Monday 15th October 2018,
Arielogis

Cut Nyak Dien Saja Tidak Berjilbab

Ariel Kahhari 20/02/2014 Suara Langit 159 Comments
Cut Nyak Dien Saja Tidak Berjilbab
Cut Nyak Dien dalam lembaran Rp.10.000,-

Cut Nyak Dien dalam lembaran Rp.10.000,-

Entah sejak kapan judul di atas menjadi ungkapan yang ngetrend di Aceh. Tetapi sejak lama saya sudah dan cukup sering mendengar petikan kalimat tersebut.

Terakhir, ketika seseorang membela “perwakilan” Aceh yang mengikuti ajang Ratu Sejagad. Dalam wall facebooknya pemilik akun mengucapkan selamat karena rekannya tersebut berhasil menembus tujuh besar meski gagal meraih selempang kemenangan. Keikutsertaannya berakhir dengan kontoversi. Pada malam puncak, finalis tersebut tidak mengenakan kerudung lazimnya perempuan di Aceh bahkan tampil dengan pakaian terbuka.

Diskusi hangat pun meluncur. Banyak yang memuji dan memberikan dukungan namun banyak pula yang menghujat serta menyayangkan keputusan finalis tersebut.

“Kenapa masalah banget sama jilbab?? Cut nyak dhien kan juga ga berjilbab perasaan aku. Belum tentu kita jauh lebih baik dari orang yg sedang kita hujat sekarang” Tanggapan pemilik akun menjawab kritikan sejumlah komentator.

Agak menggelitik memang tentang ungkapan Cut Nyak Dien tidak berjilbab. Kalimat tersebut seakan menjadi pembenaran jika Cut Nyak tidak berjilbab maka sah sah saja jika pada era modern seperti sekarang ini, perempuan Aceh juga tidak menutup aurat.

Lalu benarkah Cut Nyak tidak menutup aurat?

Jika membaca literatur yang ada, sulit sekali menemukan potongan kalimat yang menegaskan apakah Cut Nyak berjilbab [menutup aurat] atau tidak. Foto dan gambar yang ada malah menunjukkan sosok Cut Nyak Dien tanpa penutup kepala. Cut Nyak digambarkan sebagai sosok perempuan berkonde. Bahkan Foto milik Belanda juga menampilkan sosok Cut Nyak Dien yang tua renta, tertunduk dengan rambut putih yang tidak sempat disisir. Namun dalam foto itu pula Cut Nyak berselimut selendang [ija sawak] panjang yang menutupi tubuh nya yang mulai ringkih. Berkembang kabar  foto tersebut memang sengaja diambil oleh Belanda untuk menurunkan marwah Cut Nyak Dien.

cut3 (1)

Hingga kini belum ada foto atau gambar yang menampilkan wajah Cut Nyak Dien dikala muda. Namun dari banyak tulisan dan catatan yang ada, Cut Nyak dikenal sebagai sosok pejuang yang rela mati membela agama nya. Bahkan semangat Jihadnya tersebut tidak saja menyelimuti dirinya namun juga mampu ditransfer kepada para pejuang lain. Tidak ada yang memungkiri semangat jihad Cut Nyak Dien.

Bahkan Buya Hamka saja pernah menunujukkan kekagumannya atas keteguhan Cut Nyak Dien.

Pikirkanlah dengan dalam..! Betapa jauh perbedaan latar belakang wanita Aceh 358 tahun yang lalu itu dengan perjuangan wanita zaman sekarang.

Mereka itu didorong oleh semangat jihad dan syahid karena ingin menegakkan agama Allah dengan kaum laki-laki, jauh daripada arti yang dapat kita ambil dari gerakan emansipasi wanita atau feminisme zaman modern sekarang ini.

Christine Hakim pemeran Cut Nyak Dien pernah mengaku jika dirinya membutuhkan waktu panjang untuk memahami dan mengenal sosok Cut Nyak. Bukan perkara mudah memerankan pejuang seperti Cut Nyak. Sosok yang kewibawaan dan ketaatannya kepada Tuhan begitu besar.

