Tuesday 26th September 2017,
Arielogis

Drama Di Balik Kunjungan Seorang Presiden (2)

Ariel Kahhari 19/09/2013 Suara Langit No Comments

Jika menyimak setiap bagian cerita yang ada dalam kunjungan Presiden, ini sama halnya dengan sebuah drama. Ada pelakon, alur, tempat hingga pesan yang disampaikan. Drama juga sama dengan sandiwara. Hanya berdurasi singkat. Diisi dengan akting yang sebelumnya sudah dilatih. Setingan tempatnya pun juga telah dipersiapkan dengan baik. Semua nya didesain untuk menyempurkan aksi dalam sebuah drama.

Sembari menyusun naskah, aku coba mengecek perkembangan Banda Aceh jelang kedatangan Presiden melalui status yang diupdate teman temanku di facebook. Beberapa diantara mereka menyambut baik kedatangan Presiden. Tapi yang menolak juga banyak. Beberapa temanku mengeluhkan pengamanan yang super ketat.

Ilustrasi Pengamanan Presiden (rmol.co)

Ilustrasi Pengamanan Presiden (rmol.co)

Lewat chatting facebook, aku menyapa temanku yang tengah berada di daerah kampus Darussalam. Dia bercerita jika kampus sudah “hijau” alias dipenuhi anggota TNI. Malamnya Presiden akan menerima penghargaan gelar Doktor Perdamaian dari Kampus Unsyiah. Dari surat kabar aku tau jika sebanyak 2500 personil TNI dan Polri  dikerahkan untuk menjaga keselamatan dan kenyamaan SBY selama di Aceh. Lagi lagi aku berpikir, bukankah SBY menjadi jawara pada saat Pemilihan Presiden 2009 silam. Suara rakyat Aceh bulat diberikan untuk nya. Lalu kenapa kondisinya jadi seperti ini. Bagaimana caranya supaya rakyat dapat bertegur sapa dengan pak Presiden. Lagi lagi Keselamatan Presiden adalah segalanya.

Rencananya Presiden akan menginap di Banda Aceh. Artinya pengamanan pun akan ekstra ketat. Jauh sebelum Presiden tiba, petugas keamanan sudah disebar dibeberapa titik di Banda Aceh. Bahkan kawasan yang dekat dengan hotel tempat Presiden menginap pun turut dijaga. Sejumlah anggota TNI tidur beratapkan langit.

Memang jika menyimak setiap bagian cerita yang ada dalam kunjungan Presiden, ini sama halnya dengan sebuah drama. Ada pelakon, alur, tempat hingga pesan yang disampaikan. Drama juga sama dengan sandiwara. Hanya berdurasi singkat. Diisi dengan akting yang sebelumnya sudah dilatih, bahkan hanya untuk sebuah senyuman.  Setingan tempatnya pun juga telah dipersiapkan dengan baik. Semua nya didesain untuk menyempurkan aksi dalam sebuah drama.

Tapi benarkan pak SBY ke Aceh hanya sekedar menampilkan drama??







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

Leave A Response