Monday 06th July 2020,
Arielogis

Cut Nyak Dien Saja Tidak Berjilbab

Ariel Kahhari 20/02/2014 Suara Langit 159 Comments
Cut Nyak Dien Saja Tidak Berjilbab
Cut Nyak Dien dalam lembaran Rp.10.000,-

Cut Nyak Dien dalam lembaran Rp.10.000,-

Entah sejak kapan judul di atas menjadi ungkapan yang ngetrend di Aceh. Tetapi sejak lama saya sudah dan cukup sering mendengar petikan kalimat tersebut.

Terakhir, ketika seseorang membela “perwakilan” Aceh yang mengikuti ajang Ratu Sejagad. Dalam wall facebooknya pemilik akun mengucapkan selamat karena rekannya tersebut berhasil menembus tujuh besar meski gagal meraih selempang kemenangan. Keikutsertaannya berakhir dengan kontoversi. Pada malam puncak, finalis tersebut tidak mengenakan kerudung lazimnya perempuan di Aceh bahkan tampil dengan pakaian terbuka.

Diskusi hangat pun meluncur. Banyak yang memuji dan memberikan dukungan namun banyak pula yang menghujat serta menyayangkan keputusan finalis tersebut.

“Kenapa masalah banget sama jilbab?? Cut nyak dhien kan juga ga berjilbab perasaan aku. Belum tentu kita jauh lebih baik dari orang yg sedang kita hujat sekarang” Tanggapan pemilik akun menjawab kritikan sejumlah komentator.

Agak menggelitik memang tentang ungkapan Cut Nyak Dien tidak berjilbab. Kalimat tersebut seakan menjadi pembenaran jika Cut Nyak tidak berjilbab maka sah sah saja jika pada era modern seperti sekarang ini, perempuan Aceh juga tidak menutup aurat.

Lalu benarkah Cut Nyak tidak menutup aurat?

Jika membaca literatur yang ada, sulit sekali menemukan potongan kalimat yang menegaskan apakah Cut Nyak berjilbab [menutup aurat] atau tidak. Foto dan gambar yang ada malah menunjukkan sosok Cut Nyak Dien tanpa penutup kepala. Cut Nyak digambarkan sebagai sosok perempuan berkonde. Bahkan Foto milik Belanda juga menampilkan sosok Cut Nyak Dien yang tua renta, tertunduk dengan rambut putih yang tidak sempat disisir. Namun dalam foto itu pula Cut Nyak berselimut selendang [ija sawak] panjang yang menutupi tubuh nya yang mulai ringkih. Berkembang kabar  foto tersebut memang sengaja diambil oleh Belanda untuk menurunkan marwah Cut Nyak Dien.

cut3 (1)

Hingga kini belum ada foto atau gambar yang menampilkan wajah Cut Nyak Dien dikala muda. Namun dari banyak tulisan dan catatan yang ada, Cut Nyak dikenal sebagai sosok pejuang yang rela mati membela agama nya. Bahkan semangat Jihadnya tersebut tidak saja menyelimuti dirinya namun juga mampu ditransfer kepada para pejuang lain. Tidak ada yang memungkiri semangat jihad Cut Nyak Dien.

Bahkan Buya Hamka saja pernah menunujukkan kekagumannya atas keteguhan Cut Nyak Dien.

Pikirkanlah dengan dalam..! Betapa jauh perbedaan latar belakang wanita Aceh 358 tahun yang lalu itu dengan perjuangan wanita zaman sekarang.

Mereka itu didorong oleh semangat jihad dan syahid karena ingin menegakkan agama Allah dengan kaum laki-laki, jauh daripada arti yang dapat kita ambil dari gerakan emansipasi wanita atau feminisme zaman modern sekarang ini.

Christine Hakim pemeran Cut Nyak Dien pernah mengaku jika dirinya membutuhkan waktu panjang untuk memahami dan mengenal sosok Cut Nyak. Bukan perkara mudah memerankan pejuang seperti Cut Nyak. Sosok yang kewibawaan dan ketaatannya kepada Tuhan begitu besar.