Dalam film tersebut digambarkan bagaimana Cut Nyak Dien menyerbu pasukan Kaphee Penjajah dengan gagah berani. Sekali lagi dia adalah perempuan! Tidak ada guratan ketakutan dari wajahnya. Yang ada penjajahlah yang takut dengan semangat Cut Nyak Dien hingga akhirnya ia harus dibuang ke luar Aceh.

poster film Cut Nyak Dien (http://wartaaceh.com/

poster film Cut Nyak Dien (http://wartaaceh.com/

Ketika diasingkan ke Sumedang Jawa Barat pada tanggal 11 Desember 1906, Cut Nyak Dien dirawat oleh K.H sanusi. Beliau adalah seorang ulama Masjid Agung Sumedang yang memperoleh gelar penghulu. Penunjukkan K.H Sanusi sebagai orang yang merawat Cut Nyak dilakukan langsung oleh Bupati Sumedang kala itu, yakni pangeran Aria Suria Atmaja.

Setelah wafatnya K. H Sanusi pada tahun 1907, Cut Nyak Dien dirawat H. Husna dan Siti Khodijah yang merupakan anak dan cucu K.H Sanusi. Hanya dengan merekalah Cut Nyak Dien berkomunikasi. Bahasa yang digunakan pun bahasa Arab, karena Cut Nyak Dien tidak bisa berbahasa masyarakat Sumedang begitu pula sebaliknya.

Selain dikenal fasih berbahasa Arab, Cut Nyak Dien juga memiliki pemahaman keislaman yang baik. Meski kala itu Cut Nyak Dien tidak mampu melihat, namun dirinya masih tetap mengajar Al Quran kepada Ibu Ibu warga Sumedang. Sehingga Cut Nyak Dien mendapat julukan ibu perbu atau Ibu Ratu. Sementara warga setempat menyebutnya sebagai Ibu Suci.

Lantas jika seseorang yang sudah tidak mampu melihat tapi masih bisa mengajar Alquran untuk orang lain, bukankah dia seorang Hafidzah alias penghafal Quran?

Setali tiga uang dengan Buya Hamka, saya juga turut mempertanyakan, mungkinkah seorang mujahidah dan penghafal Alquran seperti Cut Nyak Dien masih berdebat dan mempersoalkan pasal menutup aurat? Bukankah itu menjadi topik kecil dalam jalan hidupnya disaat dirinya malah rela diterjang peluru kaphee Belanda. Dan wajarkah jika pejuang mulia sekaliber Cut Nyak Dien disandingkan dengan finalis pencari selempang atau mereka yang enggan menutup auratnya?

Kalaupun benar Cut Nyak memang tidak menutup aurat, Kenapa malah dia yang harus menjadi rujukan? Bukankah rujukan terbaik itu adalah Al-Quran? Tapi saya yakin persoalan menutup aurat adalah perkara kecil baginya. Bukan karena kecil lantas diabaikan. Tapi kecil karena ada urusan yang lebih besar yang harus dikerjakan.

Malu rasanya jika kita tidak bisa berdiri sebanding dengan nya tapi mencoba melakukan pembenaran dengan mengatakan “Cut Nyak Dien saja tidak berjilbab”. Kalimat sampah yang diucapkan agar kita dapat melenggang karena nafsu dan kebodohan.







Like this Article? Share it!

About The Author

TV Jurnalis, New Anchor, Ayah dua anak, Dosen, Alumni Unsyiah dan UGM Yogya.

159 Comments

  1. rafiqi 28/02/2014 at 22:36

    izin share syedara !

