Langit cerah, padang hijau, pegunungan berundak dengan es yang menyelimutinya. Demikian film Bajrangi Bhaijaan dimulai. Pemandangan indah ini diambil dari beberapa sudut sehingga menunjukkan betapa luar biasanya Sultanpur, Kashmir Pakistan. Bajrangi Bhaijaan adalah film yang mengusung tema cinta dan pengorbanan dan sedikit dibaluri unsur komedi. Ide besarnya adalah mengantar pulang kembali Shahida (Harshaali Malhotra) bocah manis berusia enam tahun yang terdampar di India.

Shahida adalah bocah bisu. Suatu hari dia nyaris tewas karena terjun bebas ke dalam jurang. Kedua orangtua Shahida khawatir sebab dalam kondisi yang paling berbahaya sekalipun ia tidak bisa bersuara memberi signal mohon pertolongan. Keluarga bersepakat Shahida harus diobati dan itu dilakukan di India. Balutan konflik dua Negara, Pakistan dan India membuat film ini semakin menarik.

Shahida tersesat setelah turun dari kereta api yang membawanya kembali pulang ke Pakistan. Di sebuah pasar ia berjumpa dengan Bajrangi (Salman Khan). Dalam kebingungan, Bajrangi akhirnya memutuskan mengajak Shahida bersamanya, drama pun dimulai. Sulit untuk mencari tau tempat Shahida berasal. Satu persatu nama kota di India disebutkan. Tapi tak satupun yang benar. Bajrangi meyakini jika Shahida (yang selama di India disapa sebagai Munni) juga pengikut ajaran Hindu. Shahida tidak diberi makan daging hanya olahan sayur. Ia juga diajak bersembahyang ke kuil menyembah patung.

Film ini dengan apik mengisahkan perbedaan keyakinan yang diracik dengan begitu lembut. Shahida yang mendapat ajaran Islam dengan baik tentu saja menolak. Namun tidak ada pemberontakan. Penolakan tersebut dibuat dengan begitu sederhana. Shahida menyusup ke rumah tetangga setelah mencium bau harum ayam kari. Dia juga menghilang menuju Mesjid yang berada di depan kuil untuk berdoa. Bajrangi kaget bukan kepalang. Kepada calon Istrinya Rasika (Kareena Kapor), Bajrangi mengaku tidak ingin masuk ke dalam pusaran konflik. Apalagi Ayah Rasika adalah penganut ajaran Hindu taat dan memiliki jiwa nasionalisme keIndiaan yang kuat. Dalam sebuah scene Ayah Rasika marah besar saat mengetahui Shahida berasal dari Pakistan. Ia meminta agar Shahida segera dipulangkan.

Proses memulangkan Shahida ternyata cukup rumit. Mulai dari cara legal hingga Ilegal. Kedutaan Pakistan yang diharapkan dapat memberi angin segar ternyata sama sekali tidak membantu. Melalui travel agen, Shahida malah dijual ke rumah bordil. Akhirnya Bajrangi mengantar langsung ke Pakistan tanpa passport dan visa. Dalam perjalanan itulah mereka berdua bertemu dengan Chand Nawab (Nawazuddin Siddiqui) seorang jurnalis lepas. Sebagai sesama pewarta saya tertawa saat melihat lakon Chand.  Apalagi saat ia sedang membuat laporan berita “stand up” di depan stasiun kereta. Scene ini membuat saya seperti tengah bercermin. Ternyata masih banyak orang yang suka berjalan di depan kamera yang sedang menyala.

Chand yang awalnya hendak menjual berita tentang penyusup asal India malah jatuh hati pada pengorbanan Bajrangi. Ia akhirnya ikut serta mengantar Shahida. Sepanjang perjalanan mereka naik turun bus, menumpang truk, menggunakan burqa hitam bahkan mengelabui seorang bapak agar mendapatkan tumpangan yang ternyata seorang kepala polisi.