Dalam film tersebut digambarkan bagaimana Cut Nyak Dien menyerbu pasukan Kaphee Penjajah dengan gagah berani. Sekali lagi dia adalah perempuan! Tidak ada guratan ketakutan dari wajahnya. Yang ada penjajahlah yang takut dengan semangat Cut Nyak Dien hingga akhirnya ia harus dibuang ke luar Aceh.

poster film Cut Nyak Dien (http://wartaaceh.com/

poster film Cut Nyak Dien (http://wartaaceh.com/

Ketika diasingkan ke Sumedang Jawa Barat pada tanggal 11 Desember 1906, Cut Nyak Dien dirawat oleh K.H sanusi. Beliau adalah seorang ulama Masjid Agung Sumedang yang memperoleh gelar penghulu. Penunjukkan K.H Sanusi sebagai orang yang merawat Cut Nyak dilakukan langsung oleh Bupati Sumedang kala itu, yakni pangeran Aria Suria Atmaja.

Setelah wafatnya K. H Sanusi pada tahun 1907, Cut Nyak Dien dirawat H. Husna dan Siti Khodijah yang merupakan anak dan cucu K.H Sanusi. Hanya dengan merekalah Cut Nyak Dien berkomunikasi. Bahasa yang digunakan pun bahasa Arab, karena Cut Nyak Dien tidak bisa berbahasa masyarakat Sumedang begitu pula sebaliknya.

Selain dikenal fasih berbahasa Arab, Cut Nyak Dien juga memiliki pemahaman keislaman yang baik. Meski kala itu Cut Nyak Dien tidak mampu melihat, namun dirinya masih tetap mengajar Al Quran kepada Ibu Ibu warga Sumedang. Sehingga Cut Nyak Dien mendapat julukan ibu perbu atau Ibu Ratu. Sementara warga setempat menyebutnya sebagai Ibu Suci.

Lantas jika seseorang yang sudah tidak mampu melihat tapi masih bisa mengajar Alquran untuk orang lain, bukankah dia seorang Hafidzah alias penghafal Quran?

Setali tiga uang dengan Buya Hamka, saya juga turut mempertanyakan, mungkinkah seorang mujahidah dan penghafal Alquran seperti Cut Nyak Dien masih berdebat dan mempersoalkan pasal menutup aurat? Bukankah itu menjadi topik kecil dalam jalan hidupnya disaat dirinya malah rela diterjang peluru kaphee Belanda. Dan wajarkah jika pejuang mulia sekaliber Cut Nyak Dien disandingkan dengan finalis pencari selempang atau mereka yang enggan menutup auratnya?

Kalaupun benar Cut Nyak memang tidak menutup aurat, Kenapa malah dia yang harus menjadi rujukan? Bukankah rujukan terbaik itu adalah Al-Quran? Tapi saya yakin persoalan menutup aurat adalah perkara kecil baginya. Bukan karena kecil lantas diabaikan. Tapi kecil karena ada urusan yang lebih besar yang harus dikerjakan.

Malu rasanya jika kita tidak bisa berdiri sebanding dengan nya tapi mencoba melakukan pembenaran dengan mengatakan “Cut Nyak Dien saja tidak berjilbab”. Kalimat sampah yang diucapkan agar kita dapat melenggang karena nafsu dan kebodohan.







Like this Article? Share it!

About The Author

159 Comments

  1. feibronjul 21/02/2014 at 08:07

    mantap tengku nyan…paparan yang luar biasa

  2. feibronjul 21/02/2014 at 08:07

    mantap tengku nyan…paparan yang luar biasa

  3. Reichan Siregar 21/02/2014 at 14:27

    Sebenarnya gak penting… Cut Nyak Dien berjilbab atau tidak… Toh Cut Nyak Dien bukan contoh utama yang harus ditiru.. Contoh utama Umat Islam adalah Rasullullah SAW… Jadi sebenarnya gak ada pengaruh… Cut Nyak Dien berjilbab atau tidak… kalau bagus dicontoh, kalau gak ditinggalkan… Bagus atau tidak, bagi Islam itu kembali ke Al Qur’an dan Hadist…

  4. Reichan Siregar 21/02/2014 at 14:27

    Sebenarnya gak penting… Cut Nyak Dien berjilbab atau tidak… Toh Cut Nyak Dien bukan contoh utama yang harus ditiru.. Contoh utama Umat Islam adalah Rasullullah SAW… Jadi sebenarnya gak ada pengaruh… Cut Nyak Dien berjilbab atau tidak… kalau bagus dicontoh, kalau gak ditinggalkan… Bagus atau tidak, bagi Islam itu kembali ke Al Qur’an dan Hadist…

  5. trisha 21/02/2014 at 11:51

    Sebenarnya, masalah memakai atau tidak memakai, kita kembalikan kepada individunya. Namun bila merujuk kepada adat dan budaya pada zaman tersebut, masuknya budaya islam membawa perubahan yang signifikan dalam cara berpakaian di nusantara, khususnya bagi sebagian besar wanita (lihat bahwa pada relief candi, wanita bertelanjang dada). Hal ini saya yakini bahwa pergeseran tata cara berpakaian juga terkait dengan masuknya syiar islam yang masuk melalui perdagangan dan pernikahan di Indonesia. Seorang Cut Nyak Dien, (yang Insya Allah seorang Syuhada) tentunya melakukan tata cara menutup aurat secara syariah sesuai dengan keadaan yang dimiliki pada zaman tersebut (* menutup aurat dengan kain panjang dan tidak menyerupai laki laki).