  2. hello kitty 27/02/2014 at 18:11

    Islam itu indah. Islam mengajarkan tentang kaidah dan faedah. Islam mengajurkan setiap seorang wanita muslim yang sudah baligh utk mengenakan jilbab (tutup aurat) itu wajib, perintah itu jelas ada. Terlepas wanita itu bagaimana akhlaknya, namun kewajiban berjilbab itu harus. Yang berjilbab aja belum tentu baik, tp apa non jilbab itu lebih baik?? Yang blm berjilbab, smga lekas diberikan hidayah oleh Allah, amiin…

  3. dWi (@Ki_seKi) 27/02/2014 at 16:17

    Ulasannya detail, bagus bgt. Mulanya susah untuk memutuskan untuk berjilbab, lambat laun tersadar dari ayat yang kutemui di alquran *eh kok curcol hihihi

    • arielkahhari 27/02/2014 at 16:19

      wah selamat berhijab… semoga senantiasa di cintai Allah :)

  4. varseys 27/02/2014 at 11:29

    Duuh, banyak bgt komennya..jd males baca semua..hehe
    ttg cut nyak dien, wallahualam.. Betapa diri ini sgt krg tau ttg ilmu Allah, jg krg dlm memahami apalagi melaksanakan.. Emg g bsa menafsirkan sendiri, terlebih dlm hal aplikasi.. Bth bgt ada yg ngasi penjelasan dan mutusin perkara..
    Akan selalu ada seribu alasan tuk tidak menjalankan perintah Allah, blm lg hasutan setan, hehe.. Tp kyanya selamat di akhirat itu lbh menjanjikan kebahagian sejati.. Ya uda, berusaha tunaikan aja sesuai pemahaman, mga kan mengundang ridzqi ilmu, pemahaman n hidayah n bimbingan Allah menuju ke jln yg benar, jalan yg selamat.. Amiin

  5. ken 27/02/2014 at 10:48

    apapun itu,setidaknya CUT nyak Dien gak bisa dan gak level dibandingkan dengan Qory Sandriova yang lepas jilbab itu.dari pengetahuan saja sudah gak level apalagi dari segi nasionalisme. membela martabat aceh saja sudah gak bisa gimana mau membela martabat bangsa. lupakan pertanyaan apakah CUt Nyak Dien berjilbab atau tidak karena kita tidak punya referensi validnya.mari kita bahas kekininian.aceh sekarang adalah aceh yang punya qonum sendiri yang harus dihormati oleh Indonesia dan dunia secara luas dan masyarakat Aceh sendiri secara khusus.gak usah bawa-bawa CUt Nyak Dien.karena kalau kita berbicara tentang dia yang tidak ada pengetahuan kita tentang dia alias kita hanya menduga maka itu termasuk dalam kategori menfitnah dia.so,kalau mau membahas hukum agama maka baca dan pahamilah sumbernya yakni Al-Quran dan sunnah RAsul Muhammad.gak usah kesalahan orang lain dijadikan pembenaran untuk kesalahan yang kalian perbuat.

    • arielkahhari 27/02/2014 at 10:50

      iya tulisan saya juga senada dengan maksud anda.. terimakasih sudah berkunjung :)

  6. fajri candra elbarca 27/02/2014 at 10:42

    Hadooh Org gk pake jilbab kok menjual nama cut dhien , hahaa aneh bget

  7. fajri candra elbarca 27/02/2014 at 10:41

    Hadooh Org gk pake jilbab kok menjual nama cut dhien , hahaa aneh

  8. budi 27/02/2014 at 00:20
  9. Aneh2 aja cara pembelaan yg ingin sprti k*f*r [sensor], membanding2 kan…!!!!!
  • 164N si darah acjeh 26/02/2014 at 22:45

    Smga lbik baik dr sblm nya..aminnnnn

  • 164N si darah acjeh 26/02/2014 at 22:42

    Aslmkm..sy trtarik dengan isi web anda.tp sy punya saran.knp sblm anda postg jdl/isi nya sbaik anda liat dl dan bc dl ap sdh siap di psting..jgn smpai dgn jdl /isi wep anda bs jdi tmpat prmslhn /mngndg prmsuhan…ad 2 jdl yg sy liat mnympg dgn isi nya..
    1.kt melarang org nikah sm ank aceh tp ad pjian di isi nya.
    2.tntg jilbab..knp hrs tntg jlbab yg plg utma jdl nya..apkh ank aceh ini hrs bka jlbb smua agr sama kyk cut nyak dhin..kan itu jd inti nya..
    Pdhl itkan msih jman purba kala ssah ddptkn pkain sprti skrg ini…mn tau sblm cut nyak din lahir mnsia ni ttp aurat nya dgn kult kayu dmi mnjga aurt n martabat seorg wnita..sy rasa jdl anda sngat bda dngn isi nya..