Sultanpur Kashmir Pakistan
Sultanpur Kashmir Pakistan
Shahida menangis karena ditinggal kereta menuju Pakistan
Shahida menangis karena ditinggal kereta menuju Pakistan
Shahida merindukan rumah dan keluarga
Shahida merindukan rumah dan keluarga
Shahida bocah manis berkerudung merah
Shahida bocah manis berkerudung merah
Chand, Jurnalis berhati mulia
Chand, Jurnalis berhati mulia

Sebenarnya film ini tidak hanya menampilkan konflik semata. Sama seperti karya Bollywood lainnya, Bajrangi Bhaijaan juga menyuguhkan sejumlah nyanyian Hindi. Tidak tanggung-tanggung ada sebelas lagu yang mengisi film tersebut dengan total durasi mencapai 42 menit. Lagu-lagu itu memberi pengaruh besar karena berhasil membuat penonton terbawa arus, bergulung dalam pusaran perasaan yang sentimentil. Saya sendiri punya tiga lagu favorit yaitu “Chicken Song”, “Bhar Do Jholi Meri” dan tentu saja “Tu Jo Mila”.

Film berdurasi 159 menit ini memang meninggalkan banyak kesan dan pesan baik. Bahwa cinta dan pengorbanan tidak bisa dikurung. Ia akan bebas menembus batas jarak dan waktu. Sama seperti air, karena terus menetes ia dapat melubangi batu. Cinta dan pengorbanan bahkan mampu menyibak sekat paling tebal dan keras yaitu perbedaan agama, suku dan Negara. Apa pasal seorang lelaki India mengantarkan bocah yang tidak ia kenal kembali pulang ke Pakistan. Padahal disaat yang bersamaan ada jiwa yang terancam. Ada Rasika yang harus menyeka air mata. Tetapi inilah cinta, inilah pengorbanan. Dorongannya terasa amat dan semakin kuat.

Bajrangi Bhaijaan juga mengajarkan nilai-nilai kejujuran yang dengannya akan membuka setiap jalan buntu. Sebagai pendatang illegal adalah suatu kebodohan meminta izin masuk kepada petugas tapal batas. Tapi itu yang dilakukan Bajrangi sebab ia telah berjanji atas nama Tuhan untuk mengantar Shahida pulang tanpa harus berlaku curang. Ia rela dipukul, dianiaya hanya untuk mendapatkan sesuatu yang ia anggap benar meski dinilai tidak masuk akal oleh orang lain.

Film ini juga mengajarkan bahwa kesabaran buahnya selalu manis bahkan untuk sesuatu yang dikira mustahil untuk diwujudkan. Ibu Shahida telah membuktikannya. Berhari hari bahkan mungkin berpekan ia tak pernah berhenti bersabar dan berdoa. Saat puncak kepasrahan tiba, keajaiban itupun hadir. Shahida kembali pulang. Sebagai seorang Ayah saya mendalami betul perasaan orang tua Shahida. Berpisah dengan anak adalah hal paling buruk yang dirasakan oleh orang tua. Dan bersabar dalam balutan doa adalah kunci untuk membuka pintu kebahagiaan.

Bersembunyi dari kejaran polisi Pakistan
Bersembunyi dari kejaran polisi Pakistan
Bajrangi di tangkap polisi Pakistan
Bajrangi di tangkap polisi Pakistan

Bermodalkan $19 juta film ini berhasil membuat saya menangis berulang kali. Karena kedahsyatannya itu pula Bajrangi Bhaijaan berhasil mendulang keuntungan kotor hingga $110 juta. Film ini juga tercatat sebagai film India yang paling cepat memperoleh pendapatan hingga satu miliar rupee untuk pasar dalam negeri.  Tidak hanya itu Bajrangi Bhaijaan juga menjadi film kedua terlaris baik di India maupun di pasar internasional.

Anda tertarik? Simak dulu trailernya berikut ini.

https://www.youtube.com/watch?v=vyX4toD395U

***

 Yogyakarta, 22102015