  6. trisha 21/02/2014 at 11:51

    Sebenarnya, masalah memakai atau tidak memakai, kita kembalikan kepada individunya. Namun bila merujuk kepada adat dan budaya pada zaman tersebut, masuknya budaya islam membawa perubahan yang signifikan dalam cara berpakaian di nusantara, khususnya bagi sebagian besar wanita (lihat bahwa pada relief candi, wanita bertelanjang dada). Hal ini saya yakini bahwa pergeseran tata cara berpakaian juga terkait dengan masuknya syiar islam yang masuk melalui perdagangan dan pernikahan di Indonesia. Seorang Cut Nyak Dien, (yang Insya Allah seorang Syuhada) tentunya melakukan tata cara menutup aurat secara syariah sesuai dengan keadaan yang dimiliki pada zaman tersebut (* menutup aurat dengan kain panjang dan tidak menyerupai laki laki).

  7. eka Pralaga 21/02/2014 at 11:44

    semua kembali pada keimanan masing2…sudah berimankah anda?….jangan mencari kekurangan orang lain diatas kelebihan kita, namun lihatlah apa yang kurang pada diri kita dibalik kelebihan orang lain…seperti kata pepatah semut diseberang lautan kelihatan namun gajah dipelupuk mata tidak terlihat…nabrak lah brooowww….

  8. eka Pralaga 21/02/2014 at 11:44

    semua kembali pada keimanan masing2…sudah berimankah anda?….jangan mencari kekurangan orang lain diatas kelebihan kita, namun lihatlah apa yang kurang pada diri kita dibalik kelebihan orang lain…seperti kata pepatah semut diseberang lautan kelihatan namun gajah dipelupuk mata tidak terlihat…nabrak lah brooowww….

  9. Isni wardaton 21/02/2014 at 11:29

    Ulasannya rapi bang, setuju dg paragraf penutup. :)

  10. Isni wardaton 21/02/2014 at 11:29

    Ulasannya rapi bang, setuju dg paragraf penutup. :)

  11. Uda Joe 21/02/2014 at 11:06

    Nice article…love to read it…I hope you can write another interesting article :)

  12. Uda Joe 21/02/2014 at 11:06

    Nice article…love to read it…I hope you can write another interesting article :)

  13. fathur 21/02/2014 at 10:21

    coba lihat foto Cut Nyak Dien setelah tertangkap ini, itu rambut apa kerudung. Sepertinya, dari berbagai foto kuno, perempuan muslimah indonesia dahulu berkerudung bukan memakai ‘jilbab’ sperti yg dikenal sekarang ini. http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/5f/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Groepsportret_met_Cut_Nyak_Dhien_de_vrouw_van_Teuku_Umar_na_haar_gevangenneming_TMnr_10018822.jpg

  14. fathur 21/02/2014 at 10:21

    coba lihat foto Cut Nyak Dien setelah tertangkap ini, itu rambut apa kerudung. Sepertinya, dari berbagai foto kuno, perempuan muslimah indonesia dahulu berkerudung bukan memakai ‘jilbab’ sperti yg dikenal sekarang ini. http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/5f/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Groepsportret_met_Cut_Nyak_Dhien_de_vrouw_van_Teuku_Umar_na_haar_gevangenneming_TMnr_10018822.jpg

  15. d2pren 21/02/2014 at 09:37

    Pemikiran yang hebat! Orang yang selalu mencari celah dengan pembenaran mereka sendiri adalah orang bodoh yang membodohi diri sendiri

  16. d2pren 21/02/2014 at 09:37

    Pemikiran yang hebat! Orang yang selalu mencari celah dengan pembenaran mereka sendiri adalah orang bodoh yang membodohi diri sendiri

  17. Nazri Z 21/02/2014 at 09:32

    Ka rame that, mumang bak ta komen.

    inti jih, yang peugah cut nyak din hana pake jilbab awak bangai, sok tau.
    lage ta deungoe ureung peugah na eungkot takot keu ie. nyan ka bit bagai.
    meu bukti, tanyoeng bak awak semedang. hafizah toeh yang hana tob aurat?