  • jac 26/02/2014 at 21:24

    Opini cerdas dilandasi dg pemahaman agama dan pengetahuan umum yg luas, disajikan dalam rangkaian kata yg menarik… Saya suka artikel2 anda !!! :)

    Semoga Allah terus meridhoi Anda.

  • Tgk. Qamar 26/02/2014 at 09:14

    Dan katakanlah kepada perempuan yang
    beriman, agar mereka menjaga pandangannya,
    dan memelihara kemaluannya, dan janganlah
    menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali
    yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka
    menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan
    janganlah menampakkan perhiasannya
    (auratnya), kecuali kepada suami mereka dan
    ….” (QS. An-Nur : 31)

    barang siapa yg mengingkari apa yg telah di wajibkan oleh Allah maka dia akan murtad

  • אנדרי אכמל 26/02/2014 at 02:33

    Dalam foto terlihat cut nyak dien telah tua sekali, dan orang tua yang sudah tidak mempunyai hasrat lagi untuk menikah dalam Islam dibolehkan baginya untuk tidak berjilbab namun jika dia berjilbab itu lebih baik, dalilnya QS. An-Nur ayat 60.

  • fadhli 25/02/2014 at 21:04

    halo broe, sedikit banyak saya telah membaca tulisan-tulisan anda di blog ini, sebagai warga pribumi aceh, saya menyarankan anda tuk mengupas tentang dara-dara aceh yg nongrong di warung kopi hingga larut malam. karena hal ini menjadi salah satu fenomena yg menarik di aceh.
    terima kasih sebelumnya

  • faisal 25/02/2014 at 16:58

    nyan tergantung pada dri kita sendiri,yang menentang wajibnya jilbab, maka ia kafir dan murtad…,jgan jdi kan jelbab sebagai pilihan karna takut polisi syariah…jdikan jelbab sebagai kewajiban menutup aurat selayaknya inong muslimah

  • Riska yanti 25/02/2014 at 16:11

    Sipp,,, mantap ceritanya

  • Ayumten 25/02/2014 at 15:26

    Pembahasan yang cukup menggigit. Simpel, rapi dan tepat sasaran.
    Keep on writing!

  • rhama dhani 25/02/2014 at 09:57

    ya kalau wanita berpendapat “kalau cut nyak dien saja tidak berjilbab kenapa sekarang wanita di aceh disuruh berjilbab”.silahkan dengan pendapat seperti itu tapi tahukah kamu saudari ku cut nyak dien dulu nya ikut berjuang dan berperang membela negara dan agama…apakah kau sanggup berjuang seperti cut nyak dien????????kalau kamu sanggup silahkan ikuti semua yang di lakukan cut nyak dien mulai dari pakaiannyaa………jangan pernah pakai jilbab,sekarang kita sudah hidup jauh lebih enak dari sebelum mereka tapi kita mampu dan malas berbuat yang terbaik buat diri kita sendiriii……..coba pikir baik-baik dan tanya hati muuu

  • Rifhani Atthaya Putri 24/02/2014 at 21:32

    Apa aceh masih bersyariat islam? Apa sabang masih dalam wilayah aceh? Okelah turis internasional tidak menutup aurat. Turis lokal yang beragama islam? Mereka masih enggan utk memakai jilbab di sabang, jangankan jilbab, mereka pun berani untuk berbikini di sana. Yang salah turis atau masyarakat setempat?

  • tempat wisata 24/02/2014 at 18:38

    Landasan kita, umat Islam, ya Quran dan Hadits. Kalo tokoh, agama, nasionalis, apapun itu, ambil baik2nya saja. Termasuk beliau, sang pahlawan wanita Cut Nyak Dien yg ketaatannya kpd agama, bangsa dsb tak diragukan.

