2013 at 02:14

    wah wah wah …….aku ngga tahu mo komen apa deh di cerita ini, di satu sisi si ibu begitu kuat keinginannya untuk berhaji, di sisi lain dia tidak jujur dengan kondisinya

    • arielkahhari 08/10/2013 at 02:17

      15 hari kemudian ibu tu melahirkan di kampungnya… hmm ngak tau ya apa niatan si ibu.

Leave A Response

Click here to cancel reply.