  18. Nazri Z 21/02/2014 at 09:32

    Ka rame that, mumang bak ta komen.

    inti jih, yang peugah cut nyak din hana pake jilbab awak bangai, sok tau.
    lage ta deungoe ureung peugah na eungkot takot keu ie. nyan ka bit bagai.
    meu bukti, tanyoeng bak awak semedang. hafizah toeh yang hana tob aurat?

  19. endro 21/02/2014 at 09:12

    ending tulisannya bener bnget..terlalu jahat judul diatas dan minta ditabok tu orng yg membandingkan cut nyak dhien dng perempuan yg katanya “mewakili Aceh” diajang yahudi tersebut..

  20. endro 21/02/2014 at 09:12

    ending tulisannya bener bnget..terlalu jahat judul diatas dan minta ditabok tu orng yg membandingkan cut nyak dhien dng perempuan yg katanya “mewakili Aceh” diajang yahudi tersebut..

  21. depit 21/02/2014 at 08:36

    Jikalau beliau masih ada kekurangan, rasa2nya kok kemuliaan akhlak beliau sudah menutupinya…

  22. depit 21/02/2014 at 08:36

    Jikalau beliau masih ada kekurangan, rasa2nya kok kemuliaan akhlak beliau sudah menutupinya…

  23. Khafifa 21/02/2014 at 08:26

    Setuju bgt sama isi bahasan nya!! :) al Quran dan as sunnah sudah ada sejak Nabi Muhammad menjadi seorang Rasul. Klo ibu Cut Nyak Dien rela membela agama nya dengan tuntunan Quran dan sunnah, pasti beliau pun akan mengerjakan amalan2 diri sebelum ke tuntutan besar urusan perang2an.

  24. Khafifa 21/02/2014 at 08:26

    Setuju bgt sama isi bahasan nya!! :) al Quran dan as sunnah sudah ada sejak Nabi Muhammad menjadi seorang Rasul. Klo ibu Cut Nyak Dien rela membela agama nya dengan tuntunan Quran dan sunnah, pasti beliau pun akan mengerjakan amalan2 diri sebelum ke tuntutan besar urusan perang2an.

  25. teuku muhd rizal 21/02/2014 at 08:24

    WARNING!!
    Pemerintah Nanggroe Aceh seharusnya melarang putra/putrinya ikut acara PAMER AURAT yg gitu-gituan,, Sudah jelas kalo itu adalah acara sponsornya Nonmuslim/kafir tapi masih juga ikut-ikutan kesitu. Walaupun pd acara Miss itu di berikan kebebasan berjilbab bg putri Aceh,tapi secara tak sadar kita sudah mendukung acara_bajingaN tersebut terselenggarakan..!! CAMKAN ITU BAIK-BAIK..!!!

  26. teuku muhd rizal 21/02/2014 at 08:24

    WARNING!!
    Pemerintah Nanggroe Aceh seharusnya melarang putra/putrinya ikut acara PAMER AURAT yg gitu-gituan,, Sudah jelas kalo itu adalah acara sponsornya Nonmuslim/kafir tapi masih juga ikut-ikutan kesitu. Walaupun pd acara Miss itu di berikan kebebasan berjilbab bg putri Aceh,tapi secara tak sadar kita sudah mendukung acara_bajingaN tersebut terselenggarakan..!! CAMKAN ITU BAIK-BAIK..!!!

  27. Lems Marshal 21/02/2014 at 07:49

    Koq mesti.Cut Nyak Dien aja yang di bahas disini. Yang lain kan ada.

  28. Lems Marshal 21/02/2014 at 07:49

    Koq mesti.Cut Nyak Dien aja yang di bahas disini. Yang lain kan ada.

  29. mey 21/02/2014 at 07:15

    Artikel yg bagus.
    Sgt dsygkn mmg mnyaksikn finalis dr aceh dg busana ‘barat’ nya. Miris rasa’y.. Rasa’y tdk smua org aceh suka n mrasa terwakili oleh finalis tsb. Bukti’y temen2 saya yg org aceh..mlm itu status d bbm’y pd berkomentar mmprtnyakan knpa diajang tsb tak bjilba.pdhal bbrp minggu sblum’y…finalis dr aceh yg ikut ajang putri indonesia tetep anggun dg jilbab’y. Org akan langsung mliirik krn pnampilan’y yg brbeda..walopun dia menang/tidak. Tp knapa malah di ajang brbeda finalis aceh tak brjilbab..apa krn yayasn trsbut dsponsori oleh “sesuatu” maka’y tdk dperbolehkn bjilbab..syg skli klo mmg sprti itu. Sprti mnggadaikn aurat hnya demi kmenangn yg tak abadi.