    Daripada mendebat pake hijab ato gak, sedang Allah Maha Adil, Maha Tahu, kita teladani saja kesungguhannya membela tanah air, dll, selebihnya, mari belajar lg ilmu2 lain. :D

  • Nunung Nurbaeti 24/02/2014 at 11:27

    Tulisan yang sangat bagus, cerdas, semoga bisa mencerahkan pikiran para wanita ( khususnya muslimah) mengenai kewajiban menutup aurat,dan memahami jilbab bukan hanya sebagai fashion tapi sebagaimana tuntunan asalnya dari AlQuran

  • Baladen 24/02/2014 at 08:14

    Nice post, Mas. Cut nyak dien tetap manusia biasa, punya kekurangan juga kelebihan. Tiru lah semangat juangnya, bukan yang lain. Untuk beragama, patokan kita tetap Qur’an dan Hadist.

  • ibansaldasafwan@yahoo.com 23/02/2014 at 20:13

    Apabila manusia dijadikan ukuran dan standar untuk urusan menutup aurat, saya kira tidak tepat. Mau orang Aceh ataupun orang Mekkah sekalipun. Tapi jadikan Al-Quran dan Hadits sebagai sandaran. Menggunakan manusia dalam hal ini cut nyak dien, tentu akan bias. Untuk urusan menutup aurat, meskipun saya orang Aceh, saya tidak menjadikan Cut Nyak Dien sebagai tempat sandaran, dia bukan ulama tapi pejuang.

  • b4yu 23/02/2014 at 19:05

    Lakum di nukum waliyadin..gak ush usil ngurusin urusan org..mw dia berjilbab atw gak..itu urusan org..so masbulloh..masalah buat loh

  • soni 23/02/2014 at 10:58

    Artikel yang sangat baik sekali, semoga bisa menjadi renungan..

  • pipi 23/02/2014 at 08:23

    Pakeun na koment yg tebalik ngon artikel …

    Smoga Allah mudahkan kebaikkan dan bertambah Ilmu bagi yang menjawab nyeleneh soal menutup aurat , karena kematian itu pasti …. karena kematian itu dekat … gak bisa bilang lagi kalau “saya ikut gaya cut nya’dien”
    karena Rosulullah sebagai pedoman tata cara hidup didunia agar selamat di akherat
    barokallahu fiik ….

    jazakallahu khair artikelnya …

  • yantiherlanti 23/02/2014 at 07:16

    logika yg hebat…..#nice
    semoga wanita yg mencari dalil demi hawa nafsunya sadar…

  • pengemishikmah 22/02/2014 at 15:35

    Saya setuju dengn tulisan ini, tulisan yang bagus, analisis yg cerdas, kritikan saya cuma di judul yang kontradiktif dengan isi, awalnya pikiran saya lgsung mengarah bahwa isinya akan mengatakan bahwa cut nyak dhien tidak berhijab, dan terkesan menggiring opini pembaca untuk membenarkan judul diatas. Jika memang penulis ingin membantah asumsi orang tentang tidak berjilbabnya beliau, sebaiknya menggunakan tanda petik (“), “CUT NYAK DIEN SAJA TIDAK BERJILBAB”. tentu makna judul yang diinginkan akan berbeda dari yg diatas. Wallahu’alam. :)

  • Indra jmz 22/02/2014 at 11:50

    Artikelnya bagus
    Tapu tidak semua komentar disini paham dengan apa yang anda ingin coba sampaikan.
    Rupanya pemahaman kita umumnya masih rendah. Harusnya membaca artikel itu diresapi dulu dalam2.

    Mungkin seperti ini yang membuat bamgsa kita akhir2 ini mudah diadu domba lagi. Devidr et impera. Karena malas membaca dan berpikir. Maunya pakai otot saja.

    Untuk cut nyak dien, beliau adalah salah seorang pahlawan yg juga saya kagumi. Saking saya kagumi, sampai tidak pernah terpikir masalah jilbab itu, karena toh mungkin bukti sejarah yang kurang (selama ini jg kita cuman dapet lukisan Dan fotonya yang sudah Tua)

    Saya yakin dengan mental beliau yang luar biasa, permasalahan jilbab itu hanya masalah informasi. Kemungkinannya adalah kalau tidak /belum menerima aturan tsb kala itu, atau bisa juga penggambaran beliau di masa kini adalah penggambaran beliau ketika muda. Atau bisa juga karena keperluan tertentu sehingga beliau saat digambarkan tdk berhijab.

    Apapun itu, jangan dijadikan alasan pembenaran kita karena, kalau mau membandingkan jangam sebagian saja, tapi keseluruhan pribadinya. sudah layak kah kita dibandingkan dengan perjuangan beliau

  • serba4ilmu 22/02/2014 at 08:35

    Tulisannya bagus sekali mas. analogi dibalas analogi, sungguh ngena entah itu yang sudah ihsan maupun yang belum. ditunggu tulisan lainnya mas :)

  • Gak Usah Jauh Jauh 22/02/2014 at 07:58

    Komentar kok jauh2 banget dari isinya. Maksud si penulis (Cmiiw) bukan menjadikan Cut Nyak sebagai rujukan jilbab. Tapi lebih mengomentari wanita2 jaman sekarang yang belum mau berhijab dengan alasan nyeleneh “Cut Nyak dhien aja tidak berjilbab”. Bukan maksud penulis menjadikan Cut Nyak sbgai tokoh yang harus ditiru 100% dalam berhijab (soalnya kan kita juga tau apakah Cut Nyak berhijab atau hanya menggunakan selendang/ija sawak saja). Kenapa jadi harus seakan2 komentator disini seperti komen berdasarkan emosi aja. Penulis pun saya rasa tdk meng-compare Cut Nyak dengan Nabi apalagi dgn Al-Qur’an. Lalu kenapa harus jauh2 dan dibuat seakan2 Cut Nyak ini bukan tokoh wanita yang baik untuk ditiru dan mengatakan kalo Cut Nyak dicompare dengan Alqur’an dan hadist?

    Semangat dan kecerdasan beliau ga ada salahnya lho ditiru. Knp masalah hijab didebatkan? Kenapa g liat dari sisi positif yang lain? Terlepas dari itu fyi aja nih, Tokoh Wanita Aceh Cut Nyak Dhien ini masuk katagori the most incredible moslem women in the world, artinya dunia saja mengakui Cut Nyak adalah tokoh wanita Islam yg pada jamannya memiliki pengaruh besar. Terang saja soalnya perang Aceh adalah perang terlama periodenya (30 tahun).
    Jadi saya rasa ambil saja positifnya, toh kita2 yang hidup dijaman begitu canggih, mau lihat translate Al-Qur’an aja tinggal buka hp dan ga perlu belajar bahasa arab, apakah sudah mengikuti perintah2 ALQur’an? minimal 10% aja lah, pdahal translate-an udah ada, tinggal baca dan pahami…kalo mau dicompare, comparelah kita dengan pejuang2 agama dan kemerdekaan jaman dahulu. Sepertinya mereka lebih baik dari kita. Gitu aja kali ya..

  • bismi 22/02/2014 at 11:49

    bereh dan jroh artikel nyo.
    ———
    Jadi ternyata yg ikut ajang2 itu gak cukup smart untuk skedar memahami hal seperti ini.

  • doddy 22/02/2014 at 10:57

    sebenarnya itu adalah kalimat yang pantas dilontarkan wanita yang mengaku islam tapi tidak siap menjalankan agama islam, lebih ke arah fasik sebenarnya. Otaknya sudah tercuci oleh pemikiran liberal

  • Tunis 22/02/2014 at 09:41

    cut nyak dhien emang gak pake jilbab, tapi pake ija toep ulee… yang menggambar cut nyak di peng siploh ribee tanpa jilbab kan mereka, mereka yang tak pernah melihat cut nya aslinya…

  • pritikiew 22/02/2014 at 07:29

    kenapa ga sekalian, ”itu paman nabi Muhammad kafir”.