  30. mey 21/02/2014 at 07:15

    Artikel yg bagus.
    Sgt dsygkn mmg mnyaksikn finalis dr aceh dg busana ‘barat’ nya. Miris rasa’y.. Rasa’y tdk smua org aceh suka n mrasa terwakili oleh finalis tsb. Bukti’y temen2 saya yg org aceh..mlm itu status d bbm’y pd berkomentar mmprtnyakan knpa diajang tsb tak bjilba.pdhal bbrp minggu sblum’y…finalis dr aceh yg ikut ajang putri indonesia tetep anggun dg jilbab’y. Org akan langsung mliirik krn pnampilan’y yg brbeda..walopun dia menang/tidak. Tp knapa malah di ajang brbeda finalis aceh tak brjilbab..apa krn yayasn trsbut dsponsori oleh “sesuatu” maka’y tdk dperbolehkn bjilbab..syg skli klo mmg sprti itu. Sprti mnggadaikn aurat hnya demi kmenangn yg tak abadi.

  31. Aslan Saputra 21/02/2014 at 07:03

    oman.. beda sekali rasa tulisan ini bang.. apalagi sudah dilabeli dengan brand ‘ARIELOGIS’. Sepertinya Ferhatologi akan tersaingi. Btw agak kontroversi ya bang.. buktinya banyak sekali yg komen sepakat dan tidak sepakat. Luar biasa!

    masalah Cut Nyak dien, yg digambar uang itu bukan cutnyakdien bang. Malah mirip wajah orang tanah jawa. Terus, kalo zaman tua cut nyak dien ga pake jilbab memang iya karena dia sudah udzur. Kenapa juga si calon ratu sejagat bawa2 nama CND -_-

    overall keren!

  32. Aslan Saputra 21/02/2014 at 07:03

    oman.. beda sekali rasa tulisan ini bang.. apalagi sudah dilabeli dengan brand ‘ARIELOGIS’. Sepertinya Ferhatologi akan tersaingi. Btw agak kontroversi ya bang.. buktinya banyak sekali yg komen sepakat dan tidak sepakat. Luar biasa!

    masalah Cut Nyak dien, yg digambar uang itu bukan cutnyakdien bang. Malah mirip wajah orang tanah jawa. Terus, kalo zaman tua cut nyak dien ga pake jilbab memang iya karena dia sudah udzur. Kenapa juga si calon ratu sejagat bawa2 nama CND -_-

    overall keren!

  33. Dwi Rahayu Purwanti 21/02/2014 at 06:48

    Awesome! :)

  34. Dwi Rahayu Purwanti 21/02/2014 at 06:48

    Awesome! :)

  35. wahyudi 21/02/2014 at 06:34

    Penjelasan yang cukup rasional dan sesuai dengan kajian islami untuk permasalahan jilbab diatas adlah,penjelasan dari ulama pakar tafsir,dan merupakan direktur pusat studi al quran Prof.Dr.M.Quraish Shihab tentang “Jilbab”.
    Sekilas intisari dri buku pnjelasan beliau tentang jilbab,(mdah2an saya gk salah)
    Pada dasarnya ulama berbeda pendapat tentang batasan aurat. Kta orng indonesia hrus mengerti dahulu pengertian jilbab itu sendiri,krna beda negara beda pengertian tentang jilbab.

    Sprti yg kta ketahui jilbab ini mlai marak digalakkan di indonesia pada tahun 80-90an ke atas
    Jdi hrus dimaklumi jika tahun dibawahny,memang wanita indonesia masih jarang menggunakan jilbab.
    Saya brpendapat,pakaian wanita indonesia dahulu masih lebih baik,karena sudah menutup lekukan tubuh walaupun tidak menutup kepala.

  36. wahyudi 21/02/2014 at 06:34

    Penjelasan yang cukup rasional dan sesuai dengan kajian islami untuk permasalahan jilbab diatas adlah,penjelasan dari ulama pakar tafsir,dan merupakan direktur pusat studi al quran Prof.Dr.M.Quraish Shihab tentang “Jilbab”.
    Sekilas intisari dri buku pnjelasan beliau tentang jilbab,(mdah2an saya gk salah)
    Pada dasarnya ulama berbeda pendapat tentang batasan aurat. Kta orng indonesia hrus mengerti dahulu pengertian jilbab itu sendiri,krna beda negara beda pengertian tentang jilbab.