    • jac 26/02/2014 at 20:48

      Cerdas dan mengena !!! :D

  • Hari 22/02/2014 at 06:55

    Luar bisa.. Saking inginnya menjadi “diri tak brkitabsuci” orang brkata skehendaknya! Tak lagi adakah kyakinan akan Al-Quran sbg ptunjuk? Sadarkah ktika kata itu trucap, ssungguhnya ia menjadi “nifak” y dlm bntuk masdarnya “munafik”? Mengaku iman islam, tpi menolak ajarannya meski dg cr halus? Subhaanallah.. Smga kita dapat hikmah dari smua alur khdpn.. Amin..

  • Gareeh Mirah 21/02/2014 at 23:12

    sebenarnya memakai kerudung ( jelbah ) itu kan Perintah ALLAH, khusus bagi penganut agama Islam , Bukan Dari CUT NYAK DHIEN, kok kita harus berpedoman pada cut nyak dhien, dan itu kembali ke Al Qur’an dan Hadist…tapi kalau kita liat zman sekarang kebanyakan wanita bertelanjang dada dan pamerkan rambutnya. jadi kalau wanita memakai jelbab seolah – olah masih dia msih sngat kampungan,

  • dr.Deva 21/02/2014 at 22:20

    Landasan kita, umat Islam, ya Quran dan Hadits. Kalo tokoh, agama, nasionalis, apapun itu, ambil baik2nya saja. Termasuk beliau, sang pahlawan wanita Cut Nyak Dien yg ketaatannya kpd agama, bangsa dsb tak diragukan. Daripada mendebat pake hijab ato gak, sedang Allah Maha Adil, Maha Tahu, kita teladani saja kesungguhannya membela tanah air, dll, selebihnya, mari belajar lg ilmu2 lain,

  • din 21/02/2014 at 21:46

    jika cut nya din telanjang apa masyarakat aceh juga harus di benarkan telanjang?

    • by_a 23/02/2014 at 14:44

      komentar cerdas…………..

    • irchas 26/02/2014 at 12:57

      komentar yang gak perlu!!!!!!!!!!

  • nita 21/02/2014 at 21:06

    Berjilbab atau tdk itu tdk bisa dijadikan dasar kita utk menghakimi akhlak seseorang baik atau buruk. Setiap orang punya pilihannya masing2. Apabila wanita tsb punya prestasi yg mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia, knp harus dipermasalahkan dia berjilbab atau tidak?

    • jac 26/02/2014 at 21:06

      Wanita berjilbab belum tentu akhlakna baik, apalagi yg gak berjilbab… :D

      Menutup aurat itu perintah Allah mbak, kalau mentaati perintah Tuhan saja ga bisa, mengharumkan nama Indonesia di mata siapa?
      Ngaji lg deh…semoga dpt hidayah :)

    • Azwar 28/02/2014 at 14:37

      وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَائِهِنَّ أَوْ ءَابَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

      “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”[al-Nuur:31]

      maha sempurna الله dengan segala firmanny..

      simplenya.. jika الله sendiri yg maha kuasa yg menitahkan menutup aurat kpd hambanya.. masihkah kita bisa mengatakan الله itu salah!????
      naaudzubillah..

  • Hilal Hilman Syah 21/02/2014 at 13:50

    Sah-sah saja perkataaan itu diucapkan oleh seorang wanita, asalkan dia memiliki kualitas setara dengan Cut Nyak Dien.. :)

  • jalanfirdaus 21/02/2014 at 11:36

    well,Assalamu’alaikum,,rame bener komentarnyaa,,,
    tulisannya keren om,,
    saya perempuan,saya menganut agama Islam,alhamdulillah menutup aurat dihadapan non muhrim saya, dan saya bukan perempuan Aceh.
    yang jadi tambahan pemikiran harusnya jgn terfokus untuk wanita aceh saja,wanita semuaaaaaanyaaa,,,yg hiup di dunia ini…
    kadang sebel juga liat yang di jakarta bertebaran dimana paha dan dada, entah risih apa enggak tuh,,kali gak berasa masuk angin.
    sekarang, gimana caranya biar pada sadar sesadar2nya?apakah memang Al qur’an kurang jelas?butuh Allah langsung? gak bisa ngebayanginnya…
    mungkin ini salah satu penyebab kenapa Indonesia digoncang becana sana sini,,
    buat instropeksi diri..