    Sprti yg kta ketahui jilbab ini mlai marak digalakkan di indonesia pada tahun 80-90an ke atas
    Jdi hrus dimaklumi jika tahun dibawahny,memang wanita indonesia masih jarang menggunakan jilbab.
    Saya brpendapat,pakaian wanita indonesia dahulu masih lebih baik,karena sudah menutup lekukan tubuh walaupun tidak menutup kepala.

  37. masdar 20/02/2014 at 21:07

    jilbab masa cutnyak din, mungkin ya baju longgar tak membentuk badan serta selendang yang kadang jatuh di badan..saya kiri dalam tradisi melayu ya baju kurung…karena sebelum islam ada di aceh dan temapt alin di nusantara,,pakaian wanita cnederung lebih terbuka , dalam tradisi hindu malah biasa wanita tak menutup sebagian tubuhnya..

  38. masdar 20/02/2014 at 21:07

    jilbab masa cutnyak din, mungkin ya baju longgar tak membentuk badan serta selendang yang kadang jatuh di badan..saya kiri dalam tradisi melayu ya baju kurung…karena sebelum islam ada di aceh dan temapt alin di nusantara,,pakaian wanita cnederung lebih terbuka , dalam tradisi hindu malah biasa wanita tak menutup sebagian tubuhnya..

  39. Mihalul Abrar 20/02/2014 at 18:39

    Salam.
    Postingannya luar biasa.
    cut bang arielkahhari, neu bie idin lon meuguree bak droeneuh,…
    hehehehe.

    Saat sesuatu kejadian membuahkan pro dan kontra, dibenarkan atau disalahkan, di caci maki atau di sanjung, di hujat atau malah dibanggakan. menjadi pembicaraan hangat yang terus berpanjangan tanpa koreksi dan nasihat serta komunikasi dua arah dengan ” yang dimaksud” akan sama saja. no results .

    Saya masih belum berani untuk menghujat atau mencaci maki sebuah keadaan yang sedang pro kontra.
    tapi saya berdo’a dalam hati agar ALLAH memberikan saya Shiratal mustaqim, agar saya berada di jalur yang benar. agar terus dijalur yang benar. agar saya berbuat yang benar. dan orang melihat saya benar, dan orang juga akan mengikuti yang benar. Insya ALLAH.

    Cut bang meutuah, yang membuat postingan tersebut adalah ” adoe geutanyoe, syara geutanyoe” yang ikot acaranyan pih saban. saudara kita, rekan kita, adik kita. jadi, marilah kita mencari jalan terbaik dengan komunikasi dua arah. Memohon sama ALLAH agar kita semua diberikan jalan pikiran yang baik dan benar. Berdoa agar pejabat pemerintah kita tidak buta dalam syariah yang melegalkan penampilan seperti yang terjadi. agar tidak terjadi perhujatan sesama ” kaom “. malee teuh…

    Cut bang, ada banyak hal yang terjadi saat pola pikir yang telah tertanam di benak anak aceh bercampur dengan pola pikir di luar aceh, baik di luar aceh masih dalam indonesia, maupun di luar indonesia. masih sangat banyak rekan kita, termasuk saya ingin berbuat lebih, mengukir prestasi, menancap tonggak sejarah baru mengenai kemenangan dalam bersaing. namun karena pola pikir yang telah bercampur baur dari segala bacaan dan literatur membuat anak aceh harus ” berani ” mengambil keputusan dan sedikit mengenyampingkan pola pikir yang penuh dengan adat, reusam, dan qanun. nah, saat keputusan ini telah terjadi, maka pro kontra lah yang terjadi. meunyoe peugah gure lon, “bek sagai di gata, meukalon boh mamplan dari yup jih mantoeng. bek pih takalon cuma reot ateuh, peo lom cuma reot sampeng. laen rupa…… tapi takaloen beumuslihat. takaloen beu mandum sisi, ta mat, da peu nyuem, mangat ta tu’oh ban boh mamplan nyan.” jadi, masalah bukan hanya di “komentar”. tapi ada hal yang menjadi akar dari permalasahan yang tak kan berujung.saya yakin cut bang sangat paham. bukan mau membenarkan, tapi sedikit memberi pembenaran, yang saya yakin cut bang lebih paham dengan “apabila engkau melihat sebuah kemungkaran, maka cegahlah dengan tanganmu, apabila engkau tak sanggup, maka cegahlah dengan lisanmu, apabila engkau tak sanggup, maka cegahlah dengan hatimu”, saat ini saya sedang memelihara hati agar sanggup mencegahnya dengan hati. karena saya masih banyak kesahalan dalam kepribadian.

    Sedikit curhat, saya termasuk salah satu “aneuk nangroe” yang terguncang batin dalam aqidah, adat, reusam dan “KENYATAAN” serta “PERKEMBANGAN DUNIA” yang ingin mendobrak pola pikir pribadi agar menjadi baik. jadi saya mohon bimbingannya……

    • arielkahhari 20/02/2014 at 18:41

      pakeun jeut terguncang batin aqidah adoe meutuah??

    • arielkahhari 20/02/2014 at 18:41

      pakeun jeut terguncang batin aqidah adoe meutuah??

  40. Mihalul Abrar 20/02/2014 at 18:39

    Salam.
    Postingannya luar biasa.
    cut bang arielkahhari, neu bie idin lon meuguree bak droeneuh,…
    hehehehe.

    Saat sesuatu kejadian membuahkan pro dan kontra, dibenarkan atau disalahkan, di caci maki atau di sanjung, di hujat atau malah dibanggakan. menjadi pembicaraan hangat yang terus berpanjangan tanpa koreksi dan nasihat serta komunikasi dua arah dengan ” yang dimaksud” akan sama saja. no results .

    Saya masih belum berani untuk menghujat atau mencaci maki sebuah keadaan yang sedang pro kontra.
    tapi saya berdo’a dalam hati agar ALLAH memberikan saya Shiratal mustaqim, agar saya berada di jalur yang benar. agar terus dijalur yang benar. agar saya berbuat yang benar. dan orang melihat saya benar, dan orang juga akan mengikuti yang benar. Insya ALLAH.

    Cut bang meutuah, yang membuat postingan tersebut adalah ” adoe geutanyoe, syara geutanyoe” yang ikot acaranyan pih saban. saudara kita, rekan kita, adik kita. jadi, marilah kita mencari jalan terbaik dengan komunikasi dua arah. Memohon sama ALLAH agar kita semua diberikan jalan pikiran yang baik dan benar. Berdoa agar pejabat pemerintah kita tidak buta dalam syariah yang melegalkan penampilan seperti yang terjadi. agar tidak terjadi perhujatan sesama ” kaom “. malee teuh…

    Cut bang, ada banyak hal yang terjadi saat pola pikir yang telah tertanam di benak anak aceh bercampur dengan pola pikir di luar aceh, baik di luar aceh masih dalam indonesia, maupun di luar indonesia. masih sangat banyak rekan kita, termasuk saya ingin berbuat lebih, mengukir prestasi, menancap tonggak sejarah baru mengenai kemenangan dalam bersaing. namun karena pola pikir yang telah bercampur baur dari segala bacaan dan literatur membuat anak aceh harus ” berani ” mengambil keputusan dan sedikit mengenyampingkan pola pikir yang penuh dengan adat, reusam, dan qanun. nah, saat keputusan ini telah terjadi, maka pro kontra lah yang terjadi. meunyoe peugah gure lon, “bek sagai di gata, meukalon boh mamplan dari yup jih mantoeng. bek pih takalon cuma reot ateuh, peo lom cuma reot sampeng. laen rupa…… tapi takaloen beumuslihat. takaloen beu mandum sisi, ta mat, da peu nyuem, mangat ta tu’oh ban boh mamplan nyan.” jadi, masalah bukan hanya di “komentar”. tapi ada hal yang menjadi akar dari permalasahan yang tak kan berujung.saya yakin cut bang sangat paham. bukan mau membenarkan, tapi sedikit memberi pembenaran, yang saya yakin cut bang lebih paham dengan “apabila engkau melihat sebuah kemungkaran, maka cegahlah dengan tanganmu, apabila engkau tak sanggup, maka cegahlah dengan lisanmu, apabila engkau tak sanggup, maka cegahlah dengan hatimu”, saat ini saya sedang memelihara hati agar sanggup mencegahnya dengan hati. karena saya masih banyak kesahalan dalam kepribadian.

    Sedikit curhat, saya termasuk salah satu “aneuk nangroe” yang terguncang batin dalam aqidah, adat, reusam dan “KENYATAAN” serta “PERKEMBANGAN DUNIA” yang ingin mendobrak pola pikir pribadi agar menjadi baik. jadi saya mohon bimbingannya……

  41. Aulia 20/02/2014 at 17:59

    Kalau khusus Aceh soal jilbab sedikit-sedikit pasti mengena ke pahlawan wanita, ini telah menjadi propaganda Aceh pasca-tsunami sepertinya. Terus terisap kuat oleh pikiran yang ingin memudahkan sesuatu khususnya ke kalangan perempuan, lagi-lagi sedikit disentil berujung akan muncul aktivis gender pembelaan ini dan itu. Aceh dimana donya, begitulah!