  • catatantian 21/02/2014 at 11:13

    cut nyak Dien tdk berjilbab? ah entahlah , yang pasti memang sudah menjadi kewajiban setiap muslimah menutupi auratnya untuk berjilbab, jangan alih2 ga mau berjilbab malah mencari kambing hitam dengan mengatakan cut nyak dien saja tidak berjilbab… Hihihi nice posting

    • Indah 26/02/2014 at 16:16

      yup… i agree with u sist…..

  • Rahmat_98 21/02/2014 at 10:55

    Subhanallah ulasannya bagus banget bang…
    Saya yakin wanita aceh sekaliber Cut Nyak Dien pasti memakai hijab…

  • Mahfud 21/02/2014 at 10:45

    memakai hijab/jilbab bukan berarti mengikuti si fulan atau fulana, tetapi untuk menjaga perhiasan perempuan/mahkota itu sendiri dari fitnah dan itu merupakan perintah agama.

    “Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti yang tidak berhasrat lagi menikah, tidaklah ada dosa atas mereka menanggalkan pakaian mereka dengan tidak menampakkan perhiasan dan memelihara diri sungguh-sungguh dengan menjaga kesucian adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Nur: 60)[2]

    silahkan buka tafsir untuk lebih memahaminya agar tidak menjadi taqlid buta !!!

  • titantitin 21/02/2014 at 10:38

    Reblogged this on hujanku untukmu, begitupula doaku.. and commented:
    tentang Cut Nyak Dien,

  • titantitin 21/02/2014 at 10:37

    ijin share yaaah ^,^

  • Makmur Dimila 21/02/2014 at 09:15

    Itu kalimat bernada propaganda atau cenderung provokasi. Tak perlu membandingkan wanita sekarang dengan Cut Nyak yang mulia. Foto jadul itu seperti diurai Bang Ariel, barangkali sengaja ulah Belanda untuk menjatuhkan marwah ke-aceh-an. Saya kira, foto Cut Nyak tak berpenutup kepala tak patut dijadikan alibi dan rujukan bagi wanita Aceh masa kini yang tak berjlibab. Justru inspirasi yang dipetik adalah “Cut Nyak Dhien saja yang wanita bisa mempertahankan marwah Aceh dari tangan kaphe”.

  • donny 21/02/2014 at 15:51

    Cut Nyak dien kan bukan panutan dalam beragama!!!! cut nyak dien ngga mendapat wahyu dari Allah…. jd pandai2lah kita dalam melakukan apa yg seharusnya kita lakukan…

  • 'Susy Harini 21/02/2014 at 15:32

    Jika dikatakan tidak pernah ditemukan foto diri Cut Nyak Dien yang asli di kala muda, berarti sesungguhnya tidak ada yang tahu persis seperti apa penampilan beliau dalam kesehariannya. Siapa yang bisa menjamin gambar beliau sebagai pahlawan nasional itu adalah wajah dan penampilan asli Cut Nyak Dien? Sangat boleh jadi itu adalah rekaan. Karenanya jika kemudian gambar itu kita jadikan klaim sebagai pembenaran untuk tidak menjalankan kewajiban sebagai seorang perempuan Muslim dewasa, rasanya tidak masuk akal. Lagian melihat kualitas pengetahuan keIslaman Cut Nyak Dien, saya rasa hampir pasti kalau foto pahlawan nasional itu sekedar rekaan. Saya lebih percaya Cut Nyak Dien seorang Muslimah yang sangat mengerti batasan aurat dan menjalankan perintah untuk menutupnya.

    • dit 26/02/2014 at 19:35

      setuju sekali dengan Susy. saya rasa itu memang rekaan yg dibuat oleh orang Belanda.

  • Leave A Response