    • arielkahhari 20/02/2014 at 18:33

      hahah… aceh sexih sekalih :)

      • Aulia 20/02/2014 at 18:35

        Yang namanya seksi pasti bakal sering dilirik kan, manusia memang begitu. Pandai-pandai menjaga pandangan :D

      • Aulia 20/02/2014 at 18:35

        Yang namanya seksi pasti bakal sering dilirik kan, manusia memang begitu. Pandai-pandai menjaga pandangan :D

    • arielkahhari 20/02/2014 at 18:33

      hahah… aceh sexih sekalih :)

  42. Aulia 20/02/2014 at 17:59

    Kalau khusus Aceh soal jilbab sedikit-sedikit pasti mengena ke pahlawan wanita, ini telah menjadi propaganda Aceh pasca-tsunami sepertinya. Terus terisap kuat oleh pikiran yang ingin memudahkan sesuatu khususnya ke kalangan perempuan, lagi-lagi sedikit disentil berujung akan muncul aktivis gender pembelaan ini dan itu. Aceh dimana donya, begitulah!

  43. Yotsuba wm 21/02/2014 at 00:50

    Tulisannya bagus. Hanya ingin menambahkan sedikit. Tahun lalu saya sempat berkunjung ke rumah aceh yang ada di jalan menuju lhok nga. Guide nya bilang kalau gambar Cut Nyak Dien yang asli yang pernah ia lihat itu berjilbab rapi. Saya lupa tempat yg ia sebutkan. Tapi jika ingin ditelusuri dan info lebih jelas bisa ditanyakan pada guide rumah aceh Cut Nyak Dien tersebut…^_^

  44. Yotsuba wm 21/02/2014 at 00:50

    Tulisannya bagus. Hanya ingin menambahkan sedikit. Tahun lalu saya sempat berkunjung ke rumah aceh yang ada di jalan menuju lhok nga. Guide nya bilang kalau gambar Cut Nyak Dien yang asli yang pernah ia lihat itu berjilbab rapi. Saya lupa tempat yg ia sebutkan. Tapi jika ingin ditelusuri dan info lebih jelas bisa ditanyakan pada guide rumah aceh Cut Nyak Dien tersebut…^_^

  45. teuku muhd rizal 21/02/2014 at 00:48

    Saya akan mengutip pendapat dari ArielKahhari dlm artikel di atas: “Tapi saya yakin persoalan menutup aurat adalah perkara kecil baginya. Bukan karena kecil lantas diabaikan. Tapi kecil karena ada urusan yang lebih besar yang harus dikerjakan”. MENURUT SAYA,, Pendapat anda ini secara tdk langsung sudah menuduh bahwa CUT NYAK itu tidak memandang pakai kerudung itu sebagai perkara yg sangat penting..!! KATA2 ANDA ITU CUKUP BERBAHAYA KAWAN!!!

  46. teuku muhd rizal 21/02/2014 at 00:48

    Saya akan mengutip pendapat dari ArielKahhari dlm artikel di atas: “Tapi saya yakin persoalan menutup aurat adalah perkara kecil baginya. Bukan karena kecil lantas diabaikan. Tapi kecil karena ada urusan yang lebih besar yang harus dikerjakan”. MENURUT SAYA,, Pendapat anda ini secara tdk langsung sudah menuduh bahwa CUT NYAK itu tidak memandang pakai kerudung itu sebagai perkara yg sangat penting..!! KATA2 ANDA ITU CUKUP BERBAHAYA KAWAN!!!

  47. Backpacker cilet-cilet 21/02/2014 at 00:36

    Terlepas dari pokok pembasahannya, aku sukak kali gaya penulisan qe, Bang. Kerrrreeeeen. Jadi kapan aku bisa jadi presenter di tempat qe kerja, Bang?

  48. Backpacker cilet-cilet 21/02/2014 at 00:36

    Terlepas dari pokok pembasahannya, aku sukak kali gaya penulisan qe, Bang. Kerrrreeeeen. Jadi kapan aku bisa jadi presenter di tempat qe kerja, Bang?

  49. ssujono 20/02/2014 at 17:12

    Reblogged this on Muqaddimah.

  50. ssujono 20/02/2014 at 17:12

    Reblogged this on Muqaddimah.

Leave A Response